Paan stuffed dates! * * * * * #paan #kajur #dates #FoodBlogger #EatingForTheInsta #indianfood #indianfoodbloggers #IndianStreetFood #finedining https://www.instagram.com/p/B6w6KGrJxa8/?igshid=1j8j67bdam11o
seen from Yemen
seen from Japan
seen from Spain
seen from Indonesia
seen from United States

seen from United Kingdom

seen from Malaysia
seen from Yemen
seen from Yemen
seen from United States
seen from Sweden
seen from Yemen
seen from Türkiye

seen from Spain

seen from Malaysia

seen from China
seen from United States
seen from China
seen from United States
seen from China
Paan stuffed dates! * * * * * #paan #kajur #dates #FoodBlogger #EatingForTheInsta #indianfood #indianfoodbloggers #IndianStreetFood #finedining https://www.instagram.com/p/B6w6KGrJxa8/?igshid=1j8j67bdam11o
Pak Kajur Yang Terhormat...ehmm..
yah, ini nih saya sedang mengalami yang namanya kebingungan dan kelabakan, habis kata-kata buat mengungkapkan kata. #eaa
Ceritanya berawal dari saya yang nekat, mencoba sms beliau dengan niat baik dan sedikit narsis atas hasil kerja tahun kemarin, yakni saya coba memberitahukan kabar gembira bahwa ada PKM pengurus HMTP yang lolos pendanaan. dengan format sms seperti ini,
"Assalamu'alaikum pak, kami dari HMTP ingin memberitahukan kabar gembira bahwa 1 proposal PKM-KC dari mahasiswa PWK angkatan 2011 dan 2012 lolos pendanaan DIKTI tahun 2014 ini pak. Semoga dapat dilanjutkan tahapannya sampai Pimnas. Sekian, terimakasih"
Yup, dengan harapan cukup dibalas selamat dan terimakasih infonya atau kata motivasi untuk kedepan, eh malah dibalas seperti ini.
"Wa'alaikumsalam, Amieen. Azizah dan Adam ada di Semarang? Bsk pagi jam 09.30 bisa ktmu sya?"
Nahloh, kenapa jadi invitation begini. oke awalnya saya mah seneng bingiit, ini respon baik dari bapaknya, dan kesempatan emas buat ngobrol dg beliau apa yg masih ingin ditanyakan anak2 departemen untuk proker kedepan. But, ane disini cuma wakil, jadi berpikir lagi dan ya! saya mulai kelabakan, kalangkabut entah ga karuan. sebelum balas, saya sms si Adam, ketua ane. Berniat nanya dia bisa ga? okein aja ga nih? dan koordinasi lain. But lagi, ntu bapak kahim malam itu menghilang, sms ga dibales, ditelpon ga bisa, dimention ga di respon, samapi nanyain temen kosnya, ternyata ga ada ditempat! tambah kalut, kalangkabut saya. dan akhirnya, karena ga enak klo bales kelamaan, ntar disangka miskin pulsa (padahal iya) atau gaptek, ngetik sms lama, saya pun nekat bales sms beliau, begini
"Kami masih di Semarang, inshaAllah bisa pak" ,
sebenarnya mau ditambahin " Sbb, Sorry baru bales" tapi, alhamdulillah urat malu blum putus.
Yow, saya berharap selesai sampai situ berhubungan dengan beliau, dan tinggal datang aja besok ketemu beliau.
esoknya, kebetulan paginya saya ada Halaqoh jam 08.00, jd tepat pukul 09.30 selesai Halaqoh dan baru buka Handphone. dan You know what? You know who? You know Why? tatapan saya tertuju pada sms berikut
"Jam 15.30 saja ya, saya ada rapat mendadak" antara alhamdulillah, tp jg astaghfirullah, memang yah orang penting = orang sibuk. Ya, pertemuan diundur!
eitss, si Kahim ane kemana? masih menghilang? enggak kok! ini dia yang bikin saya berdecak astaghfirullah. di notif HP brikutnya, ternyata ada 8 misscall, dan 2 sms dari Adam si Kahim, nanyain,
" Zah, aku udah di kampus"
"Zah, jam brapa sih ketemunya? kok bapaknya blum ada daritadi"
Trus dia telpon, dan bilang "Hah? diundur? lah, Gua udah disini dari jam 8 zah, ada undangan Senat lagi"
Ampuun, ampuuuun, maafin ane sob, mana saya tahu bapaknya ngundur..haah ga enak bgt jadinya :')
Trus tercetus pemikiran dari si Adam, kok gua ga di sms bapaknya ya?
jangan2 di sangka elu kahimnya..hha
Nahloh, rasanya ga mungkin sih, dan ane ga mau juga keles kalo dihantui oleh sms beliau, di sms kaya sebelumnya aja udh kalangkabut --" (skg berharap aja, sudah tidak berkelanjutan)
edodoeee, tidak terduga! ada sms lagi,
"Dek, jadinya hari Jumat saja ya?"
kalo beliau temen nih ya, pengen banget ane bales, "lah kenapa lagi bro? kok diundur mulu, PHP nih!" tapi saya belum senekat itu, alhamdulillah.
Ribet lagi saya hubungin si Kahim, minta persetujuan, dan dia blum bales-bales, arrgh saya mau collapse!
Trus blum juga saya bales, sms masuk lagi dari beliau,
"Mohon maaf karena jumat tanggal merah, jadi senin saja ya"
whaat? kesimpulan kedua orang penting=orang sibuk= orang ribet!
Alhasil si Kahim bales, "iyain aja jah"
oke tanpa pikir panjang ane bales,
"Oh begitu pak, kami masih bisa inshaAllah"
tadinya sih padahal mau bales " Ya kellees, skg juga tanggal merah buat ane pak. Duh pak, pliss majuin dong, kita pengen pulang kampung" apadaya masih belum nekat :'D
Dan finally, ini perkembangan terakhir, semoga tak ada perubahan.
Pada tau ga intisari cerita saya ini? *gatau kayanya deh :""
Intinya sih, ga semudah itu bales sms dosen, orang penting bagi orang seperti saya. Perlu pengalaman lebih banyak lagi biar terbiasa. Kadang pengen banget ngomong ini, ngomong itu, menolak, menyanggah, dan membenarkan, namun apadaya, demi azas kesopanan, hanya bisa "nggah nggih wae"...
Kita sebagai seorang yang berhubungan dengan pengelola (biasa disebut birokrasi) itu memang harusnya punya kemampuan menjadikan orang2 itu sebagai teman. Agar apa yang ingin kita sampaikan itu dapat tersampaikan, tanpa perlu rasa canggung, namun tetap sopan. Kalau kita sudah bisa jadikan mereka2 itu teman, dan mereka percaya kita layaknya teman, jamin deh, segala sesuatunya bakal tersampaikan dengan baik. Idealisme yang ingin kita bawa tidak semudah itu tergerus oleh kepatuhan (ketakutan) terhadap birokrasi yang terlihat kaku. Dengan kata lain, kita mampu melunakkan mereka.
Kalau kata Pak Kajur sih, prinsip TRUST! itu saja yang perlu dijaga dan ditumbuhkembangkan ketika kita ingin bersinergis dengan Mereka :)
skripsi (?)
kadang orang-orang yang posisinya tak begitu penting akan tidak begitu dihargai. sampai tiba waktu kontribusinya menjadi utama, keadaan pun menjadi sulit. dan sebagai pihak yang tak bisa menolak kondisi, bersabarlah. bersabarlah. bersabarlah. selama masih ada Tuhan di hatimu, pasti kelar. karena setiap masalah selalu berdekatan dengan solusi.
intinya jangan grusa-grusu. tenangkan dulu pikiranmu, baru nyatakan diri untuk siap mengerjakan skripsi. sebab skripsi bukan hanya sekadar kemampuan menulis karangan ilmiah melainkan bagaimana membangun komunikasi yang baik dengan pihak-pihak di luar konteks. tentu saja selain dosen mata kuliah dan dosen pembimbing.
!