Ada keberanian besar dalam mengakui bahwa kita belum tahu. Di dunia yang serba cepat, mengaku tidak tahu sering dipandang sebagai kelemahan. Karena itu banyak orang memilih memamerkan kepalsuan: seolah mereka mengerti, padahal tidak. Seolah mereka ahli, padahal hanya mengulang apa yang didengar.
Padahal ketidaktahuan adalah pintu masuk menuju pengetahuan. Tidak ada orang hebat yang tidak pernah berkata “aku belum paham.” Justru mereka yang paling berani mengakui kekurangan adalah mereka yang paling cepat berkembang.
Memamerkan kepalsuan mungkin memberi citra sejenak, tetapi mengakui ketidaktahuan memberi masa depan. Dan masa depan selalu lebih penting daripada penampilan hari ini. — Mahota338Quotes














