[KOTAK ITU....] Seseorang mengamatiku. Ia mengamatiku dengan pandangan mencurigakan. Aku membuang muka, menoleh ke arah tumpukan buku di sisi kiriku. Aku merasa ia masih mengamatiku. Maka semakin lama pula, wajahku menoleh ke kiri. Sementara tanganku mengetik tuts komputer. Aku benci diamati begini. Aku benci ditatap. Ini mengingatkanku pada kakek yang seringkali menatap tajam ketika ia geram. Aku benci suasana ini. Orang itu berjalan ke arahku. Suara pantofelnya menyebalkan, membuat jantungku berdebar. Aku tak berani melihatnya. Alamak! Ia terus berjalan ke arahku. Kuhirup oksigen perlahan. Kuatur baik-baik ritme napasku. Hingga aku sedikit tenang. Namun jantungku berdebar kembali. Ia hanya berjarak dua ubin dariku, meski aku duduk dan ia berdiri. Aku tetap takut. Maka kubaca mantra Tuhan yang pernah ibu wasiatkan. "Sreseet". Arrgh! Terdengar seperti suara resleting. Ia membuka sesuatu! Sinting! Aku berada di ruangan sendiri, tak berani menatap apapun di dekatku. Aku masih terdiam. Kakiku bergetar. Tiba-tiba ia menyodorkan sesuatu ke arahku. "Permisi. Bunda, saya dari sales Susu Esemge ingin menawarkan produk unggulan kami. Kami baru saja melaunching produk yang digemari para Ibu. Susu ini lulus uji BPOM dan sertifikasi halal MUI. Menariknya, harganya sangat bersaing. Jika Bunda berminat membeli satu kardus susu, Bunda juga menyumbang dana kesehatan dan sanitasi masyarakat di Bima. Selain itu, Bunda bisa mendapatkan serenceng Susu Esemge sachet. Tak hanya itu, Bunda bisa mendapatkan pouch cantik bertuliskan Esemge. Bunda tertarik?" Aku terharu. Tuhan selamatkan aku. Aku kira ia penjahat amoral. Aku mau mati, tenggelam dalam prasangkaku sendiri. Ya Tuhan, ternyata ia hanya sales yang menawarkan kotak susu. "Tidak, Mas terima kasih. Aku lebih suka STMJ. Daripada Susu Esemge," tutupku. #flashfiction #kotaksusu #FFSore