"Lupakan untuk Ridhanya"
Kamu mengerti maksudku ?
Lupakan dia yang memang belum pasti Tuhan sandingkan denganmu
Tundukkanlah pandanganmu
Ingatlah Asmanya daripada mengingat si dia.
Rasanya begitu jahatnya kita
Jika lebih banyak mengingat manusia
Ketimbang Tuhan yang telah memberi napas kehidupan untuk kita
Duhai hati, aku tau kamu memang diciptakan untuk merasa
Tempatmu untuk diisikan beragam rasa
Namun apa pantas kamu merasa, sedang kamu menghianati sang esa ?
Terperangkap dalam dosa ?
Mungkin satu-satunya cara adalah mendekat dengan pemiliknya
Memperbaiki diri dengan ikhlas mengharap ridhanya
Bonusnya dalam keadaan beriman kamu disandingkan dengannya
Atau disandingkan dengan pilihan Tuhan yang lain, yang pasti jauh lebih baik darinya :)














