Silakan nilai sendiri . . . Telah menceritakan kepada kami Isma’il bin Abu Uwais berkata, telah menceritakan kepadaku Malik dari Hisyam bin ‘Urwah dari bapaknya dari Abdullah bin ‘Amru bin Al ‘Ash berkata; aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: Sesungguhnya Allah tidaklah mencabut ilmu sekaligus mencabutnya dari hamba, akan tetapi Allah mencabut ilmu dengan cara mewafatkan para ulama hingga bila sudah tidak tersisa ulama maka manusia akan mengangkat pemimpin dari kalangan orang-orang bodoh, ketika mereka ditanya mereka berfatwa tanpa ilmu, mereka sesat dan menyesatkan (HR Bukhari 98) Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pun bersabda: “ Dari kelompok orang ini (orang-orang seperti Dzul Khuwaishirah dari Bani Tamim Al Najdi), akan muncul nanti orang-orang yang pandai membaca Al Qur`an tetapi tidak sampai melewati kerongkongan mereka, bahkan mereka membunuh orang-orang Islam, dan membiarkan para penyembah berhala; mereka keluar dari Islam seperti panah yang meluncur dari busurnya. Seandainya aku masih mendapati mereka, akan kumusnahkan mereka seperti musnahnya kaum ‘Ad. ” (HR Muslim 1762) Kalimat yang artinya “ mereka yang membaca Al Qur’an tetapi tidak sampai melewati kerongkongan ” adalah kalimat majaz . “Tidak melewati kerongkongan ” kiasan dari “tidak sampai ke hati” artinya mereka membaca Al Qur’an namun tidak menjadikan mereka berakhlakul karimah. Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda “ Sesungguhnya aku diutus (Allah) untuk menyempurnakan Akhlak. ” (HR Ahmad) Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda: “ Barangsiapa yang bertambah ilmunya tapi tidak bertambah hidayahnya, maka dia tidak bertambah dekat kepada Allah melainkan bertambah jauh“ Anda akan kesulitan mencari ulama di akhir zaman karena banyak ulama yang menyesatkan di akhir zaman seperti saat ini.(muhammad ali maksum) @maksumjannah #kuatkaniman (di Detasemen TNI-AU Raci, Pasuruan)














