You won't be able to understand what i felt about
Elenquo
seen from Türkiye

seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from Canada

seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from China

seen from Canada

seen from Germany
seen from Canada
seen from United States
seen from Canada

seen from United States
seen from China

seen from Germany
seen from United States
seen from United States
You won't be able to understand what i felt about
Elenquo
*)Jangan dulu di klik play diatas, pales! :P
Tabungan Hati / (Jar of Heart)
Hari ini aku duduk didepan mesin pengambilan uang. Melihat lalu lalang orang, mengamati setiap langkah yang datang dan pergi. Terbersit seberapa banyak uang dalam tabungan mereka. Apakah tabungan itu dari awal terisi penuh dan diambil sedikit-sedikit, atau memang dikumpulkan sedikit-sedikit hingga menjadi banyak. *iseng banget ga ada kerjaan yaa.. ^^
Bicara tentang tabungan, kamu tau ga sih kalau perasaan juga seperti tabungan? Kamu mungkin pernah melihat orang yang baru bertemu beberapa kali, tapi dia bisa langsung menyatakan “saya suka sama orang itu”. Dan level perasaan nya bisa langsung di angka 90 mendekati level maksimum 100. Dahsyat bukan?
Tapi ada juga orang yang rasanya sulit untuk tergerak hatinya. Bahkan untuk bilang sayang atau suka pun berfikir dengan jumlah waktu yang panjang. Membutuhkan beberapa kali pertemuan, kegiatan bersama, mengenal dan sampai akhirnya merasa cocok. Dan ia mulai menabung 1, 10 hingga nanti mungkin menjadi 100.
Lalu bagaimana jika ada orang yang memiliki perasaan langsung di angka 100 bertemu dengan orang yang perasaannya mungkin baru diangka 1?
Orang dengan angka 100, akan berusaha mendapatkan moment, perhatian, dari orang dengan angka 1. Bahkan kebaikannya mungkin gak bisa dibandingkan. Inisiatif membantu, mencari tahu, bertanya kabar, kegiatan, mengajak, dan banyak lagi, sampai si angka 1 ini bingung, kok bisa ada orang sebaik dia.
Sedikit-sedikit karena TERBIASA ada, si angka 1 mulai menabung, menjadi 2, menjadi 5, menjadi 10, menjadi 20, menjadi 50 dan 100. Akan butuh banyak pengertian dari keduanya. Untuk saling bertoleransi memahami sifat dan karakter masing-masing.
Namun, jika si angka 100 ini tak paham dan tak sabar, menghadapi si angka 1 ini, tabungannya pun akan berkurang dari 100, menjadi 99, menjadi 95, 92, 50, bahkan menjadi 10. Sehingga tidak butuh waktu lama, si angka 100 akan bilang “mungkin kita tidak cocok”, dan kembalilah tabungan perasaannya menjadi angka 1.
Akan sangat memakan waktu, jika dari keduanya sempat berada di angka yang sama yaitu 50. Salah satu orang saja goyah, maka akan terhenti juga hubungan itu. Dan akan sangat menyayat hati jika saat itu, si angka 1 sudah ada di nilai 100, namun perlahan si angka 100 malah terjun ke angka terendah.
Kenapa menyayat hati? Karena menurut ku proses menabung itu tidak lah mudah. Kita harus mulai membagi waktu, memprioritaskan mana hal yang harus diutamakan, berusaha belajar menerima, belajar bertoleransi, belajar cara berbagi, belajar cara memahami fikiran yang bukan di kepala kita, belajar cara menjawab dan belajar membalas kebaikan. Sehingga akhirnya dia ada di titik 100.
Aku rasa di titik ini, angka 1 yang sudah menjadi 100, sudah meyakini apa yang di pilih, apa yang harus dia pertahankan, apa yang harus dia bagi, apa yang harus dia simpan, apa yang harus dia rasakan. Dan ini terbentuk dari sebuah perjalanan. Dan harusnya di titik ini orang dengan angka awal 100, sudah bisa bersyukur, akhirnya kalian berdua sudah di titik yang sama. Tinggal membentuk visi misi yang saling mendukung.
Sedangkan jika orang dengan angka awal 100, ternyata malah berkurang tabungannya, bahkan menjadi dibawah 30 atau bahkan angka terendah, alamak ada apakah gerangan?
Setiap sesuatu hal selalu bisa di bicarakan dan dicari jalan keluarnya. Sehingga setidaknya tidak ada yang merasa di tinggalkan. Aku rasa si orang dengan angka 100 diawal ataupun 100 di akhir, sudah sama-sama berjuang. Dan memang harus saling mengerti, jika salah satu terjatuh harus ada yang mengulurkan tangan. Karena setiap hubungan apapun ga bisa hanya sebelah tangan.
Kita ga bisa berteman hanya karena saat ada butuhnya aja. Harus saling lah, kata sosiologi mah. Dan mungkin ditahap yang lebih serius, adalah saling melengkapi, seperti baju kemeja dan kancing. Untuk jadi pakaian, ga bisa sendiri-sendiri.
Tapi jika memang orang dengan angka 100 di awal, dengan satu alasan atau seribu alasan sudah menyatakan tidak mau bersama lagi, bagaimana?
Mungkin ada faktor-faktor internal/eksternal penyebab hal itu. Yang mungkin kita tidak pahami. Dan entah dengan cara apa, orang dengan angka 1 telah jadi 100 ini akan bisa mengerti. Dan jika dia berusaha sendiri (red:sebelah tangan) tentu akan sangat kecil keberhasilan memperbaiki hubungan tersebut.
Pada intinya, Allah lah yang mempunyai kuasa membolak balik hati manusia. Toh orang dengan angka 100 pun tidak mungkin tanpa alasan menabung perasaan sebanyak itu diawal tanpa sebab. Pasti ada alas an mengapa dia bisa mengumpulkan dan berjuang di angka 100 sejak awal untuk si angka 1. Dari sini pun kita tidak bisa memahami bagaimana seseorang berfikir dan menilai. Perjalanan terjal, setelah naik turun bukit, melewati badai, adalah seni dalam kehidupan. Tapi berjuang bersama untuk mempertahankan itu kembali lagi ke prinsip awal, bertemu dan menjalin hubungan baik itu untuk apa?
Dan hai orang-orang di angka 1 diawal, ambil positifnya saja. Mungkin dari situ kita bisa belajar memperbaiki diri, melatih kesabaran, menyikapi perasaan dan belajar bahwa memang kita hanya boleh berharap dan mencintai sesuatu karena Allah, bukan karena yang lain. Cobalah belajar menerima dan memahami dengan tangan terbuka.
*bisik dalam hati si angka 1* “Kenapa dari awal kami lah yang harus belajar menerima dan mengerti?” Ya karena dari awal memang kamu nampak banyak menerima dahulu, setelah itu saat kamu merasa siap untuk membuka hati, menyimpan lebih dan memberi balik, rupanya dia sudah tidak ditempat yang sama. Bersabarlah. Mungkin ini ujian. ^^p
Dan semoga orang yang bisa menabung angka perasaan diawal dengan nilai yang besar, memang niat dari awal adalah karena Allah juga. Dengan maksud baik dan tujuan yang seharusnya pun berakhir baik. Semoga Allah selalu menyertai niat dan jalan mu. Semoga apa yang menjadi tujuan mu, adalah pilihan baik.
Doa terbaik untuk kita semua :)
Jar Of Heart
I know I can't take one more step towards you 'Cause all that's waiting is regret
Don't you know I'm not your ghost anymore You lost the love I loved the most
I learned to live, half alive
And now you want me one more time
Who do you think you are? Runnin' 'round leaving scars Collecting your jar of hearts And tearing love apart You're gonna catch a cold From the ice inside your soul So don't come back for me Who do you think you are?
I hear you're asking all around If I am anywhere to be found But I have grown too strong To ever fall back in your arms
I've learned to live, half alive And now you want me one more time
Who do you think you are? Runnin' 'round leaving scars Collecting your jar of hearts And tearing love apart You're gonna catch a cold From the ice inside your soul So don't come back for me
Who do you think you are?
It took so long just to feel alright Remember how to put back the light in my eyes I wish I had missed the first time that we kissed 'Cause you broke all your promises And now you're back You don't get to get me back
Baku sayang deng kaka Lieve @oranje_jr 😘😘😘#JARofHeart #cutekidzz #cutekids #babygirl
We are gonna catch a cold from the ice inside our soul
Perri. C - Maurice
#jarofheart (di O'Yummy Donuts n Traditional Snack)
💞 Mengoleksi hati dalam toples 💞 . . . Batuk pilek menyebabkan suara bindeng yg berakibat pada penurunan kecemprengan sebesar 20% dan peningkatan kesemberan hingga 60%. . . Video ini berakibat sakit kepala, telinga, mual, muntah juga nyeri hati. Jika baper berlanjut jangan hubungi mantan.