: As far as I can go [15]
This is not only the the way I want to Kabur. This is just the way I want to see my self as far I can survive.
photo by arek adeoye on unsplash
Sebelum semakin banyak limitasi yang ada, kesempatan itu selalu ingin saya ambil. Limitasi disini adalah bukan cuma perkara norma sosial atau adat istiadat tapi juga agama. Karena telah ada di dalamnya maka saya perlu sedikit banyak harus mengetahuinya.
Mungkin jika ada waktu senggang sejauh ini masih ditempuh dengan menyukai perjalanan sendiri diatas kereta dengan terbengong melihat keluar cendela. Kadang juga masuk dalam keramaian yang tentunya tidak ikut ambil andil di dalamnya.
Dulunya hanya cukup pergi ke cafe atau tempat makan langganan seorang diri bagi saya adalah sebuah perjalanan to run away (sejenak). Tapi belakangan belum bisa karena kondisi yang belum memungkinkan. Kadang semua terasa asing.
Tapi keasingan tersebutlah yang banyak membuat saya kadang rindu untuk bisa mencoba dan merasakan kembali. Dalam hati kecil takut untuk Kabur ke suatu tempat baru adalah sebuah tandangan yang memacu adrenalin. Namun jika tempat-tempat tersebut kurang membuat saya nyaman apalagi dalam hal kebersihan. Disitu saya hanya bisa termanyun, yang sejujurnya pengen selow aja tapi belum bisa :(.
Tapi jika di total-total tempat yang secara tidak sadar sering saya kunjungi sebelum “negara api menyerang” adalah book store. Bukan berarti suka baca, tidak juga tetapi berada disana membuat terasa nyaman saja.
Tapi untuk sekarang If I can, I would go to another station like not usual (office & boarding house). I wanna go to Singapore (singapore by the bay and camp on the beach at the weekend on South Korea too).
If you ask me the reason, I dont know why. Just want to go.
Jan, 2 2021. (After dinner time).
“If you could run away, where would you go?”















