Opini Gue tentang KOPI
Sebagai orang yang mulai berkutat dengan dunia perkopian, gue sekedar pengen nulis opini tentang KOPI. Gue pengen bagiin pandangan subjektif dari sisi gue meliat dan menikmati kopi.gue agak kurang setuju sama orang yang bilang bahwa kopi pahit itu gak enak, dan semua kopi itu sama saja. Sebenernya memang sih, udah ada konstruksi sosial yang ngedoktrin bahwa kopi emang kudu manis, dan gue gak terlalu mempermalasahkan hal ini, yang gue permasalahin adalah yang gue sebutin di awal.
Sebenernya sah sah saja nikmatin kopi pake gula, namun kalo sampe bilang semua kopi sama aja, atau kopi pahit hmmmmmm, gue cuman bisa tarik napas dalam dalam. Dalam pandangan orang yang bergulat dalam dunia kopi ini “semua kopi itu sama aja atau kopi pahit gaenak” merupakan statement yang perlu diedukasi mengenai kopi. Why? Karena kopi apalagi kopi singel origin, yang merupakan kopi yang ditonjolkan karakteristik dan rasanya kalo ditambah gula itu dapat merusak citarasa aslinya. Dari biji kopi jenis arabika dan robusta pun sudah memiliki perbedaan yang kontras, apalagi varian arabika dari nusantara ini yang memiliki beragam rasa dan karakteristik yang berbeda. Kenapa gue ngomong gini? Karena setiap biji kopi mempunyai karakteristik rasa yang berbeda, sebut saja kopi (Bali Kintamani, yang mempunyai citrus notes, dan aroma fruity karena ditanam di daratan yang deket dengan lahan jeruk). Setiap barista yang menyediakan kopi single origin tentu bekerja keras buat ngeluarin cita rasa yang khas dari setiap biji kopi dan metode pembuatan yang macam macam. Yang bikin kopi itu gaenak adalah misprocedure dari pemrosesan kopi, karena kopi itu berkesinambungan (Kalo bijinya udah jelek maka bakal jelek juga rasanya, kalo bijinya bagus namun roastingnya salah maka juga gaenak, kalo biji bagus roasting bener, namun proses bikinnya salah ya juga tetep gaenak) itu baru bisa dibilang gaenak.
Kopi single origin sendiri mempunyai tantangan dari setiap metodenya, karena beda metode juga berbeda pula SOP pembuatannya, dan beda pula rasanya. Ambil contoh paling sederhana adalah kopi tubruk yang suhu air saat menyeduhnya dalah 95 derajat celcius. Mungkin sah sah aja sih kalo kopi milk based, frappe atau yang lain dinikmati manis. Namun udah beda cerita kalo single origin yang emang nikmatinnya dianjurkan tanpa gula. Gue secara subjektif sendiri kurang sreg kalo kopi harus pake gula.
Gue tekankan bahwa kopi gaada yang manis, namun tiap biji punya rasa yang berbeda. Dalam hal menikmati kopi memang bukan sebuah hal mudah, kita perlu edukasi lebih dalam agar bisa bener bener menikmati apa itu kopi. Bersyukurlah sekarang brewing house dan roasting house sudah mulai menggalakkan yang namanya gue sebut aja “Melek Kopi” dengan cara masing masing (macam cupping class, diskusi sampai ngajarin gimana cara bikin kopi yang baik dan benar) Mudahan aja sih kedepannya bakalan tambah banyak dan sadar, karena kopi indonesia itu enak enak dan sayang kalo dinikmati dengan cara itu itu aja.
Sekian opini dan unek unek malam gue makasihhh,
Salam hangat, Jul.














