Apakah daging kerbau halal? Simak hukum konsumsi kerbau dalam Islam, bolehkah untuk qurban, dan manfaatnya yang jarang diketahui. Penjelasan
seen from Romania
seen from Romania

seen from United States

seen from United States
seen from China

seen from Australia
seen from United States

seen from United States
seen from Belarus

seen from United States
seen from Türkiye

seen from China

seen from China

seen from United States
seen from China
seen from China

seen from China
seen from Colombia

seen from Malaysia

seen from United States
Apakah daging kerbau halal? Simak hukum konsumsi kerbau dalam Islam, bolehkah untuk qurban, dan manfaatnya yang jarang diketahui. Penjelasan
Ratusan Pasang Kerbau Meriahkan Jembrana Cup 2023
BALIPORTALNEWS.COM, JEMBRANA - Makepung sebagai salah satu tradisi khas dan budaya masyarakat Kabupaten Jembrana telah mewarnai dinamika daerah dan masyarakat Jembrana. Selain sebagai ekspresi seni budaya tradisional yang wajib dilestarikan dan dikembangkan, makepung juga merupakan daya tarik wisata yang potensial, karena ciri khas dan keunikannya yang tiada duanya di Bali dan bahkan di tingkat nasional maupun internasional. Diikuti sebanyak 226 peserta, Lomba Makepung Jembrana Cup 2023 dibuka Bupati Jembrana I Nengah Tamba, Minggu (15/10/2023) di Sirkuit All in One Desa Pengambengan sukses menyedot perhatian ribuan masyarakat yang menonton secara langsung. Dari 226 peserta tersebut terdiri dari 121 regu barat (Ijogading Barat) dan 105 regu timur (Ijogading Timur). Bupati asal Desa Kaliakah ini mengatakan bahwa Mekepung merupakan barang yang sangat mahal, tentu dengan adanya Sirkuit All in One ini sebagai jawaban peduli Pemerintah Daerah terhadap sekaa mekepung. “Kita terus berpikir bahwa tidak selamanya kita bisa pertahankan sirkuit yang ada di desa-desa yang ada sekarang ini mana kala perkembangan penduduk semakin bertambah disepanjang jalan. sirkuit yang sudah ada mungkin di tuwed, delodberawah sudah dibangun rumah, dibangun industri. Kita tidak bisa membendung karena itu bukan milik kita. Karena itu, keberadaan Sirkuit All in One sebagai jawaban untuk pelestarian tradisi mekepung yang ada dijembrana," sambung bupati Tamba. Lebih lanjut, Bupati Tamba mengatakan Sirkuit All in One ini sebagai salah satu tempat aktraksi budaya yang mungkin bisa dipertahankan sepanjang masa. “Tempat ini (Sirkuit All in One) untuk mereka (masyarakat) bukan Bupati, silakan tempat ini digunakan dan dirawat,” ungkapnya. Sementara, Koordinator Mekepung, I Made Mara menjelaskan, Mekepung Jembrana Cup 2023 yang selenggarakan hari ini diikuti sebanyak 226 pasang. Dari 226 pasang itu dibagi menjadi dua regu yakni 121 untuk regu barat dan 105 untuk regu timur. “Peserta mekepung sampai hari ini sangat meningkat dibandingkan dengan sebelumnya. Namun sekarang semuanya meningkat untuk timur 105 pasang dan 121 pasang untuk regu barat,” jelasnya. Lebih lanjut, pihaknya menyampaikan bahwa Bupati Jembrana sangat getol untuk mempertahankan warisan nenek moyang kita yang sudah menjadi icon kabupaten Jembrana sendiri. “Dengan itu kami selaku kordinator mekepung mewakili dari pada anggota semua berterima kasih kepada bapak Bupati Jembrana yang sudah begitu antusias beliau memperjuangkan daripada memelihara seni budaya ini supaya tidak tenggelam,” ungkapnya. Mara menambahkan, dengan bukti nyata yang telah berikan oleh Bupati Jembrana. Dirinya bersama sekaa mekepung lainnya sangat mendukung segala program Bupati Jembrana. “Dengan itu kami sekaa mekepung kabupaten jembrana apapun menjadi program bapak bupati kedepan kami mendukung. Kenapa program yang baik kok kita tidak dukung, pasti kita dukung selama program itu berpihak kepada masyarakat satu bukti di sini (Sirkuit All in One),” tandasnya.(ang/bpn) Read the full article
Makepung Lampit, Bupati Tamba Minta Jaga Warisan Budaya
BALIPORTALNEWS.COM, JEMBRANA - Makepung sebagai salah satu warisan budaya leluhur kabupaten Jembrana harus dijaga kelestariannya. Hal tersebut disampaikan Bupati Jembrana I Nengah Tamba saat menghadiri Lomba Makepung Lampit yang diselenggarakan Sanggar Tari Bali Satya, Minggu (11/9/2022) di Sirkuit Makepung Lampit Subak Tegalwani Pangkung Jajung Cibunguran, Desa Kaliakah, Jembrana. Menariknya, Wakil Bupati Jembrana, I Gede Ngurah Patriana Krisna juga ikut berpartisipasi sebagai joki menjajal sirkuit sepanjang 50 meter tersebut. Selain orang dewasa, ajang mekepung di atas lumpur ini juga diikuti anak-anak hingga wanita sebagai generasi penerus yang sukses menyedot ribuan penonton yang hadir. Ditemui usai menyaksikan perlombaan makepung lampit, Bupati asal Desa Kaliakah ini menjelaskan, adanya makepung lampit ini juga untuk memperkenalkan budaya Jembrana di kancah Internasional. "Kalau makepung darat itu kan sudah diakui memang, nah ini sekarang makepung lampit di sawah juga harus dilestarikan," ungkapnya. Bupati Tamba menambahkan, kegiatan Makepung ini adalah bagian dari atraksi Budaya yang ada di Kabupaten Jembrana. "Tentu, kita sudah mengetahui makepung yang ada di darat, atau makepung di tanah, hari ini dilaksanakan yang di tanah basah (makepung lampit), ini merupakan bagian dari warisan budaya leluhur kita, agar selalu dijaga, jangan sampai hilang," ujarnya. Sementara salah satu panitia makepung lampit Nengah Bandi Astawa saat ditemui mengatakan, pelaksanaan makepung lampit diikuti sebanyak 30 orang peserta. "Diantaranya 10 peserta di Grup A, 10 peserta di Grub B, dan 10 peserta di grup C. Selain peserta yang sudah berpengalaman, hari ini kita juga lombakan para generasi penerus dalam makepung ini, jadi astungkara tetap ada yang melanjutkan," paparnya. Mengenai aturan perlombaan, lanjut Astawa, nantinya dalam lintasan sepanjang kurang lebih 50 meter ini ada tiga bendera berjejer di sepanjang lintasan dengan jarak bendera pertama 10 meter, bendera kedua 20 meter dan bendera ketiga 20 meter. "Bendera pertama itu untuk start, bendera kedua itu untuk batas joki makepung duduk diatas lampit, sementara bendera ketiga untuk finish," jelasnya. Peraturannya itu, lanjut Astawa, para peserta lomba akan di arahkan menuju start dengan berjalan untuk memahami jalur lintasannya, kemudian dilepas start harus berdiri sebelum sampai di batas bendera kedua. "Jalurnya juga tidak boleh berubah, para peserta harus bisa mengendalikan kerbau mereka agar berlari lurus kedepan dan dapat menjaga keseimbangan. Jika kerbau melenceng dari jalur itu di diskualifikasi, sama dengan ketika kerbau finish tanpa joki," tandasnya.(bpn) Read the full article
Rumput Napier To order mesej.penternak.biz.my #Silage #silaj #Lembu #kerbau #kambing #livestock #penternak #cattle #cow #buffalo #goats #farm #lembusado #pet #animal #napiergrass #napier #grass # animalfeed #feed #guineapig #guineapigfood #rabbit #ruminant #ruminan #Foddercube #penternakan #penternak.biz.my #penternakbizmy To order mesej.penternak.biz.my (at Pondok Tanjung, Perak, Malaysia) https://www.instagram.com/p/CgC1ey_hREp/?igshid=NGJjMDIxMWI=
Niat Berburu Babi Malah Membuat Tumbang Seekor Kerbau
Niat Berburu Babi Malah Membuat Tumbang Seekor Kerbau
Pessel, Sumbarlivetv.com – Telah terjadi cekcok mulut hingga pemukulan antara pak roma yang mempunyai seekor Kerbau dengan seorang berinisial P dengan anjingnya yang ingin pergi berburu babi. Kejadian ini terjadi terjadi pada hari kamis pukul 09.30 wib tanggal 5/8/2021 di kenagarian gunung bungkuak lumpo kecamatan IV Jurai Kabupaten Pesisir Selatan. berinisial P berumur 34 th ingin mau berburu…
View On WordPress