The East
Di 2015 lalu, saat stasiun TV di gedung ini mulai jadi sorotan saya memasukkannya ke dalam bucket list saya. Masuk dalam urutan target artinya menjadi sesuatu yang patut diperjuangkan dalam doa dan tindakan.
22 Maret 2017, saat bukaan besar-besaran saya masuk di dalam salah satu bagiannya. Mengantre untuk bisa masuk sebagai seorang Production Assistant meneruskan karir sebelumnya di dunia media. Tapi rupanya Tuhan punya rencala lain. Saya gagal.
24 Agustus 2017. Lima bulan setelah kegagalan untuk bisa bekerja di The East rupanya Tuhan menunjukkan rencana sebenarnya. Saya diterima bekerja di The East dengan cara yang amat sangat simple dan tidak terduga.
Lagi lagi mungkin doa yang saya sampaikan ke langit kurang lengkap. Bukan doa “Ya Allah saya mau kerja di media”, melainkan hanya “Ya Allah saya mau pindah ke Jakarta, mau kerja di Jakarta”. Bukan doa “Ya Allah saya mau kerja di NET”, melainkan hanya “Ya Allah saya mau ke The East”.
September ini saya mulai lagi karir saya di The East sebagai Rekruiter di salah satu perusahaan konsultan IT. Ya, sebagai seorang Rekruiter. Dan saya mulai mencintai profesi ini.
Hikmah dari semuanya adalah, selalu percaya apapun doa-doa yang dikirimkan ke langit. Sesederhana apapun doa itu, Tuhan selalu mendengar dan pasti akan mengabulkannya. Dan sekarang, disetiap doa yang saya kirimkan ke langit, saya tidak lagi meminta yang terbaik. Saya punya mimpi, saya punya target dan tujuan yang ingin saya capai, oleh karena itu saya bisa sebutkan semuanya secara rinci dalam doa saya. Termasuk menyebut Desya Nur Perdana sebagai orang yang haru melafalkan ijab dan qobul besok.










