Akan selalu ada beberapa dari mereka yang mengelak jika mendapat teguran dari seseorang.
Akan selalu ada orang yang tidak mau disalahkan jika diberitahu tentang sebuah kebenaran.
Akan selalu ada orang yang menutupi kesalahannya dan berpura-pura menjadi korban dalam suatu masalah.
Akan selalu ada orang yang berlindung pada suatu kebohongan dan menjadikannya sebuah kebiasaan.
Akan selalu ada orang yang mencaci-makimu dan berlindung dibalik topengnya, agar seolah kamu adalah si biang keladi.
Akan selalu ada orang yang membicarakanmu jika kau sedang lengah.
Akan selalu ada orang yang tidak berani membicarakan masalah dengan empat mata dan lebih memilih mengumbarnya di media sosial.
Akan selalu ada, dan akan selalu seperti itu. Banyak macamnya. Terkadang, kamu tidak harus membalasnya seperti yang ia lakukan terhadapmu. Jangan biarkan orang itu senang sebab kamu termakan oleh cuitannya yang membuatmu muak. Tahan dulu emosimu. Ia akan semakin senang jika kamu berapi-api menanggapi persoalan itu. Terkadang diam memang lebih baik daripada ikut mengumbar emosi yang seharusnya tidak diketahui oleh orang lain. Cepat atau lambat, kebenaran pasti akan tertuju padamu.
Cukup diam sejenak dan renungkan. Tidak perlu membalasnya. Kamu harus bisa bersikap lebih dewasa. Dinginkan pikiran. Biarkan saja ia berfantasi dengan dunianya seolah ia menjadi majikan dalam imajinasinya yang liar. Jadikan hal ini menjadi teguran buatmu agar tidak bermain terlalu jauh dengan orang seperti itu. Membatasi pergaulan itu terkadang perlu untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.










