Panggil Aku Kiswasono
Kaya judul pilem yah. Tapi ini jeritan batin saya sebenarnya. Kenapa demikian? panjang ceritanya. Kalo ada istilah sexual harassment, saya mau usul diadakannya istilah Name Harassment yang sudah saya alami sejak kecil hingga sekarang dan telah berdampak pada tubuh saya yang menggembul karena tekanan batin. Dan yang lebih menyakitkan lagi harassment satu ini selalu dilakukan secara tidak sengaja, natural dan benar-benar alami. Semoga kalian bukan termasuk orang yang mendholimi saya.
Kiswasono. Demikian Orangtua saya memberi nama. Entah dapat wangsit darimana, tapi orangtua saya benar-benar cerdas saat itu hingga menemukan nama ini. Sebuah nama yang selalu saya banggakan, karena saya sadar di dunia ini hanya saya yang punya. Silakan gugling kalau tidak percaya. Seiring berkembangnya teknologi, kebanggaan saya mulai terusik. Dimulai dengan terbukanya dunia saya, yang tadinya hanya berkutat di Semarang, kemudian pindah ke Jakarta sebagai tanda atas petualangan saya berkenalan dengan orang banyak. Nah hal terberat yang telah mengusik saya adalah kesalahan orang-orang tidak menyebutkan nama saya secara benar dan cerdas saat berkenalan!
Walaupun kesalahan sering terjadi saat perkenalan secara lisan, tapi sering juga perkenalan secara tertulis. Orang: Siapa namanya? Saya: Kiswasono Orang: OK pak Kris jadi gini... blablabla Itu tadi sedikit gambaran pelecehan yang telah dilakukan orang-orang terhadap nama saya. Setelah saya bikin peringkat nama Kiswasono sering disalahdengarkan menjadi Kiswono (paling banyak disebut), diikuti Kiswarsono, Kriswono, Kiswanto, Suwarsono, Siswanto, Kismarsono, dan peringkat terakhir adalah Rudi... *eh
Saya tau, nama saya memang jarang didengar. Bagi telinga orang Indonesia yang akrab dgn nama Wanto Warso Wono pasti agak kaku mendengar kata Wasono, apalagi dengan awalan Kis yang kebanyakan adalah Kris atau Sis. Maka dari itu saya sering kagum dengan orang yang langsung bisa menyebutkan nama Kiswasono secara tepat dan akurat. Saya yakin dia dianugerahi kecerdasan yang luar biasa sehingga tidak membuat stereotipe atas kata/nama yang dia dengar.
Orang - orang di luar sana tolong cerdaskan dan buka wawasan anda atas nama-nama orang sehingga tidak salah menyebut nama orang lain. Berlatihlah mengenali dan menyebut nama orang dengan benar. Saya tau tidak semua orang bisa, tapi kalo tidak dilatih mana anda bisa kan? Selain itu hargailah orangtua-orangtua yang telah memberi nama anaknya dengan kasih sayang dan doa. Kasihan kalo hasilnya hanya akan diselewengkan menjadi nama lain dengan arti yang berbeda pula. Saya sih walaupun menjumpai banyak orang susah menyebutkan nama saya, saya tidak kehilangan sabar untuk mengkoreksi dan mencerdaskan lawan bicara saya. Dan saya akan selalu bangga dengan nama ini hingga semua akun jejaring sosial saya tidak akan pernah menggunakan nama lain selain KISWASONO. Tepuk tangan












