GAMERS vs NEET
GAMERS vs NEET
Beberapa hari yang lalu gw lagi asik bahas soal game di salah satu jejaring sosmed, dari ulasan gw tentang game itu ada salah satu komentar yang menarik untuk dibahas.
Kurang lebih komentar itu mengatakan bahwa gw sebagai gamers juga seorang neet. Neet? Apa itu neet? Lebih lanjutnya silahkan simak nih...
NEET (Not Employment,Education, or Training)
dimana istilah ini muncul pertama kali di Inggris pada tahun 90-an yang ditujukan untuk para pengangguran berusia antara 16-18 tahun yang tidak mau bersosialisasi dalam masyarakat.
Istilah ini belakangan menyebar ke berbagai negara maju lainnya termasuk negara Jepang, karena negara ini juga memiliki masalah yang serius dengan generasi mudanya yang tidak memiliki keinginan untuk bekerja. Berbeda dengan Inggris, para NEET di Jepang kebanyakan berusia produktif antara usia 15-34 tahun dimana status mereka di masyarakat tergolong sebagai orang yang tidak memiliki pekerjaan, tidak menikah dan tidak terikat studi atau pekerjaan rumah tangga. Di Jepang para NEET dikenal juga sebagai mugyousha(orang yang tidak bekerja atau pengangguran). Ironisnya bila NEET dinegara lain banyak terjadi di kalangan tidak mampu, justru NEET di Jepang terjadi pada kalangan orang yang ekonomi keluarganya mapan.
NEET ini berbeda dengan freeter(istilah untuk pengangguran yang sedang berusaha untuk mencari pekerjaan tetap) atau ronin (bekas pegawai pemerintah yang sedang menganggur), karena orang-orang yang tergolong sebagai NEET sama sekali tidak punya hasrat untuk bekerja. (sumber: http://g2hcombro.wordpress.com/2010/02/23/neet-generation/)
Gmn penjelasannya? Ada yang bilang kalo freelancer itu juga neet, sebenernya ini cara pandang yang salah dari orang-orang sok tau sih, jadi ini buat yang pernah punya pengalaman yang sama kaya gw dimana kita gamers dianggap sebagai seorang neet.
GAMERS
Gamers yang bisa dikatakan gamers sebernarnya memiliki kriteria tersendiri. Gamers sejatinya bukanlah seorang pengangguran. Perlu latihan (training) dan pendidikan (education). Tidak ada gamers yang 100% bodoh. Berikut beberapa jenis gamers menurut pandangan gw pribadi..
Newbie/Lowbies (weaklings)/Noob
Gamers ini biasanya berasal dari anak-anak dibawah umur, dimana rata-rata gamers ini masih terpancing emosinya dalam memainkan game.
Disisi lain, ada gamers newbie yang bukan karena faktor usia, mereka adalah pendatang baru di dunia gamer. Orang yang masih belajar mengenali game biasa disebut newbie. Sedangkan istilah Lowbies (weaklings) diperuntukkan mereka yang sudah bermain lama namun masih berada di level rendah.
Newbies biasanya sering dimanfaatkan oleh gamers pro untuk mencari keuntungan pribadi. Seperti pembelian item dengan harga murah yang dianggap menggiurkan oleh para newbies. Beberapa newbies bahkan mengeluarkan uang banyak agar mereka tidak terlihat lemah, namun hal tertentu tidak bisa ditutupi kalo sebenanya mereka newbie. Justru beberapa gamers pro akan lebih sering mengincar newbies yang sering mengeluarkan uang.
Average/Mid-core gamers
Gamers yang paling banyak ada di game. Mid-core gamers adalah gamers yang sudah mengenal game, mengerti caranya bermain, menggunakan uang, namun belum bisa menghasilkan. Mid-core gamers masih dalam tahap berkembang. Tidak ada pengaruh faktor usia disini. Gamers ini masih berpikir antara waktu untuk bermain game dan waktu untuk dunia nyata. Mereka adalah yang masih bingung menentukan profesinya sebagai gamers di masa yang akan datang.
Gamers Pro
Gamers pro, bukan lagi mereka yang bingung mengatur waktu untuk mencari level, uang, dan kekuatan di dalam game. Permainan sudah rapi, kemampuan membaca situasi di dalam game juga sudah diatas rata-rata. Mereka disini sudah mulai mencetak uang dari game. Menganggap game adalah sumber uang yang menyenangkan.
Gamers pro, ada 2 tipe yang satunya akan dijelaskan di bawah sebagai Hardcore gamers.
Nah satunya ini gw jelasin disini.. Gamers sudah bisa disebut pro dilihat dari cara bermain, posisi di rank, level, dan posisinya di dalam game. Gamers pro yang gw bahas juga merupakan mereka yang bermain dengan low cost, mengeluarkan modal sedikit dan meraup keuntungan yang sebesar-besarnya. Entah dengan cara apapun, mereka adalah mesin penghasil uang.
Posisi disini maksudnya adalah seberapa penting gamer tersebut di dalam game itu.
Leader, dimana posisi ini adalah pemimpin di game. Posisi dimana seorang gamer menjadi orang nomor satu di game. Gamer ini biasanya pandai bermain strategi, bisa memanfaatkan peluang, disegani kawan dan lawan.
Merchant, nah ini juga gamers penting di dalam game. Seorang merchant biasanya orang yang terkenal di dalam maupun luar game. Tipe gamer ini adalah orang yang men-supply barang di dalam game, dia menjual baik item spesifik sampe mata uang game dengan atau tanpa RMT.
Hardcore Gamers
Hardcore gamers, dari namanya udah bisa bayangin bahwa gamers ini adalah kelanjutan dari gamers pro. Mereka yang tidak puas dengan keberhasilannya sebagai gamers dan menjadi lebih gila-gilaan dalam bermain game. Hardcore gamers adalah mereka yang menghabiskan waktu demi game. rata-rata hardcore gamers adalah casher, pengguna uang paling sadis di game. Tak hanya dalam game, peralatan bermain game mereka pun ga mau barang jelek. Mouse, Keyboard, Headset sampai console mereka punya sendiri. Bukan puluhan ribu harganya, bisa mencapai jutaan. Tak ragu mereka bawa ke warnet jika memang koneksi di rumah tak mendukung. Jika mereka merasa kurang dengan apa yang mereka dapat, mereka akan menggunakan uang lebih banyak untuk mencapai apa yang mereka inginkan. Tidaklah mudah menjadi hardcore gamers tanpa memiliki latar belakang ekonomi yang kuat.
Apakah seperti ini bisa dikatakan sebagai neet?TIDAK! Kami gamers rata-rata adalah orang berpendidikan, di game tidak hanya bermain. Dari game terbentuklah yang disebut Clan/Guild/Komunitas. Meskipun kebanyakan gamers adalah introvert (penyendiri) namun pengetahuan gamers lebih luas daripada mereka para Neet.
Kami gamers rata-rata memiliki skor tinggi dalam berbahasa Inggris, vocabulary kami banyak karena rata-rata game berbahasa inggris. Culun? Ada beberapa orang yang bilang kalo gamers itu culun? Dibandingkan mereka yang membeli baju ratusan ribu demi tampil modis kami lebih banyak mengeluarkan uang. Gamers lebih modis daripada mereka yang demen nongkrong ga jelas. Kami gamers pro mencari uang dari game tak hanya nongkrong dan minta duit ortu. Disamping keren, peralatan seorang gamers lebih mahal daripada sepatu kalian, jaket kalian, atau bahkan biaya kalian ke salon.













