Singapore Science Centre bangga membuat ilmu pengetahuan pengalaman inspiratif dan menarik bagi orang-orang dari segala usia. Di SSC ini, terdapat 14 galeri ruang interaktif, mencakup berbagai topik yang terkait dengan sains, teknologi dan matematika. Total luas SSC sekitar 20.000 m yang terdiri dari ruang indoor dan outdoor.
Pemenang Kalbe JSA 2012 mendapat kesempatan untuk mencoba berbagai piranti science di Singapore Science Centre (SSC), salah satunya adalah piranti yang ada di Zona Suara seperti yang tampak pada foto di atas.
Sudah lihat foto-foto pemenang Kalbe Junior Scientist Award selama di Singapore, Tangga 10-11 lalu? Ini cerita lengkapnya aktivitas sembilan pemenang: Armansyah, Averos Aulia Ananta Nur & Muh. Oktavian Dharma Setyawan, Imaduddin Zanki, Inosensia M Abelarda & Agnes Florista Mutiara, Jessica Nathalie, Queen Violita, Ridho Herdiansyah & Nabila Putri Andani, Salman Arbi & Faradita Rizqa dan Syahandika Efendi & Solahudin Al Ayubi. Selain mendapatkan uang tunai, para pemenang juga mendapatkan hadiah jalan-jalan ke Singapore.
Tujuan utamanya adalah Singapore Science Centre - science.edu.sg , tempat pameran dan belajar sains dengan cara yang menyenangkan. Rencananya kami akan seharian di tempat seluas dua hektar yang beralamatkan 15 Science Centre Road ini. Selain di sini kami akan jalan-jalan di tempat menarik di Singapore.
05.00 Keberangkatan
Pukul lima di pintu keberangkatan Terminal 2 E , rombongan Kalbe JSA mulai berkumpul. Selain 14 anak pemenang yang didampingi guru masing-masing, rombongan juga bertambah. Ada pihak Kalbe, wartawan, perwakilan juri dan tour leader. Para pemenang dan guru pendamping kompak memakai polo shirt berwarna kuning. Total 40 orang yang berangkat ke Singapore. Kami akan naik penerbangan Garuda Indonesia yang pagi. Pukul 06.25 pesawat akan terbang landas, wajah-wajah cerah terlihat meski di bandara langit masih gelap di bandara Soekarno Hatta. Karena waktu Singapore lebih cepat satu jam, perjalanan yang hanya 1 jam 20 menit itu membuat kami sampai di Singapore pukul 09.25.
09.25 Mendarat di Changi Airport
Sesampainya di Bandara Chani Singapore, rombongan segera berkumpul di salah satu sudut Terminal dua. Tidak lupa, foto-foto juga dong. Sebab hampir semua pemenang belum pernah ke Singapore. Lalu, membereskan dokumen imigrasi , melengkapi formulir yang kosong. Sesudahnya, kami menuju ke terminal tiga menggunakan skytrain, kereta yang hanya menghubungkan antar terminal Changi. “Pengen jalan-jalan aja,” jawab Averos pas ditanya mau ngapain di Singapore.
Pemeriksaan imigrasipun cukup cepat, dan langsung menuju tour bus yang telah menunggu di depan. Weng Muhammad, alias Pak Weng adalah guide yang menemani kami selama di negeri singa ini. Sesaat meninggalkan bandara Pak Weng sudah bercerita banyak tentang Singapore. Kebetulan jalan menuju ke Singapore Science Centre melewati Singapore Flyer, alis bianglala terbesar di dunia dan deretan gedung jangkung. Anak-anak sibuk melihat kanan kiri. “Gedung-gedung Singapore dibangun berdasarkan Fengshui,” cerita Pak Weng melalui microphone.
11.00 Singapore Science Centre
“Perjalanan kita ke Singapore Science Centre, 4,5 jam. Tidak, hanya 45 menit saja. Singapore tidak seluas Indonesia,” Seloroh Pak Weng. Setelah melalui perjalanan sekitar 45 menit sampailah bus di halaman Singapore Science Centre.
Ada patung dinosaurus besar di pintu masuknya. Arsitekturnya terlihat minimalis dan modern, dengan bebarapa bagain berwarna orange. Warna identitas Singapore Science Centre. Terlihat bebearap wahana air yang terlihat di halaman luar, karena terik kami langsung menuju ke dalam. Pengunjung yang masuk distempel transparan, namun menyala saat disiniari ultra violet.
Deretan peralatan di wahana Mind’s Eye menyambut kami. Banyak alat yang menguji kemampuan visual kita. Seperti wahana yang menampilkan pemilik wajah di cermin memakai topeng atau berkumis. Anak-anak merubungi piranti ini. Ada sekitar empat belas area di Science Centre ini antara lain, Sound, Mathematics, Robotics learning Centre, Fire dan banyak lagi
Tak lama, rombongan langsung menuju ke kelas Sound. Kelas yang berukuran 10 x 7 meter persegi ini ada materi tentang suara. Guidenya bernama Jannah. orang Singapore keturunan Jawa. “Meski saya keturunan Indonesia, saya tidak bisa berbahasa Indonesia. Melayu juga tidak bagus. Jadi saya jelaskan dalam bahas Inggris ya,” kata Jannah. Ibu Ira dari Kalbepun mejadi penerjemah dadakan. Jannah menjelaskan konsep suara, panjang pengndek suara. Saat menjelaskan Jannah juga mempratekkan dengan berbagai alat. Anak-anak juga diajak untukmembantu Jannah di depan. Salah satunya Rubens’s tube yang memvisualkan suara dengan kobaran api.
Sekitar 30 menit kami di kelas suara. Berikutnya adalah zona suara, banyak peranti dan alat yang bisa dicoba. Seperti bijih besi yang bergoyang mengikuti musik, praktek sebagai penyiar radio, suara-suara hewan dan masih banyak lagi. Semuanya boleh dicoba.
Setelah dari zona suara, kami bergerak ke Zona Tesla Coil. Tesla Coil adalah alat untuk menyalurkan tenaga listrik tegangan tinggi. Lagi-lagi Jannah menjadi guide untuk menjalaskan temuan Nikola Tesla ini. Ia bilang 3,5 juta volt dihasilkan peranti ini. Eksperimen yang dimunculkan dari alat yang ada di tengah ini kiatan-kilatan listrik yang menyambar seperti halilintar. Berbunyi cetar- cetar dan bau ozon yang terbakar.
Sesudahnya, kami semua langsung makan siang di lantai tiga gedung Science Centre. Masakanan yang disajikan khas Singapore. Ternyata ada juga sate ayam di Singapore. Sesudah makan siang dan sholat dzuhur, kita bebas mengelilingi 14 zona yang ada di tempat ini.
Pukul 2.40 waktu Singapore, setelah puas di Science Centre kami bergerak ke Omni Theatre, yang masih satu kompleks di Science Centre. Teater berbentuk kubah ini terbesar di Asia. Kami menonton Film Ring of Fire, tentang dereten gunung berapi di Pasifik. Layarnya teater ini mememenuhi setengah kubah, jadi filmnya bisa dilihat sampai atas penonton.
Setelah film selesai tour di kompleks Singapore Science Centre dilanjutkan ke SnowCity. Ruangan bersalju di Singapore. Kami harus memakai jaket dan sarung tangan tebal. Di dalamnya ada Iglo, kereta salju dan yang peling seru seluncuran salju yang panjangnya sekitar lima puluh meter. Jadi seakan-akan kita meluncur dari bukit bersalju. Kita banyak yang melakukannya lebih dari dua kali, seru sih.
Setelah dari Snow City seharusnya langsung menuju Orchad Road, namun pihak Singapore Science Centre menawarkan sesuatu yang sangat menarik hanya untukrombongan kami: Fire Tornado. Sebab seharusnya tidak ada atraksi Fire Tornado hari itu, karena hubungan baik Kalbe dengan Singapore Science Centre.
Sampailah kami di Zona Fire di Science Centre, lokasinya di luar ruang, berhadapan dengan Tesla Coil. Nampak tabung silinder yang diameternya sekitar 3 meter dan mempunyai tinggi sekitar 7 meter. Ada semacam kompor dibawah yang menggunakan minyak tanah. Apipun dinyalakan. Api diatur dengan mekanisme penyaluran udara sehingga membentuk api seperti tornado. Menjulang tinggi. Di Science Center ini juga ada Water Tornado dan Smoke Tornado. Fire Tornado juaranya. Keren abis.
Setelah pertunjukan selesai, kamipun bergegas ke bus yang menunggu. Bugis Street tujuan berikutnya. Bugis Street adalah pusat toko jalanan alias street shop di Singapore. Tempat ini banyak penjual pernak-pernik khas Singapore, mulai hantungan kunci, kaos, hiasan meja dan banyak lagi dengan harga murah. Anak-anak bertebaran mencari oleh-oleh.
Sesudah itu,Kamipun langsung menuju hotel untuk beristirahat. Itu petualangan hari pertama, tunggu hari keduanya ya..