Don’t Make Us Watch Your Video

seen from Türkiye
seen from United States
seen from Türkiye

seen from United Kingdom

seen from Türkiye

seen from Germany

seen from United Kingdom
seen from Türkiye
seen from United Kingdom
seen from China

seen from Germany
seen from Germany
seen from Belgium
seen from United States
seen from United States
seen from Russia

seen from United States

seen from United States

seen from United States

seen from Brazil
Don’t Make Us Watch Your Video
Untitled.
Ich bin taub, mein Kind, Glaub’, Es hat mich beraubt, Das Gesicht der Einsamkeit, Schreit so laut, in mir tief, Bricht es zusammen, das Leid, Hast du ihn gespürt? Den Neid, Die Gier wächst in unseren kalten Herzen, Oh, wenn du mich hörst, Lass Sommer werden, Sorge dich um uns, Lass nicht die Hoffnung sterben, Stehen wir nicht in deiner Gunst? Uns zu wärmen, Wer soll diese Welt erben? Lass mich Schutz suchen, Die Mauern überwinden, Kristallklare Nacht, Seh’ ich doch die Sterne schwinden, Den Glanz betrauern, Im Meer versinken.
Sich im Regen verlieren, Die leere Hülle spüren, Und niemals siegen, Sich in Dunkelheit wiegen, Sag’, gibt es ein Morgen? Nimm mir alles, lass mich ertrinken, Doch finde ich Frieden, im Tanze des Windes, Verweht ans Ufer, Sag, kannst du mich retten?
Menjadi da'i adalah memperbaiki diri
agar tak menjadi pencibir, tapi penyabar
agar tak menjadi penggunjing, tapi pendamping
agar tak menjadi pencela, tapi penyapa
Menjadi da'i adalah memperbaiki diri.
agar prasangka tak mengalahkan akhlak
agar berilmu tapi tak merasa paling tahu
- LDK R1D 2014/2015 -
Ketahuilah bahwa sejatinya kenyataan hari ini adalah mimpi hari kemarin, dan mimpi hari ini adalah kenyataan esok hari
- LDK R1D 2014/2015 -
Jika dakwah adalah jalan yang panjang, janganlah berhenti sebelum mencapai penghujungnya
Jika dakwah adalan beban yang berat, mohonlah punggung yang kuat untuk memikulnya
Jika pendukung dakwah sedikit, jadilah bagian dari yang sedikit itu
Yakinlah bahwa jalan yang terjal dan sulit itu Allah cintai
- LDK R1D 2014/2015 -
Bersama kalian, para pejuang
Mari mulai kembali dari awal. Perbaharui perbekalan karena perjalanan ini belum selesai. Sejatinya masih jauh. Sangat jauh.
Kelak suatu hari ketika masing-masing dari kita telah sampai di suatu titik yang berbeda, mungkin jauh, mungkin dekat. Tengoklah sejenak ke belakang, betapa perjalanan yang sedang dan akan kita lalui ini tak akan terasa jauhnya karena kita tempuh bersama. Sakitnya, perihnya, pilunya kita tanggung bersama. Beratnya kita pikul bersama. Dan buah manisnya insyaa Allah abadi sepanjang masa.
Maka bersama kalian, para perjuang, mari saling kuatkan hati. Jadikan satu-satunya alasan kita hadir dan bertahan disini hanya karenaNya. Lillahi ta'ala.
dan jangan lupa untuk tetap merengkuh yang terlihat menjauh. Karena kita pernah dipersatukan lewat jalan yang indah oleh Nya. Boleh jadi raga mereka tak tampak tegak berdiri di jalan ini, namun hati mereka telah ditakdirkan untuk senantiasa terpaut dengan balutan tali ukhuwah yang ke-erat-annya dijaga oleh Yang Maha Menguasai hati manusia :)
Aku sudah sampai ke tahap dimana usaha yang bisa kulakukan hanya berdo'a, lillah dengan apapun hasilnya.
Kali ini, lagi, teringat kembali, aku hanya... tidak ingin menyerah.
Aku takut. Takut bila aku telah menyerah terlalu dini, dan sekarang 'ambisi' ingin meraihnya naik lagi. Gejolak untuk mengusahakannya sampai akhir datang lagi. Salahkah? Lalaikah?
Memang, kata orang bijak "banyak jalan menuju Roma" tapi orang bijak lain berkata "kesempatan tidak akan datang 2 kali"
Lalu kali ini ikuti yang mana?
Dasar remaja. Can you be a lil bit wiser, self?
---------------------------------------------------------------------------------
Inikah yang terbaik? Ya Rabb Yang Maha Mengetahui, tunjukanlah dan tuntunlah menuju jalan terbaik itu. Karena yang terbaik adalah keputusanMu. Hanya kuasaMu. Rahasia besarMu yang akan Kau ungkap setelah sampai di akhir kemampuan usahaku.
Jalan ini (bukan) satu-satunya, kan?
.
.
.
-comfort place, beberapa jam sebelum pengumuman kelulusan AFS/YES-