"Hidup ini perlombaan tentang kebaikan, bukan tentang sibuk membanding-bandingkan."
Salah satu konsekuensi yang harus kita terima bermain di sosial media adalah kita akan tahu bagaimana ruang hidup seseorang yang selama ini tersembunyi.
Ternyata, 'ruang hidup' ini bisa menjadi 'parasit' untuk sebagian orang. Bagaimana tidak, dulu para orang tua menjadikan role model dengan apa yang lihat di tv, jika distandarkan ya sulitlah mungkin bagi mereka untuk meniru mereka.
Maka pada zaman mereka, apa yang ada di tv itu yang menjadi pusat keinginannya dan juga terbatas. Sedangkan sekarang, yang menjadi 'model' nya boleh jadi teman seangkatan sendiri, tetangga samping rumah, teman kerja dan sebagainya.
Karena memang tak ada lagi batas dari apa yang seharusnya ditampakan dan disembunyikan. Tengok saja berapa banyak orang berfoto dengan kendaraan baru mereka, jalan kesana-kemari, foto ootd, makan di restoran mahal dan lain sebagainya.
Kalau nggak punya kendali diri yang apik, maka tak aneh lagi jika kita mulai terpancing dengan prilaku yang sama.
"Si A enak ya masih muda, udah punya rumah.' "Si B udah nyebar undangan aja, kamu kapan?" Dan masih banyak pertanyaan lain yang sering dilontarkan.
Kita seolah dipaksa agar sama dengan orang lain. Padahal dalam islam, medan kebaikan seseorang itu berbeda-beda. Si A boleh jadi telah menikah, tapi si B sedang sibuk membahagiakan kedua orang tuanya. Si A sudah punya rumah untuk masa depannya, tapi si B sedang berjuang membantu saudara2 yang terkena bencana dengan menjadi relawan. Bukankah kedua-duanya adalah kebaikan?
Agama ini luas, perintahnya pun begitu jelas. Ada banyak cara berjuang yang bisa kita lakukan. Ada banyak pintu surga yang bisa kita lewati.
Berhentilah membanding-bandingkan apa yang diberikan-Nya pada yang lain dengan apa yang tidak kita miliki saat ini.
Karena hidup ini bukan tentang siapa yang beroleh nikmat paling banyak, melainkan siapa yang bisa mensyukuri setiap nikmat yang diberikan.
Hidup ini perlombaan tentang kebaikan, yaitu tentang kamu dengan dirimu sendiri. Kamu dengan dirimu di masa lalu. Dan tentang kamu dan amalmu di masa depan.