Matematika atau berhitung sebenarnya selalu ada dalam kehidupan sehari hari. Dan selalu dipakai, kapanpun, dimanapun bahkan dalam situasi apapun. Kita bukan lagi hanya mengukur dengan alat ukur, kita bahkan secara otomatis mengingat angka. Belajar berhitung sesungguhnya tidak sulit jika kita sudah tahu konsep dasar, mau mencari dan menggali semuanya dari kehidupan kita sehari hari. Semua sudah tersedia.
Pernahkah kita lupa berhitung setiap hari..? tidak bukan ?
Kita selalu menghitung, apapun yang dihadapan kita dari kita membuka mata kita. Jam berapa hari ini ? kita melihat angka. Mau pergi kemana hari ini ? kita menghitung jarak. Mau belanja apa hari ini ? kita menghitung uang dan barang belanjaan. Dan itu secara otomatis. Betapa menakjubkannya ya…
Sejatinya apapun yang ada dihadapan kita, selalu kita hitung. Entah waktu, entah jarak, entah itu uang, makanan, pakaian selalu memiliki ukuran. Dan kita selalu bertemu dengan matematika.
Anak anak belajar matematika mulanya kuajarkan dengan mengelompokkan. Mereka kuajak ke taman dan mengelompokkan bunga bunga. Sekaligus belajar ilmu pengetahuan alam tentang tumbuhan. Setelah mengelompokkan mereka sekaligus belajar warna yang berbeda beda. Lalu mulai belajar menghitung bunga yang berada dalam satu kelompok itu. Menambahkan, mengurangkan. Selain itu, di taman banyak sekali pohon pohon yang berbeda jenis. Ada yang besar dan ada yang kecil. Saat itu mereka belajar mengenal besar dan kecil. Mana yang lebih besar dan mana yang lebih kecil. Menemukan biji biji atau kalau beruntung buah buah kecil atau besar. Melihat kupu kupu. Semua itu kita dapati di ruang terbuka yang berada di dekat kita setiap hari.
Lain waktu, aku mengajak anak anak bermain dan menunjukkan sebuah bola. Menanyakan kepada mereka bentuk bola itu seperti apa dan disebut apa. Berjalan jalan keliling lingkungan. Melihat bentuk bentuk rumah yang kami lalui ketika berangkat pulang dan pergi. Ada bentuk kotak pintunya, atau jendelanya. Bentuk atapnya yang segitiga. Jendela yang brrbentuk oval. Mereka belajar bangun ruang/ geometri tanpa mereka sadari bahwa mereka sedang belajar. Menjelaskan perlahan lahan pada mereka. Bahwa bentuk bentuk itu ada disekitar kita.
Nggak cuma itu, anak banyak belajar konsep ketika kita mau mengajak mereka berdialog. Berbicara tentang banyak hal. Bulan dilangit yang bentuknya mirip bola, bintang bintang yang berpijar.
Ketika anak anak sudah semakin besar, mulailah konsep konsep dan hal hal yang mereka lihat digali kembali dan menerapkan dalam aplikasi matematika tertulis. Menuliskan dalam bentuk angka di kertas dan menjelaskan seperti ketika mereka melihat bentuknya. Melakukan proses penambahan, pengurangan, perkalian pembagian dan seterusnya.
Alat alat yang kugunakan untuk mengajarkan matematika juga berada di sekitar rumah. Seperti lego untuk bermain menghitung penambahan, pengurangan, perkalian bahkan pembagian. Bola, kelereng, dan kotak pensil untuk bentuk bangun ruang. Mobilan kecil, rel kereta, piring piring kecil untuk masak masakan. Semua bisa dipakai untuk mengajarkan anak tentang matematika dengan gembira dan senang.
MENGENALKAN MATEMATIKA Matematika atau berhitung sebenarnya selalu ada dalam kehidupan sehari hari. Dan selalu dipakai, kapanpun, dimanapun bahkan dalam situasi apapun.




















