Ramadhan Kareem to all my Muslim friends 🌙✨ May this month bring peace, gratitude, and deep reflection. Let’s lean into kindness, patience, and community — small acts matter. Wishing you accepted prayers, blessed fasts, and a heart full of light. 💫🤲
seen from Malaysia
seen from China
seen from Kazakhstan
seen from Germany
seen from Venezuela

seen from Malaysia
seen from United States

seen from United States

seen from Croatia

seen from United States

seen from Croatia
seen from Italy

seen from Italy
seen from China
seen from China
seen from United States

seen from United States

seen from Malaysia

seen from United Kingdom
seen from China
Ramadhan Kareem to all my Muslim friends 🌙✨ May this month bring peace, gratitude, and deep reflection. Let’s lean into kindness, patience, and community — small acts matter. Wishing you accepted prayers, blessed fasts, and a heart full of light. 💫🤲
kabar baik.
rutinitas berkunjung ke rumah orangtua adalah salah satu momen yang aku dan suami nantikan, terutama untukku. banyak hal yang aku dapatkan ketika aku mengunjungi Bapak dan Ibu dirumah. Ibu selalu ada banyak cerita yang selalu dibagikan kepadaku, Ibu memang seperti itu, sangat ceria seperti mentari yang tidak pernah kehabisan energinya.
ada di satu momen dimana aku dan Ibu duduk di ruang tamu, kami sedang mengobrol tentang banyak hal. lalu Ibu teringat dengan sebuah kisah dari teman Ibu yang kemarin menjenguk nenek di Rumah Sakit. Ibu mendapat cerita ini langsung dari temannya sendiri.
teman ibui: "Sekarang anakku L (inisial nama anak teman Ibu) sedang hamil 6 bulan, mbak. 17 tahun penantian, akhirnya sekarang bisa hamil, mohon doanya ya mbak semoga semuanya lancar."
teman Ibu memang memanggil Ibuku dengan panggilan mbak.
Ibuku: "Masya Allaah, Alhamdulillah." Ibu menangis ketika mendengar kabar tersebut.
Teman Ibu: iya, mbak. Alhamdulillah, suatu keajaiban dia bisa punya anak. karena kesabarannya dia ya Masya Allaah. aku sebagai ibunya saja kadang masih suka menangis sendiri melihat lika liku kehidupannya yang nggak pernah mudah itu.
bayangin saja, dia 10 tahun menikah dengan S (inisial menantu laki"nya), tidak memiliki anak. selama 3 tahun terkahir pernikahannya dia diuji suaminya stroke nggak bisa bergerak sama sekali. tidak lagi bisa bekerja, jadi dia memutuskan bekerja sebagai buruh tani untuk mencukupi kebutuhannya dan merawat suaminya sampai akhirnya suaminya meninggal dunia. dia sabar sekali, tak pernah sedikitpun aku mendengar keluhannya atau tangisannya didepanku sebagai ibunya.
setelah kepergian suaminya dia menjadi janda dan memutuskan pulang kerumah untuk membesarkan adik-adiknya. ia sekolahkan adik-adiknya dengan biaya dari dia menjadi buruh tani. dia tidak mengeluh kenapa nasibnya begini, dia ikhlas menjalani takdirnya tanpa mengeluh sama Allaah.
sampai akhirnya di tahun ke tujuh dia menjadi janda, dia dikenalkan oleh majikan yang punya sawah ke sepupunya. lalu tak berselang lama mereka cocok dan akhirnya menikah. sekarang L ikut suaminya di Makassar. dia jarang bercerita tentang kehidupannya yang dulunya sangat gelap dan penuh ujian bahkan tidak pernah aku dengar cerita kehidupannya. dia selalu tersenyum setiap kali aku tanya gimana kabarnya.
kemarin dia menelponku, mengabarkan kepadaku kalau saat ini dia tengah hamil.
L: sudah 6 bulan Mak, L disini sehat dan bahagia sekali. Allaah baik banget sama L. dikaruniai mas K (suaminya sekarang) dan sekarang sedang hamil. L bahagia Mak, Mak gak usah khawatir ya. insya Allaah nanti kalau L melahirkan, emak temenin L disini ya." ucap L via telp
temen Ibu: diantara anak-anakku mba, anakku L ini paling suabar. tak marahi dia gak pernah membantah, gak pernah bikin aku nangis, gak pernah bikin aku sedih, dia pinter, nurut sama aku. nggak neko-neko anak ini, taat ibadahnya, gak pernah pacaran, gak pernah genit atau centil sama laki-laki.
dulu aku mikirnya, Ya Allaah, anakku nasibnya kok begini, dia paling sabar, paling baik tapi kenapa nasibnya paling tidak beruntung dibandingkan dengan saudaranya yang lain. dan ternyata benar. mintalah pertolongan Allaah dengan sabar dan sholat. dia sabar sekali dengan ujian yang Allaah beri, tidak pernah mengeluh, tidak pernah marah.
aku mendengar kisah tersebut dari lisan ibu langsung, dibuatnya aku takjub sekali. betapa sabar itu tidak mudah, terasa sakit dan pahit saat melaluinya. namun sungguh janji Allaah itu pasti, akan memberikan kabar yang baik bagi mereka yang sabar.
Allaah hanya meminta kita untuk bertahan, untuk bersabar, untuk menahan diri dari rasa sakit yang kitapun sendiri tidak tahu kapan akan berakhirnya. pahit memang tapi inilah keyakinan akan janji Allaah. dunia ini hanya sementara, ujian akan datang silih berganti tanpa kita bisa menyeleksi ujian seperti apa yang kita mau.
hari ini rasanya seperti Allaah ingin memberiku sebuah pengetahuan perihal kesabaran yang tiada batasnya. ibaratnya kamu hanya disuruh untuk bersabar, nis, tawakal, dan menyerahkan semuanya kepada Allaah. tanpa rasa takut, tanpa rasa khawatir, tanpa rasa ragu pada janji Allaah.
kabar baik itu akan selalu datang bagi mereka yang teruji imannya dengan kesabarannya yang luar biasa. Allaah yang menguatkan mereka sebab keyakinan mereka kepada Allaah juga tiada batas.
Allaah bersama dengan orang-orang yang sabar dan sabar itu bukan berarti berdiam diri, pasrah akan takdir. tidak, tidak demikian. sabar itu bergerak, ia bergerak dengan melakukan ketaatan kepada Allaah, ia berupaya untuk meminta pertolongan Allaah setiap waktu, setiap keadaan.
sabar bukan berarti tidak boleh lelah. dalam sabar juga terkadang merasakan lelah dan rasanya ingin menyerah, namun ia meyakini bahwa berputus asa bukanlah akhir yang harus ditempuh.
rasanya seperti Allaah sedang ingin mendidik diriku melalui kisah ini bahwasanya balasan dari sabar itu sungguh indah, sungguh luar biasa. maka berikanlah kabar gembira kepada mereka orang-orang yang bersabar. sebab Allaah bersama orang-orang yang bersabar.
ya Allaah, benarlah hadiah dari rasa sakit, hadiah dari sabar yang tiada batas bukanlah kipas angin ataupun lemari es dua pintu, melainkan hadiahnya jauuh lebih besar dari itu semua yang terkadang logika manusia tidak mampu menjangkaunya.
فَٱصْبِرْ صَبْرًا جَمِيلًا
Maka bersabarlah kamu dengan sabar yang baik. (QS. Al-Ma'rij ayat 5)
وَبَشِّرِ ٱلصَّٰبِرِينَ
...Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar. (QS. Al-Baqarah ayat 155)
kamu hanya perlu sedikit bertahan dari rasa sakit dengan terus mengupayakan kesabaran yang tiada batasnya. sesuatu yang kamu tangisi pada hari ini, barangkali kelak akan sangat kamu syukuri nantinya.
Ramadhan dan hikmah didalamnya || 10 Ramadhan || 21.39
Sesenang-senangnya setan saat berhasil membuat kita bermaksiat kepada Allah, jauh lebih senang ia saat berhasil membuat kita berputus asa dari ampunan Allah atas maksiat yang kita perbuat. Dan atau berhasil membuat kita tidak merasa bersalah atas maksiat yang telah dilakukan.
Kerana itu menyadari bahwa kita berdosa adalah sebuah keberkahan dari Allah dan merupakan tanda keimanan.
Sebab banyak yang masih hidup dan bahkan sudah mati mengira bahwa mereka tidak melakukan kesalahan apapun.
Semoga Allah ampuni kita atas semua dosa yang pernah kita perbuat yang disadari maupun yang tidak, yang kecil maupun besar dan yang telah lalu maupun yang akan datang.
Marhaban yaa Syahro Shiyam✨
semoga Ramadhan tahun ini lebih baik dari tahun lalu, lebih banyak ibadah khusyuk nya, lebih banyak amal ikhlas nya,,
semoga di Ramadhan tahun ini pula banyak dosa yang diampuni,
Ya Allah Ya Rabb,
Semoga Engkau ridho🤲🏻
Ramadhan Kareem✨
1445 H
Hari kemenangan akan sangat bermakna bagi ia yang telah mampu menahan segala nafsu nya.
Ketika biasanya tidak sholat, ia mampu untuk memaksakan diri untuk melaksanakan sholat. Ketika biasanya sangat mudah melakukan ghibah, kini ia isi dengan sesuatu yang bermanfaat. Ketika waktu senggang digunakan untuk scroll sosial media, ia paksa isi dengan membaca Al-Quran. Ketika interaksi dengan lawan jenis yang belum halal sangat mudah dilakukan, ia berhati-hati dalam bersikap.
Jika segala sesuatu yang diluar batas, mampu ia kendalikan terutama nafsu dan hingga memaksakan diri untuk melakukan apa yang Allah perintah itu, hari kemenangan itu akan sangat berarti.
Selamat berlelah-lelah untuk bekal di akhirat ya; sejatinya yang hidup dan diberi waktu untuk memperbaiki diri itu adalah anugerah
9 Ramadhan 1445 H | 20 Maret 2024
As the last Jummah of Ramadan Al-Kareem is greeted by the setting sun, gratitude and peace heavily fill the heart. The Jummah Khutbah today, attended amidst the community of believers, enveloped the soul in a tranquility so serene. A reminder of the limitless mercy and love bestowed by Allah was shared by the Imam, touching deeply and stirring emotions within.
This sacred month, a journey of patience, reflection, and spiritual awakening, has prepared us once again to be kinder, more compassionate, and enriched in spirit. The unity and brotherhood observed during the prayers today mirrored the strength and devotion of the Ummah beautifully.
With the conclusion of this blessed month upon us, let the lessons learned and the peace felt guide our actions and intentions through the year.
May our fasts, prayers, and acts of kindness be accepted by Allah, and may the essence of Ramadan continue to light our hearts and homes. A commitment to maintain the spirit of Ramadan until its return is made with hope.
A peaceful and blessed Jummah al-Vida is wished for all. As this holy month draws to a close, may everyone be drawn closer to Allah and to one another. 🌙✨
#BlessedFriday #AlvidaJummah #RamadanKareem #SpiritualJourney #PeaceAndLove #MuslimUnity #FaithAndDevotion #LastFriday #PrayerAndPeace #JummahMubarak #RamadanReflections
60 days till ramadan (more or less)
at any given point of the year, muslims look forward to the arrival of ramadan and with just sixty days to go, the blessed month is truly fast approaching. however, these last 3 years have been unlike any other that any of us is old enough to remember. we’ve gone in and out of multiple quarantine and stay-at-home orders, some of us have lost our jobs, and others have unfortunately lost loved ones. in some way or another, we are all grappling with the struggles this global pandemic has wreaked upon our lives. in march 2020, muslims from around the world helplessly watched the heartbreaking scene as the masajid locked their doors, the kabah was barricaded, and janazahs were buried without ghusl. these past few years have been quite different than any other, in the most tragic of ways.
but our community is strong and resilient. as people lost their jobs and struggled to put food on the table for their families, the generosity of our brothers and sisters poured forward in an undeniable way. so many put themselves in harm’s way for the sake of their muslim brother and for the good of the community, from doctors and nurses in overrun hospitals to the volunteers that washed bodies and prayed janazah when we were plagued by the uncertainty of how exactly this deadly virus spreads. this spirit of sacrifice for the betterment of others is truly the light of the muslim community that shines through the darkest of times.
and even though we spent that ramadan at home, praying taraweeh alone, distancing our hearts as we refrained from hugging or shaking hands, ramadan did not lose its spiritual significance. yes, we missed being able to pray in jama’ah, to attend lectures and meet our brothers and sisters, but that ramadan proved something even more important. despite the fact that the masjid was closed and we prayed alone, we still worshipped Allah ﷻ. we still tried our best to please Him ﷻ. we still worked our hardest to make the most of our ramadan and multiply our rewards. this is proof that Allah ﷻ is not in the masjid, not even the kabah, but truly وَهُوَ مَعَكُمْ أَيْنَ مَا كُنْتُمْ .
and that’s what we should take with us into this ramadan season. as the masajid are, alhamdulillah, finally open in full capacity again and the haramain are welcoming more visitors than ever before, we must summon the same fear of the unknown and hope for a brighter tomorrow that we held through these dark years. for indeed, we should fear that which will become of us after death but remain hopeful of Allah fulfilling our duas to become closer to him that ever before. Allah is wherever you look for Him ﷻ, so begin your journey back to the Creator today.
Ramadhan, bulan pengabulan doa
Bukan hanya sebagai bulan turunnya Al-Qur'an, juga bulan yang banyak kemenangan umat Islam terjadi padanya, bulan mulia ini rupanya juga menjadi bulan pengabulan doa bagi setiap muslim/muslimah. Di dalam bulan mulia ini terdapat banyak waktu-waktu mustajab dikabulkannya doa-doa kita, diantaranya :
Ketika sahur. "Rabb kita tabaroka wa Ta’ala turun ke langit dunia ketika tersisa sepertiga malam terakhir. Lantas Dia berfirman, "Siapa saja yang berdo’a kepada-Ku, maka akan Aku kabulkan. Siapa yang meminta kepada-Ku, maka akan Aku beri. Siapa yang meminta ampunan kepada-Ku, maka akan Aku ampuni." (HR. Bukhari no. 1145 dan Muslim no. 758).
"Makan sahurlah kalian karena dalam makan sahur terdapat keberkahan." (HR. Bukhari dan Muslim)
Ketika sedang berpuasa. Imam Nawawi rahimahullah berkata, "Disunnahkan orang yang berpuasa untuk memperbanyak do’a demi urusan akhirat dan dunianya, juga ia boleh berdo’a untuk hajat yang ia inginkan, begitu pula jangan lupakan do’a kebaikan untuk kaum muslimin secara umum." (Al-Majmu’, 6: 273)
Ketika berbuka puasa. "Ada tiga doa yang tidak tertolak. Doanya orang yang berpuasa ketika berbuka, doanya pemimpin yang adil, dan doanya orang yang terzhalimi." (HR. Tirmidzi no.2528, Ibnu Majah no.1752, Ibnu Hibban no.2405, dishahihkan Al Albani di Shahih At Tirmidzi).
Meskipun demikian, di dalam bulan Ramadan juga masih tetap banyak waktu mustajab dikabulkannya doa, bukan hanya mengacu pada tiga waktu di atas, misalnya berdoa ketika hujan turun, antara adzan dan iqomah, sebelum salam ketika shalat, dalam sujud saat shalat, safar (dalam perjalanan), dan lain sebagainya.
Maka, masihkah mau engkau melewatkan begitu saja kesempatan terbaik di bulan mulia ini, yang masih Allaah pertemukan denganmu, yaitu salah satunya adalah mustajabnya doa-doa dikabulkan?
Teruslah berdoa, ucapkan berulang-ulang kebaikan yang kamu inginkan‐harapkan, meski di tengah dahaga nya dirimu, lelahnya dan padatnya kegiatanmu. Semoga Allaah Ta'ala perkenankan doa-doa kita di bulan Ramadan ini, aamiin yaa Robbal 'Alamiin.