Hidup ini risiko, maka dari itu mainkan risiko kehidupan masing-masing agar mendapat manfaat, dan bila beruntung ada bonus berlimpah dari permainan risiko yang kalian hadapi.
Warren Buffet Kw

PR's Tumblrdome
Aqua Utopia|海の底で記憶を紡ぐ
almost home

Love Begins

Discoholic 🪩
cherry valley forever
🪼
ojovivo
Peter Solarz

@theartofmadeline

No title available
RMH
No title available
TVSTRANGERTHINGS
hello vonnie
macklin celebrini has autism
occasionally subtle

★
noise dept.
NASA
seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from Japan

seen from Germany
seen from United States
seen from Türkiye
seen from Türkiye

seen from United Kingdom

seen from United States

seen from United States
seen from United Kingdom

seen from Türkiye

seen from Brazil

seen from United States
seen from United States

seen from Sweden

seen from Kenya
@terukur-blog
Hidup ini risiko, maka dari itu mainkan risiko kehidupan masing-masing agar mendapat manfaat, dan bila beruntung ada bonus berlimpah dari permainan risiko yang kalian hadapi.
Warren Buffet Kw
Tuhan, mohonkan aku pada wanita tulus, dan selalu support dikala suka maupun duka
Anonim
Surat Cinta Untuk Kakak-Dedek Aktivis
Aktivis dakwah, ya. itu masa lalu saya!
Awalnya saya merasa takjub dan prok-prok-prok
Laki-lakinya rajin salat, baca qur’an, Perempuannya jaga pandangan.
Wuiih! pokoke top.
Saya pun diajarkan berbagai macam hadits, al-ma’surat, tokoh-tokoh pejuang islam.
Yang seperti itu tuh, hassan al banna, yusuf qordhowi, dan sebagainya. tapi cuma mereke berdua aja yang bener-bener islamnya. Antum? dijadikan keset sih iya!
Mulai deh, masa-masa mesra saya dengan kakak-dedek aktivis dakwah. Sering ikut kajian mingguan, rihlah, mabit, dan usroh.
Itu berlangsung selama delapan tahun.
Namun, keanehan-keanehan mulai terdeteksi. si kakak mentor ngobrolnya soal palestina melulu, yahudi laknat, nasrani kafir (sekarang jadi, syi’ah laknat).
Saya, yang dari kecil akrab dengan kejawen-islam-kristen berontak dong!
Pelan tapi pasti, tepat peristiwa presiden mesir ter-nyunnah Mohammed Morsi terguling dan kakak-dedek aktivis berdemo di gasibu bareng godfathernya si aher!!
Ngakak abis saya! gimana tidak, lu demoin orang asing yang katanya membela islam. Di NKRI. Malah sampai menghujat presiden lagi?
Lalu, momen miss universe 2013 di sentul. Dicaci-maki habis oleh kalian. haram lah, porno lah, bahkan si bibieb barokah mau ngirim kecoa segala! Adududuh.
Saya dikafir-kafirkan, dimurtad-murtadkan, gak masalah kok. lha, wong kakak-dedek aktivis, mulutnya gak sesuai sama tangan-kakinya.
Saya dikatakan gak bisa berargumen, silakan bae!
bahkan ada seorang teman yang lulusan doktor, mengatakan saya dangkal islamnya.
Hemat saya, itu otak dan hati lu cuci kemudian peres deh. Biar lancar berpikir dan menghayati!
Sayang, dikasih alat untuk berpikir dan berempati. Malah disuruh cuti. alih-alih taqlid malah kesannya tolol.
Akhir kata, gruppies aktivis dakwah itu masa kegelapan saya.
Salam Asu.
KAU
Aku tak tahu mengapa bisa begini?
Apapun yang ku upayakan, selalu putus!
Aku mendalami A tidak maksimal
Aku mendalami B dicegah dengan argumen-argumen tak logis!
Baiklaah! Aku menurutimu
Ku ikuti apa yang kau mau!
Jelas, kau punya kuasa dan uang.
Sampai-sampai, Kau cegah ibuku berusaha berdiri.
Tapi.........................................
lama-kelamaan kau tumbang
Kau merengek, mengemis padaku dan ibuku.
Namun, sudah terlambat!
Ah, kekayaan memang bikin orang kalap, buta, dan dungu.
Seperti kau.
Pungutan Liar, Tuntutan Apa Kebutuhan?
Berbicara mengenai pendidikan di negeri ini, seolah tidak ada habisnya. Dari mulai sekolah rusak, kesejahteraan pendidik tidak memadai, polemik honorer, pungutan liar, hingga kontroversi sertifikasi guru. Bukan rahasia lagi, jika pendidik zaman sekarang tidak hanya berasal dari institusi keguruan, tempat mengajar tidak harus di sekolah, dan kesejahteraan mencukupi.
Terlepas dari fakta-fakta diatas, masih ada beberapa pendidik yang mengaku kekurangan, sehingga melakukan pungutan kepada para siswa. padahal, ia berstatus PNS, menduduki jabatan struktural nan strategis di sekolah, gelar keilmuannya sudah master, dan setiap tiga tahun sekali nyicil kendaraan baru. Kebetulan sekali, kemarin ada pembagian rapor di SD-SMA tetapi ada beberapa orangtua siswa mengeluh karena diminta sumbangan oleh guru kelas. Menariknya, ada dua jenis sumbangan. Yakni, sumbangan sukarela dan administrasi.
Sumbangan administrasi memiliki tarif minimal, alasannya untuk operasional kelas, sedangkan sumbangan sukarela ya, berapapun namun harus dibayarkan! Adapun pungutan jenis lain, yang dikenakan siswa sebagai hukuman di pelajaran tertentu. Biasanya, pelajaran olahraga dan agama.
Gejala ini sebetulnya sudah lama terjadi, bahkan sejak dekade 1990-an! Hanya saja, saat itu dibalut dengan pemberian hadiah dari orangtua siswa, pembelian buku paket, LKS, dan peralatan sekolah. Ada beberapa pendidik yang terang-terangan minta gelang, kalung, bahkan emas batangan saat pembagian rapor. Ya, orangtua siswa memaklumi dengan alasan kesejahteraan. Namun, sekarang tidak bisa dibiarkan begitu saja. Para orangtua harus peka terhadap fenomena ini. Pemerintah sudah menyediakan BOS (Bantuan Operasional Sekolah) di semua tingkatan, tunjangan daerah setiap guru, dan sebagainya.
Perhatikan artikel berikut : http://www.kompasiana.com/samuelhenry/pungli-di-sekolah-kreatifitas-terselubung_55c4780b03b0bde8065b5439
Nyata betul, bahwa perilaku pendidik saat ini membuat miris hati. Berbeda dengan pendidik zaman dulu, ia rela menjadi pengojek usai tugas mengajar, membuka les tambahan bagi anak didiknya, bahkan ada yang jadi pemulung! Teringat, dulu medio 2005 seorang almarhum guru Bahasa Indonesia SMP. Usianya 63 Tahun, Sudah pensiun PNS, namun diperbantukan mengajar. Cara mengajarnya seperti ceramah, namun runtut. Sehingga, dipahami betul setiap materinya. Adapun tokoh imajiner, yakni pak guru Topaz. Ia mengajar pelajaran Pendidikan Moral Pancasila di sebuah yayasan pendidikan, sikapnya tegas dan penuh kasih sehingga dihormati sekaligus ditakuti oleh anak didiknya. Demi menutupi kebutuhan dapur, ia membuka les privat. Tidak sengaja, ia memiliki siswa privat yang berasal dari keluarga kaya. Alhasil, setiap mengajar selalu disuguhi kudapan mewah, tak jarang pula diajak makan siang bersama.
Suatu hari, pak guru Topaz ditawari mengelola perusahaan oleh sang orangtua murid, asalkan berhenti mengajar. Ia bersedia namun, tidak menuntut fasilitas tertentu, dalam perjalanannya. Ia bertemu dengan berbagai macam karakter orang, menandatangani sejumlah proyek, keliling Jakarta memakai mobil, dan diberi fasilitas rumah. Ternyata, ada pemeriksaan dari bank mengenai perusahaan yang dikelola pak guru Topaz dan ia diduga sebagai pemiliknya. Di kemudian hari, perusahaan itu dinyatakan fiktif! Pak guru Topaz langsung bersaksi dan tak lama kemudian berhasil meringkus orangtua siswanya yang notabene pemilik perusahaan fiktif tersebut. Melihat realita seperti itu, pak guru tidak gusar ataupun cemas.
Justru bersyukur! Sebab ia, bisa mengajar kembali seperti sediakala. Karakter seperti ini, harusnya ditiru oleh pendidik era sekarang, apalagi nanti pemerintah menetapkan gaji honorer disetarakan UMP sesuai daerah. Kembali pada soal pungutan liar. Sebenarnya tata kelola BOS tiap sekolah dilaporkan ke pihak dinas atau tidak? lalu, pemberian hadiah dari orangtua siswa saat terima rapor, termasuk gratifikasi? Pada akhirnya, alasan kesejahteraan tidak cukup, sehingga pendidik meminta pungutan. Masihkah relevan?
Rizal Ramli itu, Nyentrik? Nenek lu!
Rizal Ramli, sosok “nyentrik” dari tanah sumatra ini suka sekali menulis gagasan - gagasan ciamik dan senang sekali bikin “kuping panas” para pejabat di sekelilingnya. Mantan mahasiswa jurusan fisika ITB dan tokoh pergerakan “Wajib Belajar” ini tinggal di Padang sampai usia tujuh tahun. Ayahnya seorang asisten wedana, lalu ibunya adalah guru. Begitu menginjak Sekolah Dasar, ibunya meninggal dan oleh ayahnya dititipkan kepada neneknya di Bogor.
Mulailah ia, menghabiskan masa sekolah dasar hingga menengah di “kota angkot” ini (julukan bogor versi penulis). Saat di ITB, ia tercatat sebagai angkatan 1973 dan ternyata seangkatan dengan menteri kemaritiman sebelumnya. Yaitu, Dr. Ir. Dwisuryo Indroyono Soesilo, M.Sc., waduh! ketika menginjak 1976 ia didaulat menjadi ketua Salman Education Forum Institut Teknologi Bandung atau SEF ITB. Riset mininya saat itu, ia bersama teman-temannya mengunjungi daerah-daerah kumuh di Bandung dan sempat keliling Jawa Barat, untuk memetakan tingkat pendidikan masyarakat yang pada kenyataannya. Menempuh Sekolah Dasar pun, tidak mau. Berbicara soal Rizal Ramli dengan SEF-nya kala itu. Memang itu salah satu tugasnya, melakukan penelitian, jika berhasil dapet bonus “jalan-jalan gratis”
Saat aktif di Dewan Mahasiswa, reputasi beliau ini masih kalah dengan Muslim Tampubollon yang notabene ketua Dewan Mahasiswa 1973. Mengapa demikian? Sebab ia berani menghimpun massa untuk maju, dan mendatangi DPR untuk berdialog soal rencana pemerintah kerjasama dengan asing dalam hal investasi, namun bertentangan dengan pemerintah sebelumnya dengan tagline “BERDIKARI”
Ia berujar pernah masuk penjara, terkait kritikan-kritikannya terhadap Soeharto, jika demikian. menariknya dimana? Cobalah lirik Andi Mapettahang Fatwa, yang sama-sama pernah mengecap “hotel prodeo” pasca kasus priok 1984, ia merupakan tokoh petisi 50 yang digawangi Ali Sadikin, Hoegeng Iman Santosa, dan sejumlah mantan pejabat bersih kala itu. Pun saat berada di lingkungan pemerintahan, kebijakan-kebijakannya kurang menyentuh internal lembaga yang dikepalainya. Jika berkenan disebut, cari aman! Lihat kebijakannya, seperti : restrukturisasi perusahaan, rotasi pejabat, perampingan birokrasi, menciptakan stabilitas, dan sebagainya. Berbeda dengan rekannya, Susi Pudjiastuti yang berani menantang asing agar tidak mencuri ikan dengan cara penenggelaman kapal. Gubernur DKI Jakarta saat ini yang berani menggusur kampung pulo, medio Agustus 2015. Kalau boleh berkata dengan versi Ahok, RR itu nyentrik? Nenek lu!din
Reputasi JK Dan RR
JK atau atau Jusuf Kalla adalah seorang yang lihai, ia sejak lulus S1 dari Universitas Hasanuddin sudah memberanikan diri menjadi agen kendaraan bermotor sebuah merek jepang, kala itu. William Soeryadjaya sebagai promotornya. Selain itu pula, bapak pemilik kumis “Charlie Chaplin” ini pelopor mobil niaga Toyota Kijang, dan produknya tetap lestari sampai sekarang!
Saat menjabat sebagai wakil presiden di masa pemerintahan SBY pertama, beliau adalah penggagas dan pelaksana konversi minyak tanah ke gas LPG. Walaupun kontroversial karena kebijakannya terkesan asal, tetapi masih dipertahankan hingga kini. Memang, pemilik PT Bukaka ini tidak lepas dari sasaran hukum lantaran sikapnya demikian. Seperti halnya : Skandal dana non budgeter bulog, dan Bailout Century.
Alhasil, dibalik semua itu, seorang Rizal Ramli patut dihargai ide-ide besarnya untuk memajukan negeri ini. Semangatnya memotivasi generasi muda untuk selalu punya mental juara, patut dipertimbangkan!
Salam
Ketika Gombalan Bisnis, Lebih Mujarab dari Gombalan Cinta.
A : Eh, ngapain lo jadi buruh seumur-umur. Lebih baik wirausaha, gak ngarep bulanan yang itu-itu aja!
B : Iya sih, sekarang sedang rame-ramenya usaha. Tapi, gimana rejeki.
A : Cobain dulu laah, banyak kok mentor-mentor bisnis yang sukses.
B : Hmm,....kalau gitu gua mau tanya sama lo, apa perbedaannya buruh, tenaga ahli, pedagang, dan pengusaha?
A : apa yah? beda laah!
B : Apanya?
A : Pokoknya begituu!
B : @#$$%%$$^&&*!!^^#@?
Sejak sepuluh tahun terakhir, start up bisnis dan UKM bermunculan bak jamur. Disamping itu, demo kenaikan upah pekerja pun masif sekali dilakukan. Menyoal kemunculan start up bisnis dan UKM di Indonesia, tak terlepas dari ”motivasi” yang ditularkan pelaku-pelaku usaha di berbagai seminar maupun workshop.
Semisal Bob Sadino, dalam kata bijaknya “Kalau mau kaya, berhenti dari sekolah” Purdi E. Chandra dengan slogan “botol, bobol, dan bodol” Jay Teroris “Monyet aja bisa cari uang, masa mau dikalahkan” dan banyak lagi. Seiring perkembangan ilmu dan teknologi, terjadilah dikotomi dan penciptaan jarak antara pekerja dengan wirausaha yang diciptakan oleh pembicara-pembicara yang katanya, adalah pelaku usaha.
“Wirausaha itu lebih mulia, daripada pekerja” “Dengan berwirausaha, kita dapat bantu orang. Kalau bekerja, cuma gemukin bos saja”
Begitulah tagline-tagline “sesat” yang dikemukakan oleh sejumlah pelaku usaha (belakangan ada juga penyebutan sebagai motivator bisnis). Adapula salah seorang teman yang terpengaruh omongan dari seorang ustadz, sebut saja ustadz YM. Beliau di seminarnya, mengkampanyekan keajaiban sedekah dalam kehidupan dan bisnis. ingat sekali ujarannya “Sedekah 1 juta rupiah, jadi 10 juta, sedekah satu tahun gaji, jadi naik jabatan tinggi, sedekah mobil pribadi, besok dapat jaguar. Dan kecap-kecap lainnya. Langsung, keesokan hari seorang teman tanpa ragu menyerahkan surat-surat motornya beserta unit ke lembaga panti asuhan. Sementara, demi “keajaiban sedekah” ia rela naik-turun bis!
Sebenarnya, kita sebagai mahluk bernalar lagi berjalan. Bisa dong membedakan antara gombalan dengan realita. Tak cuma orang kasmaran saja bisa gombal, lihat saja pelaku-pelaku usaha yang merangkap motivator! Begini, pernahkah si pelaku usaha dan motivator bisnis memberikan wawasan soal definisinya buruh, tenaga ahli, pedagang, dan pengusaha di dalam seminarnya? Dapat dikatakan, TIDAK PERNAH!!
Jujur saja, bapak saya bekerja sebagai karyawan tetapi saat ini hidup sejahtera bahkan bisa dibilang kaya! Pedagang warkop depan rumah, sejak saya usia SD sampai saat ini. Begitu-begitu saja, walaupun cuma ganti pelayan.
At least, jika ada sebagian dari pelaku bisnis atau motivator berani mengemukakan definisi tersebut tanpa embel-embel “lebih baik” atau “daripada” di seminarnya. Dijamin, bulan depan langsung sepi.
Kuliah Bahasa Indonesia, Belajar apaan!?
A : Nak, kuliah dimana?
B : Kuliah di Bahasa Indonesia, bu.
A : Waah, belajar apa ya disana? Aah, pasti jadi guru ya lulusnya.
B : (setengah hati menjawab) ....i.iya.
Jurusan Bahasa Indonesia, apa yang kamu pikirkan mengenai jurusan ini? Hmm, orang awam pasti beranggapan ”ngapain belajar bahasa indonesia!?” Atau “belajar apaan lagi sih, lha udah dari SD diajarin, kok!” dan anggapan lain, yang membuat buruk jurusan ini.
Dewasa ini, perkembangan zaman kian pesat dan infrastruktur negeri ini kian membaik. Otomatis, informasi pun ikut berkembang dan Bahasa Indonesia lebih mengemuka di khalayak. Hampir sama dengan Jurusan Bahasa dan Sastra Inggris dahulu.
Apa sih yang kamu pelajari di jurusan bahasa indonesia? Mari disimak!
1. Kamu belajar teknik berbicara
Sama halnya dengan jurusan bahasa inggris, disini akan diajari teknik vokal dan intonasi berbicara yang sesuai kaidah. Biasanya, akan dilaksanakan di laboratorium bahasa.
2. Mendalami “grammar” dan “structure”
Ya, istilah “grammar” dan “structure” bukan hanya milik bahasa inggris atau bahasa asing lain. Di jurusan ini, akan belajar lebih mendalam. gak hanya S-P-O-K saja. Jika dosennya berwawasan dan kreatif, bisa dapat materi tentang kosakata baru/lama di bahasa indonesia tapi gak pernah dipakai. Misalnya : Tetikus, mafhum, masygul, risau, dan sebagainya.
3. Belajar menulis, lebih terarah dan sesuai kaidah.
Menulis di bahasa indonesia, gak cuma seputar “Ini budi” “Ini bapak budi” atau “Budi dan Ani, kakak beradik” itu sih anak SD hafal banget! Kamu diajarin tentang merangkai tulisan yang baik dan benar, kohesi, koherensi, dan konjungsi diperhatikan.
4. Buat kamus Bahasa Indonesia, why not?!
Ada kuliah di bahasa indonesia tentang pembuatan kamus, yaitu leksikografi. Di penghujung studi, kalian akan mendapat kuliah ini. Istilah lema, serapan, dan kontraksi jadi santapan mingguan.
5. Bahasa Indonesia, ada tes TOEFL-nya lho!
Jangan salah, tes TOEFL bukan milik bahasa asing. Bahasa Indonesia juga, punya! Namanya, UKBI. Kepanjangan dari Uji Kemampuan Berbahasa Indonesia. Tes ini, berguna bagi orang asing yang tengah belajar bahasa indonesia di sebagian universitas negara Australia.
Bagaimana? jurusan bahasa indonesia, tak kalah keren, dengan jurusan bahasa yang lain! Kalian sebagai mahasiswanya patut bangga.
Single- terbaru Coboy Junior Ngaca Dulu Deh.. Ini Liriknya:) Kritik dan saran kalian aku terima:D
Ketika sudah memutuskan menikah, kamu harus bisa bekerjasama. baik dengan pasangan maupun keluarganya
Indrayadi
Terbuka dengan hal baru, kunci menuju hidup lebih baik
Indrayadi
yang terbaik dari gagal adalah bangkit. hal terindahnya adalah semangat ketika sakit
Jika kamu mahir salah satu bahasa asing, mengapa tak cari perusahaan start up
Berbahasa yang baik itu tidak sulit, bung
Lelaki Sejati
Aku bertanya pada Bunda, bagaimana memilih lelaki sejati? Bunda menjawab, Nak… Laki-laki Sejati bukanlah dilihat dari bahunya yang kekar, tetapi dari kasih sayangnya pada orang disekitarnya…. Laki-laki sejati bukanlah dilihat dari suaranya yang lantang, tetapi dari kelembutannya mengatakan kebenaran….. Laki-laki sejati bukanlah dilihat dari jumlah sahabat di sekitarnya, tetapi dari sikap bersahabatnya pada generasi muda bangsa … Laki-laki sejati bukanlah dilihat dari bagaimana dia di hormati ditempat bekerja, tetapi bagaimana dia dihormati didalam rumah… Laki-laki sejati bukanlah dilihat dari kerasnya pukulan, tetapi dari sikap bijaknya memahami persoalan… Laki-laki sejati bukanlah dilihat dari dadanya yang bidang, tetapi dari hati yang ada dibalik itu… Laki-laki sejati bukanlah dilihat dari banyaknya wanita yang memuja, tetapi komitmennya terhadap wanita yang dicintainya… Laki-laki sejati bukanlah dilihat dari jumlah barbel yang dibebankan, tetapi dari tabahnya dia menghadapi lika-liku kehidupan… Laki-laki Sejati bukanlah dilihat dari kerasnya membaca kitab suci, tetapi dari konsistennya dia menjalankan apa yang ia baca…
Insan religius itu, bisa bergurau namun pandai menjaga lidahnya
Religius itu, tampilan seperti biasa namun pelakunya pandai menempatkan diri