Kupikir hanya senja yang berlalu, ternyata langkahmu juga.
seen from China
seen from China

seen from United States

seen from United States
seen from Canada

seen from United States
seen from Canada

seen from Germany
seen from United States
seen from Albania
seen from United Kingdom
seen from China

seen from United Kingdom

seen from United States
seen from China
seen from United States
seen from United States
seen from China
seen from Spain
seen from China
Kupikir hanya senja yang berlalu, ternyata langkahmu juga.
Aku duduk di antara Batur dan Agung Tipis-tipis pulasan oranye menyapu pipi senja Perlahan, semburatnya jelas Sedetik kemudian, kabut ikut turun meramaikan sambekala Tubuhku tidak lari dan jiwanya tak pernah sengaja melarikan diri Apa yang tersaji, kucicipi hati-hati Bibirku merapal kalimat yang tak lazim Gerakannya menghembuskan bulat-bulat udara dari dada Dingin tak pernah sebersahabat ini Ia kerap memeluk api yang redup dan nyala tanpa aba Di kedamaian kubilang, rezekimu tak pernah lupa waktu Jika waktunya, sampailah ia meski sudah tinggi dan tinggal semua upaya Kau hanya perlu percaya Tangan Tuhan berada di mana-mana
Saat mencintai, kita diharuskan menyisakan ruang untuk dibenci. Rasanya aneh dan tidak mungkin ya? Kenapa harus bersiap untuk dibenci? Kenapa tidak bisa seutuh-utuhnya mencintai? Karena setiap manusia berubah. Seiring berjalannya waktu, manusia beradaptasi mengikuti perubahan. Termasuk hati. Menyadari bahwa yang mencintai bisa saja membenci membuat kita sadar, bahwa paket dari cinta adalah patah hati. Entah karena meninggalkan atau ditinggalkan. Entah berpisah karena sudah hilang rasa atau habis usia. Ini bukan cuma hubungan dengan pasangan. Berlaku juga untuk pertemanan bahkan ikatan kekeluargaan. Semoga kita tetap mampu mencintai seseorang dengan cara yang sama, bahkan lebih baik. Sebesar apapun perubahan yang terjadi pada dunia kita. #katanuning #cinta #ruang https://www.instagram.com/p/CcX3D7_PsYE/?igshid=NGJjMDIxMWI=
Biasanya kita mencari pertolongan yang berada paling dekat dengan kita. Kebanyakan akan menjawab diri sendiri, orang tua, dan keluarga. Tapi, Allah bilang kalau Allah lebih dekat dengan kita daripada urat (pembuluh darah) leher. Allah mengetahui apa yang kita serukan pada diri sendiri. Bahkan lebih tahu dari diri kita sendiri. Jadi, saat kita meminta pertolongan kepada sesuatu selain Allah, kita telah berpegangan pada yang lemah. Kita pun telah melewati pertolongan yang lebih dekat untuk apa yang lebih jauh dan lebih jauh lagi. Pintu-pintu perlindungan lain boleh jadi Allah tutup saat badai untuk menjaga kita memasuki pintu yang salah. Di balik pintu palsu tersebut ada turunan dan bila kita memasukinya, kita akan terjerembab. Dengan rahmat-Nya, Allah menutup pintu tersebut untuk kita. Kesulitan sesungguhnya kemudahan, bila kita menyingkirkan segala harapan, pilihan, dan pegangan selain Allah. Semoga Allah merahmati kita untuk selalu mudah memilih-Nya sebagai sebaik-baiknya Pemberi Pertolongan. #katanuning #badai #tulisan https://www.instagram.com/p/CdKsImGvoRL/?igshid=NGJjMDIxMWI=
Dari Dahan Yang Patah
Dari dahan yang patah sore ini, aku belajar bahwa hujan merusaknya
Dari daun yang gugur, aku belajar bahwa angin menerpanya
Dari batang yang terbelah, aku belajar petir sesekali menyambarnya
Dari mereka, aku tahu bahwa sesuatu ada waktunya
Caraku mengungkapkan rasa (dan cinta), itu berbeda. Siapapun yang masuk menjadi tema tulisanku, ia pasti memiliki makna. Kali ini, aku menulis untuk Ibu dan Bapakku. Untuk mereka, orang tua yang doanya melancarkan hari-hariku, yang menitipkan nama baiknya padaku, yang menjadi perpanjangan tangan Tuhan di dunia. Aku langitkan doa untuk teman-temanku dan orang tua tersayang di rumah atau di surga. Semoga kita dan mereka selalu dilimpahkan kebahagiaan, keselamatan, keberkahan, kesehatan, kecukupan, dan pertolongan di dunia dan akhirat. Salam sayang, Nuning #MaybankersLoveStory #katanuning #orangtua #tulisan https://www.instagram.com/p/CLRcliNlmsq/?igshid=1jvigjmxm0p4