Ramadhan #6: Kaya Dermawan
Kemarin, dalam sebuah kajian, penutup pertemuannya dikisahkan dengan cerita berhikmah. Saya menyimak. Kurang lebih begini ceritanya…
Suatu hari, ada tiga penghuni surga yang sedang berdiskusi di depan pintu surga. Mereka bertiga sungkan untuk memulai siapa yang duluan masuk surga. Mereka adalah mujahid, ulama, dan si kaya. Perbincangan pun dimulai…
Si kaya: “Silahkan kau duluan wahai ulama, karna tanpamu, aku dan manusia lainnya tidak akan paham dengan agama, maka kau lah yang lebih pantas memasuki surga terlebih dahulu”. Ulama: “Yang pantas duluan adalah engkau wahai mujahid, karna kau telah mati syahid di medan perang, betapa mulianya dirimu”.
Saat mujahid selangkah masuk ke surga, maka dia teringat sesuatu dan mundur kembali.
Mujahid: “Tidak. Sesungguhnya yang lebih pantas adalah engkau wahai si kaya, karna berkat kekayaanmu, aku bisa berangkat ke medan perang. Engkau yang membeli amunisi dan perlengkapan perang. Tanpamu, mungkin aku tidak akan berangkat berperang. Karna kau adalah si kaya yang dermawan”
-Selesai-
Teman-teman, dari cerita diatas kita jadi paham ya. Menjadi seorang muslim itu harus kaya. Kaya dalam hal tersirat dan tersurat. Kalau kita kaya nih, akan semakin banyak orang yang kita bantu. Tapi… Semua itu butuh proses pembelajaran. Gak ujug-ujug. Perlu latihan sebelum nanti ‘kaya beneran’. Yakni sedekah. Kemarin saya sudah bahas tulisan ‘sedekah kecil-kecilan’. Nah ini adalah cara latihan kita. Melatih kebiasaan baik itu jangan dinanti-nanti. Kalau kita bisa memulainya saat ini, maka kedepannya tidak akan sulit untuk 'memberi’ dan berbagi.
Gak perlu nunggu kaya dulu baru ngasih. Tapi ngasih terus dan terus, mulai dari sekarang yang gak punya, terus sampai nanti yang pas-pasan, terus dan terus sampai kita udah kaya secara finansial. Biar gak susah tangannya, biar mudah gerakin tangan kita buat berbagi. Gak kaku, gak banyak mikir, gak takut rugi. Semua itu perlu dibangun dan dirintis dari sekarang. Biar nantinya kebal, gak itung-itungan. Dan ternyataaaa… Seorang yang kaya+dermawan lah yang masuk ke surga duluan. Semoga kita bisa seperti itu ya. Kaya, cakep, sholeh sholehah, pinter, dermawan pula. Ademers jadinya. Hehe.
Wallahua'lam…
Bandung, 1 Juni 2017 / 6 Ramadhan 1438H ©Janatun Rahmilah











