KKN Part 12 - Menggantung(kan) Jadi, ceritanya hari ini beberes kontrakan totalitas. Menemukan tempat-tempat terbaik untuk menggantungkan pakaian jaket serba guna. Senang kali awak, kiranya begitu ekspresi dengan bahasa daerah medan sana, tempat kampung halaman Ayahanda berasal. Menggantung(kan). Bukannya setiap diri kita itu saling bergantung? Tak ada bukan, individu manapun, seorang manusia oun yang dapat memenuhi semua kehidupannya seorang diri. Eits, sebentar. Jangan karena harta engkau menjadi merasa bisa hidup semaunya, membeli apapun yang kau bisa lalu lupa bahwa semua barang yang kau belipun adl berkat bantuan pertolongan orang lain. Masih mungkir? Coba engok baju yang kau kenakan. Seberapa mahalpun, ia tetaplah benang tak berwujud jika tangan-tangan ulet penjahit tak tergerak untuk menjahitnya. Lalu, makanan. Makanan yang kau mampu kau beli itu, seberapapu mahalnya ia, ia tetap butir-butir padi tak berasa tak mampu kau makan jika petani tidak menanam, tidak menanamnya. Jika koki di dapur tak memasakkannya untukmu. Lantas, masih tegakah dirimu tak menghabiskan apa yang menjadi daya usaha oranglain? Meski kau akui semua telah kau bayar. Perenungan KKN hari ke dua belas ini, adl hidup kita yang saling bergantung itu. Semoga membuat rasa semakin terasah bahwasanya kita tercipta memang untuk saling tolong menolong, saling berkolaborasi. Dan, yang lebih utama dari itu semua. Semoga kita menggantungkan diri pada Ia Yang Maha Kuat. Jika masih sesama makhluk bernapas yang tak memiliki daya kuasa apapun kita berkolaborasi tolong menolong, maka dengan Sang Pencipta kita bergantung sepenuhnya. Ungaran Barat, 15 Jan 18 #kknday12 #kkn #UngaranBarat #ungaran #bandarjo #menggantungkan







