Sebagian orang mungkin terlihat beruntung mendapatkan apapun keinginannya dengan mudah, tanpa perlu memeras keringat lebih tanpa perlu menjual banyak waktunya.
Sebagian lain, dari mereka harus pontang panting mengorbankan pagi buta untuk datang menjemput fajar dan pulang setelah malam berpamitan demi sesuap harapan.
Setiap hidup sengaja diberikan track beragam oleh tuhan. Adil itu bervariasi bagi setiap kepala. Terkadang mewah di harta tapi pecah di keluarga. Sering kekurangan tapi jarang sakit-sakitan.
Untuk hal kecil, kita lebih sering lupa daripada meneliti. Lebih sering menghakimi daripada berintropeksi. Sebenarnya, kita sedang menyalahkan diri kita sendiri, bukan? Mengapa tidak mampu membuka diri untuk lebih melihat luasnya dunia dengan ribuan juta penduduknya. Merasa seolah hanya kita satu-satunya.
Padahal secuil kepunyaan kita, bisa jadi adalah keinginan terbesar sebagian orang. Kita terlalu naif menganggap diri kita kecil, kurang dan lain sebagainya. Kita kurang sadar bahwa dalam Tuhan memberi semua sama rata.
Tuhan lebih tau takaran. Meskipun kalian lebih mahir hal perhitungan.
Nikmati hidupmu, usahakan mimpimu. Selagi kesempatan masih ada, jangan buang waktumu untuk menyesali, memaki diri sendiri. Percayalah, kamu bisa melakukan lebih banyak dan lebih baik dari itu.
Jangan lupa bersyukur.
Mlg, 19 Jan 20
















