Bismillah. Fainnama'al 'usri yusroo, Inna ma'al 'usri yusro. Faidza Farogta fangsob Wa Ilaa robbika fargob. Dan apabila kamu telah selesai urusan yang satu, bersegeralah kepada urusan yang lain.
Tantangan zona 1 hari kelima dengan tajuk Self Awareness masih on going🥳. Kali ini tantangan yang dikerjakan adalah Mengenal diri melalui temperatur emosi. Temperaturnya seperti roaler coaster, up and down. Rasanya jantung olahraga terus buuund. Hemb Pengalaman hari ini tentunya berbeda dengan beberapa hari lalu, peristiwa nya setiap hari ada tantangannya. Mengidentifikasi secara lebih detail tentang peristiwa apa saja yang terjadi hari ini dan peristiwa mana yang paling menjadi pemicu timbulnya emosi dengan respon yang tidak diharapkan.
Body scanning hari ini hampir tidak dilakukan padahal kondisi emosi amat butuh dialirkan dengan tepat. Namun anehnya temperatur yang naik turun ini tidak menyebabkan keadaan burnt out yang sangat parah. Agak aneh sih, apa bisa jadi ini merupakan dampak body scanning dan P3K serta relaksasi dzikir sebelumnya ataukah ritme kegiatan hari ini begitu kilat, sehingga emosinya tergerus waktu eyaaaaaaaaaaa.
Kecenderungan kondisi pagi ini cukup menguras hati, tenaga, waktu dan pikiran. Giat hari ini antara lain: Self care, mandikan anak, berangkat ke madrosah lebih awal, menyusun pritest diklat guru, menghubungi narasumber, membuat konten kegiatan tim di sekolah, menjadi moderator diklat, lupa menyiapkan konsumsi untuk narasumber. Beruntungnya beliau sedang shaum, beruntungnya tim inisiatif menyediakan minum untuk narasumber, sehingga bisa dibekal, diskusi lanjutan bersama narasumber, berkoordinasi, setoran hafalan, sempet ngantuuuk banget tapi ga bisa jeda, ngatur arus masuk keuangan diklat dan Kas tim, print tamplate rapot tahsin dan tahfidz, mengosongkan storage drive tim, kirim paket eoa gold untuk buyback, nulis pengeluaran, beberes kosan bentar, meeting online dengan para Manajer Program IP Bandung, nulis jurnal, nyimak diskusi di grup Acara JCC dan nonton Pokemon sama ayya di kosan dll.
Secara umum, body scanning hari ini tidak dilakukan, hanya ingat sewaktu akan menyusun jurnal. Justru agak heran karena hari ini ga begitu banyak keluhan di tengah aktivitas yang banyak, dan tempo yang cepat. Alhamdulillah Ala kulli haal.
Setelah itu, bahkan untuk menulis peristiwa yang terjadi ke dalam tabel seperti yang dilakukan sehari sebelumnya, hari ini tidak sempat dilakukan.
Solusi yang dilakukan supaya nyaman dan kembali berkesadaran antara lain dengan breath box sebelum tidur sambil menulis jurnal tantangan hari kelima.
Hikmah setelah melakukan pengenalan diri dengan tanpa melalui temperatur emosi yang dicatat ke dalam tabel hari ini ternyata cukup memberikan kesan yang agak bias. Meskipun dengan intensitas kegiatan yang padat dan cepat, namun hari ini emosi dan responku cenderung stabil dan tidak banyak hal-hal yang membuat diri amat menyesal.
Entah previllage apa yang sedang Alloh berikan, namun aku sangat mensyukurinya. Secara logika, mestinya burnt out adalah hal yang paling memungkinkan untuk terjadi. Namun, hari ini dapat kulalui dengan Enjoy dan menyenangkan. Meskipun demikian, mesti berhati-hati dengan kondisi yang seperti ini. Alih-alih merasa enjoy, padahal semestinya berhati-hati dengan hal-hal yang dapat menimbulkan resiko yang berbahaya.
Bersyukur sekali pada tantangan hari kelima diberi keluputan untuk menekan tombol body scanning dan P3K kesadaran. Sehingga sebagai manusia yang fitrahnya menghamba semakin yakin bahwa Alloh adalah Dzat yang Maha Kuat. Tidak ada kekuatan selain kekuatan Alloh. Ya Alloh engkaulah tempatku berlindung. Banyak sekali hal berharga yang ku temukan hari ini. Terima Kasih telah memberikanku kesempatan untuk bertaqorrub kepadaMu. Kemudian dengan begitu harapannya tidak banyak perilaku yang begitu mendustakan nikmat dariMu, melainkan selalu bersyukur padaMu Aamiin














