Pernahkah kalian merasakan cinta dalam diam untuk seseorang, atau dalam bahasa Inggrisnya “Love In Silence”?
Eh.. kayak judul film atau drama atau lagu ya.. tapi begitulah adanya.
Sepertinya setiap dari kita pernah mengalami hal itu..
Tapi, seperti kata orang “cinta tak harus memiliki”, kalimat ini jawabannya.
Di sini, penulis bermaksud menceritakan tentang hikmah di baliknya. (catatan: ini murni opini sendiri)
“Cinta dalam diam” gak selamanya membuat kita terpuruk dengan hasil akhirnya, atau justru sebaliknya berbahagia bahwa rasa itu bisa tercapai.
“Cinta dalam diam” mengajarkan kita untuk lebih bisa menata hati, untuk lebih bisa meletakkan hati tepat pada posisinya.
Tanpa disadari, dengan itu kita bisa ajak bicara diri kita, sebenarnya cinta seperti apa yang kita cari, cinta seperti apa yang kita inginkan.
Dengan siapakah nanti akan saling berbagi rasa cinta itu.
Apakah cinta yang didasari oleh emosi sesaat, atau cinta itu hadir karena Sang Khalik.
Bagi yang sudah merasakannya, mungkin efeknya adalah seperti kata orang-orang “cinta bertepuk tangan sendiri”.
Merasakan cinta... atau dengan nama apapun selain itu.. sendiri.
Kadang bisa senyum-senyum sendiri.
Bergejolak perasaannya dengan diri sendiri.
Saat itu, kita bisa menyadari bahwa orang yang pertama kali harus kita cintai dengan tulus adalah diri sendiri.
Mencintai diri sendiri, dengan itu kita dapat menghargai diri, menghargai apa yang dicapai oleh diri sendiri, sehingga tak mudah menyalahkan.
Sehingga.. suatu saat nanti jika cinta itu berlabuh, maka – semoga – berlabuh kepada orang yang tepat.
Jangan sedih, jika dari kita ada yang pernah merasakannya.
Itu berarti bahwa kita diberi anugerah sebuah rasa untuk mencintai, walaupun tanpa harus atau tanpa bisa sepenuhnya untuk memiliki.
“Ketika kehilangan, manusia akan bias menemukan arti cinta sesungguhnya.”
Bahwa cinta itu hadir dari dan untuk Sang Maha Cinta.