untuk melanjutkan dari yang sebelumnya yang berbicara tentang code beserta sourcenya. kali ini tidak jauh pula dengan itu, akan ada sebuah lanjutan untuk cerita.
terusan dari postingan sebelumnya, yang mengenai serangan yang bisa dilakukan oleh siapa saja terhadap sebuah software. lebih lengkap jika bicara soal keamanan. untuk mengamankan suatu software dibutuhkan version dan build. tentunya untuk menangkal bugs yang sudah ada, pasti para penyerang akan senantiasa memberitahu bugs yang ada. dari build sebelumnya yang berbugs banyak dan build terbaru yang notabene sudah sedikit bugs. namun bugs akan kembali hadir jika tidak ditutupi oleh fitur baru yang ada dalam software tersebut. okelah, mari kita tambahkan versinya dengan menambah fitur yang kurang bermanfaat pada software, layaknya pemutar audio bisa tambahkan equalizer, bisa tambahkan volume yang maks hingga 200 % etc.
dalam kehidupan nyata, tak luput juga tentang perbaruan build dan version. jika build memperbaiki bugs yang ada dan version menambah fitur yang ada atau berubah dari unstable menjadi stable. implementasinya cukup mudah, dari segi hubungan yang dulu sering dicemooh karena tidak serasi, yang cowok kurang putihlah, ceweknya judeslah, dan macam macam hujatan lainnya akan hilang seiring berubahnya masing masing dan kemauan pribadinya untuk meneruskan hubungan tersebut.
jika bugs yang ada sudah hilang, cowok sudah berubah baik, cewek sudah good looking jika masih ada yang menghujat mereka tambahkanlah fitur baru dalam hubungan kalian. yaitu lebih romantis, namun masih dalam konsep wajar, layaknya kasih mawar dalam menjemputnya, atau kasih suprise pada salah satu hari disetiap minggu. ajakin makan bertema candle-light dinner yang bersuasana dan berkesan romantis. maka orang yang menghujat akan menghargai pasangan tersebut dan bisa berfikiran bahwa keduanya tidak bisa dipisahkan.
jika bicara mengenai software, ada banyak tahapan untuk membuatnya.
1. tahap inisialisasi : untuk menentukan variable apa saja yang ingin dipakai dalam membuat software, dalam dunia nyata bisa berarti apa saja yang membuat anda suka kepada lawan jenis.
2. tahap proses : untuk menentukan logika, algoritma pada sebuah software. mengolah variable menjadi informasi untuk decision, looping dan bisa untuk procedure. dalam dunia nyata lebih rumit, proses meliputi keberanian, ketahanan, dan seberapa dalam anda mengagumi pasangan. dan pada akhir akan ada decision untuk menentukan output
3. tahap output : untuk menampilkan hasil baik berupa informasi ataupun data yang bisa ditampilkan melalui layar, kertas ataupun file. dalam real world bisa berupa status yang dianut kepada sang pengagum, bisa jadi “pacaran”, bisa jadi “ditolak”, bisa jadi “kena PHP”, bisa jadi “TTM” bisa jadi “taaruf” dll.
itu tahapan sederhana dalam sebuah koding software. namun software juga tidak sesimple itu masih ada penyimpanan (database), koneksi internet(web service) dll. asumsikan bahwa database adalah kenangan yang tercipta oleh pasangan dan web service adalah jauhnya hubungan kalian namun tetap stay connected and tuned. saat hubungan semakin lama maka semakin kompleks juga, seperti software, skala yang sudah memasuki enterprise akan membutuhkan namanya webservice dan database. jika hubungan yang terbangun sudah lama pasti memiliki database (kenangan) dan pada akhirnya ada yang ditinggal pergi kerja sehingga membutuhkan web service untuk selalu berkomunikasi.
saat sudah memasuki skala itu maka penyerang pun lebih giat untuk melakukan agresinya. terlebih yang berhubungan melalui web service (LDR) pasti kian dipojokkan dan dibully dengan bullyan ala desa. jika yang security sudah memebuhi syarat dan mengadopsi port 443 alias https memang sangat aman, karena sudah terenkripsi dan hackerpun tidak tau kunci untuk dekripsinya. pasangan yang seperti ini memang sudah pantas diacungi jempol, sudah bisa percaya satu sama lain walaupun jarak saling memisahkan mereka. namun jika mereka yang masih mengadopsi port 80, rawanlah hubungan mereka. masih belum secure, palingan ada yang cakep dikit langsung tertarik. ini lah yang patut diwaspadai, selain itu database yang belum dinormalisasi (baca : kenangan buruk) selalu diungkit ungkit untuk sengaja merusak webservice yang kian berkurang bandwidthnya.
walaupun banyak dari mereka sudah mengadopsi port 443 dengan menggunakan SSL yang bagus tentunya webservice juga memerlukan bandwidth, kalo dalam istilah nyatanya yaitu bosan. yup, harga bandwidth itu memang mahal, namun untuk menambah rasa supaya tidak bosan itu lebih mahal. tinggal mereka saja yang masih ingin menggunakan atau tidak. dari semua itu masih ada satu yang paling secure, karena tidak terpublish secara gamblang, yaitu vpn (virtual private network) pastinya enkripsi yang digunakan sangat bagus, bisa berganti kunci setiap berkomunikasi. untuk kecepatannya sungguh menawan. bandwidthnyapun luas, namun ini yang paling mahal dari semuanya. apalah arti semua itu jika hardware yang digunakan sudah usang atau tidak suppot atau bsod.
kesimpulannya yaitu tidak ada komunikasi yang benar benar aman, pasti selalu ada yang ingin mengganggu, walaupun sudah dienkripsi seperti apapun akan tercuri datanya. alhasil tidak ada yang abadi dalam dunia ini, meskipun ada yang bilang cinta itu tidak memandang fisik, harta dll, tetap saja tidak bisa evergreen. semua ada batasannya. jika tidak dibatasi maka semua pemikiran akan bisa terlaksana. walaupun sudah berimprovisasi tetap saja ada konstrain yang tidak bisa dilanggar.