Hola Amigos, Familia, barcelona, real oviedo!!
Sangat senang bisa kembali menulis setelah punya niat buat nulis tetapi selalu tertunda karena keadaan hidup yang tidak pernah sepi.
Sebelumnya selamat lebaran untuk para pembaca.
Selamat makan ketupat yang god knows udah dipanasin berapa kali, atau barangkali udah abis ketupatnya? Alhamdullilah.
Selamat juga buat makan kue-kue lebaran yang tak kunjung habis hingga akhirnya harus dikasihin ke tetangga.
Selamat menikmati uang THR juga, silahkan habisin karena nanti juga dapet lagi.
Selamat & semangat untuk kalian, umat, yang melaksanakan ibadah puasa sunnah syawal.
Kebanyakan selamat jadi lupa minta maaf nih. Minal aidzin ya lads, mohon maaf lahir & batin.
Jangan lupa untuk selalu berbuat kesalahan, karena kesalahan itu mendewasakan, kalau dipelajari, kalau engga goblok namanya.
Jangan lupa juga untuk senantiasa selalu berdosa, karena Tuhan a.k.a Allah itu maha pengampun ko. Jadi kalau udah berdosa ya jangan lupa bertaubat, atau nunggu lebaran tahun depan biar suci lagi. Karena apalah artinya hidup tanpa dosa.
Btw kemarin denger sebuah podcast, tapi lupa yang mana. Bahasan-nya lebaran, dan mereka bilang kalau lebaran itu adalah ‘tempat sirkus anak’. And that’s so accurate, kumpul lebaran mana yang engga ada bocah diomongin dan diagung-agungkan, ga ada woy. Makanya kalau bukan ‘tempat sirkus anak’ ya berarti ‘pameran anak’.
Oke cukup tentang lebaran-nya, ini ada satu topik yang pengen banget ditulis. Yaitu tentang kutipan atau quotes.
Menjadi (seorang) remaja dan melihat keadaannya di dunia nyata atau di sosial media. Mustahil kalau ga ada yang bahas dan posting tentang quotes, pasti ada.
Kecuali kalau hari-harinya dihabisin di bunker bekas perang dunia atau following kalian 0.
Jadi ceritanya uka sempet kritis ama orang-orang yang suka share begituan teh.
Maksudnya untuk apa gitu kalian share gituan teh, da moal matak jadi sampeu.
Belum lagi sama orang yang melakukan tindakan berdasarkan quotes, aduh.
Belum lagi yang tentang cinta, aduh-aduh. Kek udah paling sakit hati dan bahagia yang share-nya teh.
Pemikiran bahwa seseorang melakukan sesuatu setelah mereka membaca sebuah quotes teh bagi aku mah teu pisan.
PIRAKU SEBUAH TINDAKAN TERJADI KARENA SEBUAH KUTIPAN, pan teu kitu euy.
Jadi seperti kehidupan teh dikontrol dan dimotivasi ku quotes weh.
Udah siap mau ngepret umat-umat yang demikian, Saya malah dikepret duluan oleh realita, aduh-aduh-aduh.
I come to realise that basically our lives are guided by the quotes.
Mau segimanapun Saya nge-despise quotes, mereka emang penuntun hidup umat.
Banyak idealisme yang aku pegang itu awalnya hanya kutipan dari buku.
Al Quran juga itu isinya quotes semua. Kitab lain juga sama geura sok.
Jadi emang betul berarti quotes mengontrol dan menuntun hidup kita.
Begitu hebatnya berarti quotes itu. Hanya untaian kata, tapi kemampuannya luar biasa. Memengaruhi hidup manusia coy.
Kesadaran itu datang tatkala sedang merefleksikan diri bahwa secara tidak langsung akupun suka menyuarakan kutipan-kutipan tersebut.
Apalagi pas lagi nge-gosip mah, udah pasti bilangnya mah dari orang lain.
Biar kalau salah bisa ngelak, bilang aja tau dari angin lalu.
Ya jadi selain agama, sains, dan budaya, satu lagi unsur peradaban adalah kutipan/quotes.
Oke segitu dulu cuap-cuapnya. Semoga sepi semakin sering mampir ya biar sering nulis. CIAO BELLA!
P.S. Ini nulis sambil denger ‘Isyana Sarasvati - Tetapi Dalam Jiwa’ yang secara kebetulan shuffle to ‘Isyana Sarasvati - Tetap Dalam Jiwa (Piano Version).