#kliaekspress #kualalumpur #dnd (at KLIA Ekspress)

seen from Spain
seen from Latvia
seen from Saudi Arabia

seen from China
seen from United States

seen from United States
seen from Türkiye
seen from Türkiye
seen from France
seen from China
seen from United States
seen from Türkiye

seen from Switzerland

seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from Italy
seen from United States

seen from Finland
#kliaekspress #kualalumpur #dnd (at KLIA Ekspress)
Dear no one... if you're out there I swear to be good to you... #dnd #kliaekspress (at Kuala Lumpur, Malaysia)
Dulu waktu pertama kali mengunjungi Malaysia, rasanya saya pingin banget mampir ke Putrajaya. Melihat foto kantor pak perdana mentri kok kayaknya megah banget semacem bangunan di negara-negara eropa, tapi akibat waktu yang singkat dan tempat lain lebih menjadi prioritas akhirnya batal deh. Cuman bisa doa dalam hati kalau dikasih kesempatan lagi pingin banget kesana.
Tiga tahun berlalu dan alhamdulillah saya bisa menyambangi Kuala Lumpur lagi walopun hanya transit beberapa jam saja. Saat memesan tiket ke Tokyo saya memang sengaja untuk singgah di KL beberapa jam agar bisa keluar bandara dan mengunjungi Putrajaya. Sempat nanya temen yang orang sana malah bilang Putrajaya itu jauh ngga bisa loh kamu kesana cuman punya 4 jam doang. Nanti malah ngga ngejar pesawat. ishhhhh dia kok malah ngga update kotanya sendiri -__-
Saya ngga nyerah begitu aja. Saya ngeyel dan browsing sana sini. Dan ternyata bisa ihh naik KLIA Transit ke dan dari KLIA 2 ke Putrajaya. Yeay! Dengan segala perhitungan saya bismillah aja mengunjungi Putrajaya. Sudah wanti-wanti temen juga untuk keluar dari bandara sepagi mungkin. Pikir saya daripada ketinggalan pesawat mending nunggu di bandara kan?
Kira-kira jam 7 pagi kami sudah siap-siap nyebrang ke stasiun KLIA Express yang letaknya di dalam bandara KLIA 2. Dan mudah saja, sebut mau kemana dan beli tiket untuk pp sudah beres, kami diberi 1 kartu yang digunakan untuk keluar masuk gate stasiun. Tentunya dengan isi sesuai stasiun tujuan ya. Total untuk tiket pp KLIA 2 – Putrajaya adalah RM 20.
Kami diminta menuju platform khusus untuk KLIA Transit. Ya, benar namanya KLIA Transit karena kereta ini akan berhenti di semua stasiun yang dilewati sepanjang KLIA 2 dan KL Sentral. Tentu saja dibanding KLIA Ekspress kecepatan kereta ini ngga bisa dibandingkan. KLIA Ekspress kan bablas ngga berhenti-berhenti sedangkan KLIA Transit berhenti di setiap stasiunnya.
Karena stasiun KLIA 2 adalah stasiun awal makanya kereta masih kosong saat kami naik. Pikir saya emang orang KL ngga banyak yang naik kereta kali ya. Setelah KLIA 2 stasiun selanjutnya adalah KLIA. Kereta mulai penuh sesak saat berhenti si stasiun Salak Tinggi dan semuanya rapih-rapih bajunya. Yang akhirnya saya menyimpulkan kalau mereka ini akan kerja di pusat kota Kuala Lumpur. Apalagi pemandangan sepanjang stasiun Salak Tinggi – Putrajaya Cyber Park banyak komplek perumahan warga. Ahhh sama aja sebenernya kayak orang yang tinggal di Bogor/Depok dan kerja di Jakarta gitu lah yah…kkk
Setelah sampai di stasiun Putrajaya Cyberjaya, kami langsung menuju terminal bis yang akan kami gunakan untuk keliling komplek Putrajaya. Terminalnya terletak persis di sebelh stasiun Putrajya Cyberjaya. Kami mengunggu lumayan lama karena bis yang akan melewati Masjid Putra belum juga datang. Betul, tujuan saya ke Putrajaya hanya untuk melihat Masjid Putra & kantor Perdana Mentri Malaysia yang letaknya bersebelahan. Akhirnya bis Nadi Putra pun datang dan kami pastikan lagi ke pak supir buat tujuan Masjid Putra dan pak supir iyakan. Tarifnya untuk satu orang kena RM 1.
Kurang dari 10 menit kami sudah sampai di depan Masjid Putra yang megah itu…Subhanallah…dan di sebelahnya juga tidak kalah megahnya, kantor Perdana Mentri. Saya cuman bisa melongo memandangi dua bangunan yang sama megahnya itu. Kami memutuskan masuk ke dalam masjid dan barulah terlihat bangunan utamanya. Baru mau menginjakkan kaki kami, tiba-tiba kami mendengar suara ibu-ibu yang agak keras dan agak meneriaki kami. Awalnya kami tidak mengerti apa maksud si ibu. Ternyata kami harus pakai jubah kalau mau masuk ke dalam ruang utama masjid. Tepok jidat. Soalnya kami berdua pakai celana hari itu which is kurang appropriate. Kami jadi enggan karena saat itu saya bawa gembolan yang cukup berat dan agak repot kalo nyopotin itu tas. Akhirnya kami hanya foto-foto di depannya saja sambil isi ulang air minum. Hahaha
Masjid Putra adalah masjid utama di komplek Putrajaya. Pembangunan dimulai pada tahun 1997 dan selesai dua tahun kemudian. Masjid ini dapat menampung sekitra 15.000 jamaah.
????????????????????????????????????
Setelah foto-foto kami bergegas keluar area masjid dan pada saat itu saya juga kebelet pipis yang akhirnya nyari-nyari toilet. Kami belok kiri karena menurut petunjuk toiletnya terletak di bawah. Tidak lama seorang pria India menghampiri kami dan menanyakan mau difoto ngga? Gratis kok. Kami tidak punya feeling apapun saat itu dan setelah kami difoto beberapa gaya, ehhh kok dia malah ngajak saya lihat hasil fotonya dibawah. Deg….kenapa kami baru ngeh sekarang? Ahhhh saya dan teman pasrah karena mau ngga mau kami memang harus turun untuk mencari toilet. Kami diarahkan ke booth si tukang foto ini dan disuruh milih mau cetak foto yang mana. duhhhh ini mah ngalamat bikin kantong kempes. dan 1 foto ukuran 10R itu dipatok RM 20. Jengkel banget kami saat itu. Dan mau cetak satu ngga enak. Akhirnya kami cetak dua lembar dan dibagi satu-satu sama temen. Kami cuman bisa ngomel-ngomel, hahaha betapa bodohnya sampe ngga ngeh…
Urusan ke toilet selesai dan kami naik lagi untuk nunggu bis menuju Putrajaya Sentral. Si tukang poto itu mungkin agak ngga enak hati sama kami dan nawarin diri buat dipotoin tapi pake kamera kami sendiri. Hahahaha Kami sempat nunggu bis lama dan ternyata saat nanya ke bagian informasi yang letaknya di pojokan, kami harus menyebrang jalan dahulu. Bapaknya baik sekali loh sampai anterin kami nyebrang dan naik bis. He is the kindest Malaysian I’ve ever met so far T.T
Begitulah perjalanan singkat kami di Putrajaya. Perjalanan kembali ke Putrajaya Sentral agak memutar dan saya sempat terkantuk-kantuk.Kesan saya terhadap Komplek Putrajaya sangat bagus dan berharap suatu saat Indonesia juga bisa memilikinya. Apalagi ditambah kemacetan Jakarta yang semakin parah akhir-akhir ini. Bukan ide yang buruk untuk memisahkan antara pusat bisnis dan pemerintahan, bukan?
Putrajaya Dalam Empat Jam Dulu waktu pertama kali mengunjungi Malaysia, rasanya saya pingin banget mampir ke Putrajaya. Melihat foto kantor pak perdana mentri kok kayaknya megah banget semacem bangunan di negara-negara eropa, tapi akibat waktu yang singkat dan tempat lain lebih menjadi prioritas akhirnya batal deh.
#kliaekspress #klsentral #kualalumpur #klia #train #travellingthroughtheworld #scenery