“Yang namanya kenangan itu tidak akan pernah bisa kita lupa, hanya saja kita tidak ingin mengingatnya”
Fikridini Ikbar
seen from South Korea
seen from China
seen from United States
seen from China
seen from China

seen from Malaysia
seen from China

seen from Philippines
seen from United States
seen from Malaysia
seen from Greece

seen from Malaysia
seen from United Kingdom

seen from Malaysia

seen from United States
seen from Malaysia

seen from United States
seen from United States
seen from China
seen from Canada
“Yang namanya kenangan itu tidak akan pernah bisa kita lupa, hanya saja kita tidak ingin mengingatnya”
Fikridini Ikbar
"Mungkin aku termasuk orang yang pemilih, pemilih jalan yang salah untuk menyukaimu diam-diam"
Fikridini Ikbar
"Semoga saja sajadah ini kelak akan ada pasangannya.. Mungkin saja itu sajadahmu, tepat satu shaf di depan sebagai imamku :)"
Fikridini Ikbar
"Aku harap kamu itu PSIKIATER, biar bisa melihat kejiwaanku yang terlanjur menyukaimu"
Fikridini Ikbar
“Maaf dan perasaanku”
Hey sahabatku, sejujurnya saat aku menulis tentang kamu di postingan kali ini aku sesungguhnya sedih.. Kenapa aku sedih ? Karna sesungguhnya perasaan aku terhadapmu lebih dari sekedar sahabat, dan itu sudah lama berkembang :( Maafkan aku sahabatku, aku menyukaimu dan semakin menyukaimu, dan aku tak bisa berhenti menyukaimu.
Sesungguhnya aku sadar, aku bukan orang yang pantas untuk menyukaimu, namun semakin lama kupendam dan tak kukatakan, hati aku semakin sakit dan pedih. Karna aku tau, aku takkan pernah bisa mendapatkanmu. Sejujurnya, aku ingin kamu tau, bahkan lebih dari sekedar tau. Aku ingin kamu membalasnya, tapi aku tau kamu takkan mungkin bisa mengganggapku lebih dari sekedar sahabat. Dan aku tau, seandainya kukatakan perasaanku pun, kamu pasti akan menjauhiku dan mungkin tak mau lagi jadi sahabatku.
Maafkan aku ya sahabatku :"), maafkan aku yang tak bisa langsung mengatakan kepadamu, dan maafkan aku yang hanya bisa mengungkapkan lewat tulisan ini.
Sincerely,
Your Best Friend
Ada rindu, dalam do’aku
Sinar mentari pagi ini menyilaukan mataku, dan mungkin juga untuk mengingatkanku betapa lamanya aku merindu. Bahkan butiran debu yang sedang beterbangan, ingin segera pergi mencari tempat yang baru untuk ia singgah. Begitu juga aku, yang ingin segera bisa singgah di hatimu. Daun-daun pun kali ini mengangguk setuju, bahwa musim semakin cepat berlalu.
Demikian juga aku yang berdiri lama disini untuk menantimu. Bintang malam ingin segera dirimu tau, bahwa dia sudah sedikit lelah untuk menyinari malamku yang selalu terbayang rindu akan dirimu. Aku selalu berharap penuh cemas, bisakah dirimu yang selalu kunanti, selalu kuharap, selalu ku gambarkan di pikiranku ini, akan bisa menemaniku hingga kulit ku keriput karna termakan usia ? Itulah sedikit do'aku yang selalu kuselipkan di setiap malamku :) Semoga Allah akan mendengar do'aku sehingga ia bisa menyadarkanmu untuk ikut mendengar do'aku ini :)
Bantu aku untuk “melupakan”
Mungkin aku sudah lupa, lupa bagaimana rasanya pernah diperlakukan istimewa olehmu. Mungkin aku sudah lupa, bagaimana rasanya senang ketika namaku dipanggil olehmu dengan imbuhan kata sayang di belakang namaku. Mungkin aku sudah lupa, bagaimana rasanya waktuku jadi indah ketika dihabiskan bersamamu. Mungkin aku sudah lupa, bagaimana asyiknya bercengkrama denganmu. Aku selalu ingat bagaimana bunyi tawamu yang renyah itu, senyummu yang mengembang ketika kita berpandangan, hingga aku juga tidak lupa bagaimana lucunya matamu menyipit melihat keanehanku :’)
Tapi sekarang aku ingat bahwa aku mungkin sudah lupa bagaimana semua itu pernah ada dan terjadi di antara kita… Aku tau, kenangan itu akan susah hilang dan tak mungkin bisa dilupakan. Jujur saja, aku tak ingin kenangan itu bisa aku lupa. Karna, bagiku kenangan itu berharga. Tapi bukannya dalam hidup ini kita harus selalu menatap ke depan ? Tentu saja kita tak bisa terus-terusan menatap masa lalu kan ? Tuhan.. Kalau aku boleh bermimpi dan berharap.. Aku ikhlas jika seandainya kelak kenangan itu akan hilang.
Tapi kalau boleh aku diberi kesempatan… Aku ingin bisa bersamanya lagi… Walapun itu hanya sekedar teman. Karna ia tak bisa ku miliki dalam bentuk yang dulu. Walaupun itu cuman sekedar bertanya kabar, sekedar sms ataupun telpon. Aku tak akan keberatan, walaupun aku tau itu hanya akan menyakitiku berulang-ulang. Asalkan dia bisa ada terus buat aku, walaupun dia tak tau sesungguhnya ku kesampingkan perasaan yang dulu pernah ada, agar aku bisa lebih dekat dengannya…
Tapi Tuhan… Kalau aku tidak bisa mendekatinya dengan cara itu… Aku harap kenangan itu aku bisa lupa :)
KEKI ?
Bete itu ketika ada orang yang rese sama lo, padahal orang yang resein lo gak pernah sedikitpun kita resein. Yaudahlah ya mungkin orang yang kayak gitu emang nyebelin banget ya. Udah sifatnya dan gak bakal bisa berubah. Cukup sabar aja lah :)