Happiness: Inside to Outside
[disclaimer: tulisan ini berdasarkan kisah pribadi yaa]
Principal... dari dulu, setiap ditanya apa sih definisi bahagia itu? Gue selalu jawab “Ketika bisa bikin orang lain bahagia,” makanya, semenjak gue mendefinisikan itu, apa-apa yang gue lakukan selalu tentang mendahulukan orang lain diatas diri sendiri. Outside to inside. Orang bahagia dulu, baru gue bahagia.
Salah nggak? Nggak sepenuhnya salah sepertinya. Hanya porsinya terlalu besar, dulu.
Yup, semua yang gue lakuin di hidup gue sejak dulu adalah bagaimana caranya membahagiakan orang lain. Sehingga gue lupa gimana caranya bahagiain diri gue sendiri. Jadi, selama itu, hidup gue seakan-akan buat orang lain. Bukan buat diri sendiri, yang bahkan kadang bukan juga buat orang-orang yang sayang sama gue. Karena gue, dulu, memprioritaskan orang dan hal yang salah.
Beberapa waktu ini, Allah negur gue dengan berbagai macam hal untuk membuat gue sadar. Bahwa gue hidup di dunia ini buat Allah, buat ibadah ke Allah, buat mendapatkan ridhanya Allah. Dan untuk meraih hal tersebut, ada banyak banget caranya; bukan dengan sepenuhnya mengorbankan diri sendiri yang bahkan tujuannya bukan untuk meraih ridhaNya. Melainkan untuk diakui-dilihat oleh manusia, ciptaanNya.
Tapi, ada hikmah yang bisa gue ambil.
Definisi bahagia gue berubah. Bahagia, bukan tentang seberapa keras gue berusaha buat orang lain bahagia. Tapi bagaimana gue bisa “create my own weather”. Gue mulai dari diri gue sendiri dulu. Inside to outside. Karena sekarang hal yang gue percaya adalah, ketika kita bahagia-maka kita akan mengattract semesta untuk menjadi bahagia juga.
Well, kalau kita udah bahagia dan berusaha membuat afirmasi sekitar kita untuk bahagia, but if it still doesn’t work, dear let just God do the rest ya! ;)
Inside to Outside bisa dimulai dari memperbaiki mindset kita lho. Untuk lebih lengkapnya coba baca tentang mindset baru, deh.
Nggak ada salahnya untuk mencoba memulai membahagiakan diri sendiri. Lakukan hal-hal yang membuat kita bahagia, selama itu tidak bertentangan dengan aturan agama-negara dan tidak merugikan orang lain ya.
Selamat merayakan kebahagiaan!











