Keresahan
Tiba-tiba kepikiran kalau salah satu hal yang membedakan orang secara lumayan signifikan adalah perkara keresahan. Tentu beda, orang dengan keresahan besok makan apa, besok ada uang dari mana dengan orang yang besok makan di mana, besok jalan ke mana, besok update di mana. Tentu juga beda, keresahan orang yang resah dengan keadaan bangsa yang begini-begini banget, dengan keresahan orang yang resah dengan keadaan hubungan-hubunganannya dengan pasangannya yang entah dan tidak punya tujuan. Dan jelas beda keresahan orang yang resah setelah berbuat suatu pengingkaran dalam urusan agama (meskipun kecil), dengan resahnya orang berusaha menemukan keahagiaan pada hal-hal yang semu.
Pada pagi ini, saya mencoba merasakan kembali keresahan saya. Apa yang saya resahkan? Dan ada di mana saya berdasarkan keresahan itu? Maka pada titik itu saya merasa kecil sekali. Karena keresahan saya terasa begitu ‘remeh’, saya rasa.
Saya perlu lagi belajar resah kepada mereka yang keresahannya untuk hal-hal luar biasa.











