Kemarin aku menyimak suatu podcast, ada kutipan yang menarik:
"...Jangan jatuh cinta, sebab jatuh biasanya adalah hal yang tak disengaja. Aku memilih untuk cinta tanpa jatuh, sebab aku ingin mencintaimu dengan sengaja..."
Lantas apakah benar jika cinta dan perasaan adalah satu dua hal yang patut untuk disengaja? Kupikir semesta senantiasa menyiapkan segala rencana, bukan sebab kebetulan semata. Esok pagi mungkin aku bertemu, lalu bisa saja aku tiba-tiba cinta di petang hari yang tak tentu. Entahlah.
Jika memilih sengaja untuk mencinta, apakah tak lagi cinta juga disengaja? Kupikir kita adalah makhluk aneh yang terlalu rumit. Aku tak butuh alasan untuk memberi cinta, hingga tak perlu sebab pula untuk melupakan. Tak ada definisi yang mengartikan dengan makna yang jelas, cinta itu abstrak.
-memulai kembali untuk menuliskan keluh kesah tanpa arah di sini setelah beberapa waktu ditutup akses oleh pemerintah-















