Jokowi Masih Saja Berevolusi Mental Pada jumat siang (11/12) saya sedang berada di perpustakaan BPPT Gedung 2 lantai 4, berniat ingin menyelesaikan tugas-tugas yang diberikan oleh atasan.
seen from United States
seen from Colombia

seen from France
seen from China

seen from France
seen from United States
seen from Brazil

seen from China

seen from United States
seen from Saudi Arabia
seen from United States
seen from Netherlands
seen from United States
seen from United States

seen from India

seen from United States

seen from Singapore
seen from Russia
seen from United States
seen from United Kingdom
Jokowi Masih Saja Berevolusi Mental Pada jumat siang (11/12) saya sedang berada di perpustakaan BPPT Gedung 2 lantai 4, berniat ingin menyelesaikan tugas-tugas yang diberikan oleh atasan.
Rizal Ramli itu, Nyentrik? Nenek lu!
Rizal Ramli, sosok “nyentrik” dari tanah sumatra ini suka sekali menulis gagasan - gagasan ciamik dan senang sekali bikin “kuping panas” para pejabat di sekelilingnya. Mantan mahasiswa jurusan fisika ITB dan tokoh pergerakan “Wajib Belajar” ini tinggal di Padang sampai usia tujuh tahun. Ayahnya seorang asisten wedana, lalu ibunya adalah guru. Begitu menginjak Sekolah Dasar, ibunya meninggal dan oleh ayahnya dititipkan kepada neneknya di Bogor.
Mulailah ia, menghabiskan masa sekolah dasar hingga menengah di “kota angkot” ini (julukan bogor versi penulis). Saat di ITB, ia tercatat sebagai angkatan 1973 dan ternyata seangkatan dengan menteri kemaritiman sebelumnya. Yaitu, Dr. Ir. Dwisuryo Indroyono Soesilo, M.Sc., waduh! ketika menginjak 1976 ia didaulat menjadi ketua Salman Education Forum Institut Teknologi Bandung atau SEF ITB. Riset mininya saat itu, ia bersama teman-temannya mengunjungi daerah-daerah kumuh di Bandung dan sempat keliling Jawa Barat, untuk memetakan tingkat pendidikan masyarakat yang pada kenyataannya. Menempuh Sekolah Dasar pun, tidak mau. Berbicara soal Rizal Ramli dengan SEF-nya kala itu. Memang itu salah satu tugasnya, melakukan penelitian, jika berhasil dapet bonus “jalan-jalan gratis”
Saat aktif di Dewan Mahasiswa, reputasi beliau ini masih kalah dengan Muslim Tampubollon yang notabene ketua Dewan Mahasiswa 1973. Mengapa demikian? Sebab ia berani menghimpun massa untuk maju, dan mendatangi DPR untuk berdialog soal rencana pemerintah kerjasama dengan asing dalam hal investasi, namun bertentangan dengan pemerintah sebelumnya dengan tagline “BERDIKARI”
Ia berujar pernah masuk penjara, terkait kritikan-kritikannya terhadap Soeharto, jika demikian. menariknya dimana? Cobalah lirik Andi Mapettahang Fatwa, yang sama-sama pernah mengecap “hotel prodeo” pasca kasus priok 1984, ia merupakan tokoh petisi 50 yang digawangi Ali Sadikin, Hoegeng Iman Santosa, dan sejumlah mantan pejabat bersih kala itu. Pun saat berada di lingkungan pemerintahan, kebijakan-kebijakannya kurang menyentuh internal lembaga yang dikepalainya. Jika berkenan disebut, cari aman! Lihat kebijakannya, seperti : restrukturisasi perusahaan, rotasi pejabat, perampingan birokrasi, menciptakan stabilitas, dan sebagainya. Berbeda dengan rekannya, Susi Pudjiastuti yang berani menantang asing agar tidak mencuri ikan dengan cara penenggelaman kapal. Gubernur DKI Jakarta saat ini yang berani menggusur kampung pulo, medio Agustus 2015. Kalau boleh berkata dengan versi Ahok, RR itu nyentrik? Nenek lu!din
Reputasi JK Dan RR
JK atau atau Jusuf Kalla adalah seorang yang lihai, ia sejak lulus S1 dari Universitas Hasanuddin sudah memberanikan diri menjadi agen kendaraan bermotor sebuah merek jepang, kala itu. William Soeryadjaya sebagai promotornya. Selain itu pula, bapak pemilik kumis “Charlie Chaplin” ini pelopor mobil niaga Toyota Kijang, dan produknya tetap lestari sampai sekarang!
Saat menjabat sebagai wakil presiden di masa pemerintahan SBY pertama, beliau adalah penggagas dan pelaksana konversi minyak tanah ke gas LPG. Walaupun kontroversial karena kebijakannya terkesan asal, tetapi masih dipertahankan hingga kini. Memang, pemilik PT Bukaka ini tidak lepas dari sasaran hukum lantaran sikapnya demikian. Seperti halnya : Skandal dana non budgeter bulog, dan Bailout Century.
Alhasil, dibalik semua itu, seorang Rizal Ramli patut dihargai ide-ide besarnya untuk memajukan negeri ini. Semangatnya memotivasi generasi muda untuk selalu punya mental juara, patut dipertimbangkan!
Salam
Mental seorang juara tidak memiliki kemewahan untuk pesimis
Rizal Ramli (Menkom Bidang Kemaritiman)
Haiyyy yg diluar sana, mampir yuk ke acara tahunannya Kompasiana, kenalan sama banyak komunitas di @kompasianacom dijamin gak bikin mati gayaa... #indonesiajuara #rangkaters #desarangkat #instadaily #kompasianival2015 (at Gandaria City South Jakarta)