KKN Tematik UPI: Melatih Empati, Mewujudkan Merdeka Belajar Mahasiswa
COVID-19 (coronavirus disease 2019) adalah jenis penyakit baru yang disebabkan oleh virus dari golongan coronavirus, yaitu SARS-CoV-2 yang juga sering disebut virus Corona. Kasus pertama penyakit ini terjadi di kota Wuhan, Cina, pada akhir Desember 2019. Setelah itu, COVID-19 menular antarmanusia dengan sangat cepat dan menyebar ke puluhan negara, termasuk Indonesia, hanya dalam beberapa bulan.
Covid-19 ditetapkan sebagai penyakit pandemi global oleh WHO pada 12 Maret 2020 dengan 114 negara yang terjangkit. Awal Maret 2020, Indonesia dikejutkan dengan penemuan kasus Covid-19 pertama kali di kota Depok. Korban yang terinfeksi merupakan ibu dan anak yang pernah berkontak pada WNA Jepang. Dari kasus tersebut menggemparkan masyarakat Indonesia. Kebijakan baru pun ditetapkan oleh pemerinta untuk menekan jumlah penyebaran Covid-19 di daerah Indonesia.
Berbagai kebijakan yang telah ditetapkan di Indonesia, seperti pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala besar, yang mengakibatkan tidak boleh adanya kerumunan. Fasilitas umum ditutup, pembelajaran sekolah maupun kuliah dialihkan menjadi daring dan diakses melaluii rumah masing-masing, pemberlakuan work from home, banyak kantor, ruko ataupun akses perdagangan ditutup. Akibatnya, tidak sedikit pekerja yang di berhentikan dan para pelaku usaha mengalami penurunan pendapatan yang signifikan.
Sehingga dampak yang lebih besarnya lagi adalah angka indikator ekonomi semakin parah. Dan perlu diketahui pekerja di Indonesia 55-70 juta dari 133 juta itu adalah pekerja informal sehingga mereka ini yang paling terdampak di dalam COVID-19. Tak hanya itu, meningkatnya pengangguran sekaligus berkorelasi terhadap pergerakan konsumsi dalam negeri. Bila dibiarkan konsumsi yang biasanya menjadi penyumbang terbesar Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia bisa anjlok dan efeknya bisa memicu konflik sosial.
Di tengah pandemi Covid-19 menjadi cerita unik bagi penulis dalam melaksanakan kegiatan kerelawanan melalui daring, meski kondisi pandemi memaksa untuk memberi ruang jarak fisik. Namun, bukan berarti menghilangkan jiwa sosial penulis. Justru di tengah pandemi ini semakin banyak bermunculan orang-orang baik. Semakin banyak gerakan-gerakan sosial yang diciptakan oleh mereka-mereka yang hatinya tergerak untuk menolong dan membantu sesama.
Pandemi Covid-19 membuat penulis menyadari bahwa manusia adalah makhluk yang saling membutuhkan satu sama lain. Rasa kepedulian yang tinggi harus dibangun meski di tengah kondisi seperti ini. Untuk itu, dengan berlakunya kebijakan KKN di era Pandemi covid-19 yang dikeluarkan oleh Universitas Pendidikan Indonesia melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat UPI merupakan sebuah wadah untuk melatih sikap dan perilaku empati terhadap sesama sekaligus mewujudkan merdeka belajar bagi mahasiswa.




















