Cerita ke-4
"Hei lihatkah kau di media sosial dan televisi Negara kita sedang ada masalah?" Tiba-tiba sekali kau bertanya seperti itu dan lagi ketika posisiku sedang menghisap asap tembakau. "Hahah ku pikir kau telah lama tau" Hah kau pikir aku siapa bisa tau tentang kejadian hari ini. Oke karna kau bertanya maka akan ku jawab meskipun aku tidak berkewajiban menjawabnya.
Pertama ada hal yang kau harus tau, aku sangat jarang menonton televisi dan media sosial hanya terbatas beberapa saja, bukan sombong atau gimana namun hanya aku membatasi informasi yang kuterima. Perihal kejadian saat ini sebatas pengetahuanku Negeri ini sangat amat damai dan menyenangkan, dengan orang-orang yang beragam. Kejadian di Wilayah Timur saat ini, kurasakan sangat sedih hal yang seharusnya tidak perlu ada.
Mungkin kau sudah tau sebab mengapa mereka sangat marah, karena ada orang-orang dengan tingkat kebenaran yang mendekati Tuhan bertindak anarkis dan rasis terhadap mereka. Namun taukah kau tindakan tersebut sengaja atau tidak disengaja?
"Hmm sepertinya disengaja karna tidak mungkin itu secara kebetulan, apalagi sebatas bendera yang berada di selokan" Menurutku ini bertujuan untuk menciptakan kerusuhan secara Nasional mengingat . . . . Oke sebelum kulanjutkan ini semua adalah pendapatku jangan ada baiknya jangan kau percayai. . "Baiklah."
Banyak sekali hal yang terlalu tepat jika itu dibilang kebetulan kupersingkat kejadian di Timur seperti ada yang mengkordinir, lebih kutegaskan aku yakin ada orang-orang yang dengan sengaja ingin menciptakan itu. Asumsiku tidak mungkin Negara kita seperti itu, jika ku katakan ini salah satu konspirasi dunia.
" Tunggu tunggu kau terlalu berhalusinasi kali ini", bisakah kau dengarkan saja?
Berapa lama dan berapa banyak Negara Negara lain yang menghisap hasil bumi Indonesia, tambang emas di Papua salah satunya, mengapa tiba-tiba sekali mereka ingin merdeka, atau apakah dengan tindakan rasis lalu mereka mudah mengatakan ingin merdeka, aku rasa tidak ada oknum yang menunggangi mereka dengan dalih merdeka untuk Papua.
Aku malas sekali menulis cerita saat ini, tapi aku hanya ingin memberitahu bahwa keyakinanku saat ini adalah jika persoalan ini dapat selesai dan tuntas maka tahun tahun berikutnya kau akan melihat kejayaan suatu Negara dari Tenggara. . .
"Semoga saja, amiin paling serius"
To be Continued. . . .











