Di zaman se modern ini perilaku bar bar masih tetap saja ada. Melakukan penganiayaan dan pengeroyokan terhadap seorang manusia hingga hilang nyawa dari raga.
Bagaimana bisa menghilangkan nyawa seseorang yang belum pernah mereka jumpa apalagi bertegur sapa?
Ini adalah perilaku bar bar komunal yang muncul karena kebencian yang di suarakan dan diturunkan hingga menggumpal dan mendarah daging, menjadi kebencian yang tak membutuhkan alasan. Bukan pada seseorang tapi karena atribut yang ia kenakan.
Jika hanya individu bertemu individu, kejadiannya mungkin tidak akan seperti itu, tapi karena ini melibatkan sejumlah massa maka perilaku bar bar komunal ini seolah menjadi cepat tersulut, karena rasa kebencian dan dominasi massa yang lebih besar.
Kejadian serupa diatas, bukan tidak mungkin, akan terjadi pada anggota masyarakat lain yang berbeda kelompok atau berbeda atribut. Entah atribut politik, atribut sosial, atribut ke sukuan atau bahkan atribut agama.
Ketika kebencian lebih diutamakan dari pada hidup berdampingan dalam perbedaan, maka akan sangat mudah bagi para pelaku bar bar komunal untuk mempersekusi atau bahkan menghilangkan nyawa individu atau kelompok masyarakat yang tidak memiliki dominasi massa yang tinggi (minoritas) di tempat tersebut.
Berpikirlah dua kali sebelum kebencian itu masuk melalui mata dan telinga dan tertancap kedalam hati.
Karena penyakit hati akan mengeraskan hati, dan menumpulkan pikiran.