Pertemuan
kita yang bertemu diantara pohon pinus dan akasia menjalar-lah pada setiap hala raga bergetar rasa yang memahat diamdiam sesaat dua pupil mata kita memukul lumbung dada ke palung hulunya angin pun urung meniup ke-khusyuk-an beberapa deras hujan kering daun turun rubuh bersamaan jantungnya luluh nafas yang seirama kuda semberani berlari sesak paruparunya sulit berkata padahal udara tak memadat tak menyekat










