Rekam jejak tertanggal jelas namun kita masih tidak berusaha menjadi pelupa
Tak ada yang berani mengecap satu tingkah mendobrak seluruh citra
Kita berudu tekicing kicing bertahan hidup dalam kerentanan kaki yang tak kunjung tumbuh
Kita tak pernah beradu untuk peluh dan keraguan meluruh
Aku tebangun tetap pada wajah terbenam elevasi
Mengeruk nafas mengintari lingkaran substansi
Untuk yang berlarut disana, jangan pernah tersadar apalagi siuman
Bahwa disini ku berlaku berusaha membantah isu empiris
Yang kita lakukan hanyalah saling bertengger, berbisik untuk beryakin bahwa saat ini kamu-aku-dalam relung
Karena antara relung kita menyatu sebagai perdana, menyemayamkan ikatan untuk sembuah persona
dan akhirnya persona kutemukan dirimu setelah kuberyakin kamu dibalik pasti.