Jendela #1
Ada kabar untukmu, aku kembali merindukanmu. Semenjak kepergianmu, jendela ini akan selalu menjadi saksi
bagaimana kau hapus lelahku dengan tawamu bagaimana kau membius hatiku dengan senyumanmu bagaimana kau membuatku lupa akan berlalunya waktu bagaimana kau membuatku merasa utuh hanya dengan berinteraksi denganmu
Aku mengerti bahwa kau dan aku sulit untuk bersatu Namun setidaknya kita pernah bersebelahan rumah.
Februari, 2015. (r.p)















