Sheila On 7
Cerita kita seperti sebuah kisah klasik yang ingin selalu aku kenang. Kita? Memangnya seberapa pantas kita bersama? Pantas atau tidak, kamu tetap anugerah terindah yang pernah ku miliki.
Aku hanyalah pemuja rahasia mu sejak dahulu. Dan kau mudah saja meninggalkanku. Tapi, kau tak melakukannya. Kau menjadi kekasih sekaligus sahabat sejatiku.
Masih ingatkah kamu? Kita menghabiskan malam dengan menonton film romantis. Sampai sekarang film itu menjadi film favorit kita. Malam yang penuh dengan taburan bintang nan indah. Saat itu, dengan jari jemarimu yang gemulai kau me-n(t)unjuk satu bintang yang paling terang.
Kita melewati hari-hari dengan canda, tawa, dan juga kesedihan. Semua badai selalu kita lalui dengan lapang dada. Aku ingin kamu menjadi penaung saat aku lanjut usia kelak. Aku tak ingin berhenti berharap bahagia bersamamu sampai waktunya telah tiba. Waktu di mana maut memisahkan kita.
untukmu, Sheila...
17 September 2018
*Senja2803














