Pernikahan adalah perjumpaan banyak sekali perbedaan. Dari perbedaan latar belakang masa kecil, keluarga, kepribadian sampai dengan perbedaan kebiasaan. Jangankan kedua pihak yang menikah punya banyak kelebihan (cantik, ganteng, kaya, terdidik, dll), yang punya kelebihan sedikit pun penuh pertempuran di awal. Pernikahan lebih mungkin selamat jika sejak awal membekali diri dengan pengertian mendalam, seperti sidik jari, semua orang berbeda. Bahkan ia yang lahir kembar pun tumbuh ke arah berbeda. Sahabat yang telah menikah puluhan tahun dengan pasangan yang sama serta punya banyak cucu pun bertumbuh ke arah yang berbeda. Karena demikian keadaannya, latih pikiran untuk terbuka sejak awal (baca: toleran akan perbedaan, menghargai cara tumbuh orang yang berbeda-beda). Saat sesuatu terlihat benar, seyakin apa pun, selalu sisakan sebagian ruang di pikiran untuk kebenaran orang lain. Lebih-lebih menyangkut hal-hal sensitif seperti perbedaan SARA. Jika perbedaan sensitif SARA membuat pernikahan berpotensi pecah, ambil bagian-bagian yang bisa membuat keluarga jadi tumbuh indah. Untuk direnungkan lebih dalam, di semua keyakinan ada ajaran tingkat rendah, menengah dan tinggi. Ajaran di tingkat rendah khususnya, sering berisi larangan hitam-putih yang membahayakan keberadaan keluarga. Sekali lagi, bila larangan keyakinan membuat keluarga berpotensi pecah, ambil bagian yang lebih indah. Di tingkatan yang lebih tinggi dan lebih dewasa, semua ajaran keyakinan penuh toleransi dan cinta kasih. Meminjam warisan Morihei Ueshiba: "Manusia boleh mendaki dari arah yang berbeda. Tapi nanti semua akan sampai di puncak cinta kasih yang sama". . . Penulis: Guruji Gede Prama sumber facebook Via @infotamanofficial_ #KarangasemNow_Official #karangasembali https://www.instagram.com/p/CLTz9H7rjem/?igshid=jwdg6vc30gsb















