RESEP KUE KACANG | RENYAH GURIH DAN NGEPYUR !!

seen from Australia
seen from Germany

seen from United States
seen from United States

seen from Australia

seen from Türkiye
seen from Hong Kong SAR China
seen from Egypt
seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from China
seen from China

seen from Singapore
seen from United States
seen from Malaysia
seen from United States

seen from United States
seen from United States

seen from United States
RESEP KUE KACANG | RENYAH GURIH DAN NGEPYUR !!
KLIK https://wa.me/628113130428, Kue Kacang Tanah Renyah, Kue Kacang Tanah untuk Lebaran, Kue Kacang Tanah Panggang, Kue Kacang Khas Malang, Resep Kue Kacang Tanah Lumer Di Mulut
Ken Ayu Snack & Cookies Beji - Kota Batu - Jawa Timur
Langsung Owner 0811-3130-428
web site : http://bit.ly/kenayu1 IG : https://www.instagram.com/ken.ayu2021/
*KUE KACANG* ORIGINAL *Rp. 35.000/toples* berat 1kg isi 45-55pcs. Ambil banyak Rp. 33.000 PO ke-12 super enak, super lembut 😋, super yummy... Pemesanan WA : 085702066588 #kuekacang #kuekacangmakenak #kuekacangjadul #kuekacangjember #kuekacangenak #kuekacanghijau #kuekacangskippy #kuekacangmakenakjember #kuekacangmurah #kuekacangsurabaya #kuekacangmede #kuekacangcoklat #kuekacangtanah #kuekacangijo #kuekacangjakarta #kuekacangsidoarjo #kuekacangjogja #kuekacangsemarang #kuekacangbandung #kuekacangbekasi #kuekacanghijaubogor #kuekacanghomemade #kuekacangrenyah #kuekacangpremium #kuekacangmalang #kuekacangbanjarmasin #kuekacangpolong #kuekacangprobolinggo #kuekacangsolo (di Komplek Kodam Kalideres) https://www.instagram.com/p/CKygVqdlMGy/?igshid=1618p22v5wux8
Tak biasa. Di hari sabtu pagi ini, WA Group sekolah sudah riuh.
Ternyata, semua anggota group sedang ramai membicarakan postingan salah satu rekan guru. Yang mana, beliau mendapatkan chat pribadi dari seorang wali murid, mengenai keberatannya mendampingi anak belajar sedang beliau masih harus bekerja dan mengurus rumah tangga.
Chat tersebut, juga menyebutkan bahwa sang guru hanya memakan gaji buta, karena tidak melaksanakan proses pembelajaran sebagaimana mestinya.
Waaah.. Riuh, grup sekolah kami.
Marah, tersinggung, sakit hati namun tetap mencoba memaklumi. Karena tak semua orang mampu menjadi guru.
Guru guru di sekolah kami sudah melakukan berbagai cara dan metode pembelajaran selama pandemi ini. Saya tahu betul mengenai ini.
Dulu, awal pandemi sekolah menggunakan aplikasi zoom, google meet atau google classroom seperti yang dianjurkan oleh dinas pendidikan di kota kami. Guru guru yang awam dengan teknologi seperti ini pun ketimpungan. Karena tidak semua guru melek akan teknologi.
Namun, banyak wali murid yang keberatan dengan metode ini. Sama seperti guru, tak semua wali murid melek teknologi, terlebih sekolah negeri yang notabene siswa berasal dari kalangan ekonomi menengah kebawah.
Sekolah mencari alternatif lain untuk pembelajaran di masa pandemi ini.
Mulai dari memaksimalkan WA Group sebagai sarana pembelajaran dengan mengirimkan video ataupun link video pembelajaran yang diambil dari youtube, hingga pemanfaatan Google Form atau Quiziz sebagai sarana pengambilan nilai. Atau sekedar mengirimkan foto berisikan soal untuk dikerjakan anak dirumah.
Lagi, guru guru pun mulai belajar menggunakan teknologi baru ini. Mengeluh, ya. Kami tentu mengeluh. Karena hal baru ini, lebih banyak waktu yang tersita. Lebih banyak belajar, menilai pekerjaan siswa hingga menerima telpon diluar jam dinas untuk menjawab pertanyaan dari wali murid.
Belum, guru guru yang mendadak menjadi youtuber untuk memberikan pembelajaran sesuai dengan tujuan yang ingin di capai. Menyiapkan materi, shoot video hingga editing video pun dilakukannya sendiri.
Dan lagi, tak sedikit orang tua murid yang keberatan dengan metode seperti ini.
Hingga kini pun, sekolah melakukan home visit kerumah siswa, dengan mengelompokkan 4 siswa yang rumahnya berdekatan kedalam 1 kelompok. Pembelajaran selama home visit pun tetap kami lakukan dengan tetap mematuhi protokol kesehatan. Anak anak yang saling merindu pun, kami himbau untuk tidak saling berdekatan, tetap menggunakan masker dan face shield, hingga tiap guru dibekali thermogun dan hand sanitizer tiap melakukan kunjungan.
Cara ini pun (nekat) kami tempuh guna memenuhi kewajiban kami dan memberikan hak siswa.
Namun, sekali lagi, tak sedikit wali murid yang tidak setuju dengan cara yang kami terapkan.
Lalu, cara apa lagi yang harus kami tempuh?
Pagi ini, Sabtu 1 Agustus 2020
Rumah.
Surat.
Surat ini kutujukan padamu. Yang dulu, selalu menjadi kontak favoritku di handphone ataupun sosial media.
Yang tanpa enggan kuhubungi tengah malam, hanya sekedar kumintai tolong untuk menemaniku makan indomi di warung depan gang indekost ku.
Kamu, yang selalu menemaniku dan menjadi saksi bertumbuhnya aku. Dari seorang gadis biasa saja, menjadi gadis yang masih biasa saja, tapi entah mengapa kamu anggap aku istimewa. Kamu, yang selalu cemas, tiap kali aku pergi berkencan dengan lelaki yang pada akhirnya ku sebut buaya. Kamu, yang selalu mengiyakan pintaku, ajakanku ataupun pemikiran gilaku. Bahkan, kamu mengiyakan ide bodohku untuk mengencingi mobil dekan yang memberiku sanksi karena tak hadir dikelasnya karena mengikuti demo.
Aku tau, kamu resah.
Beberapa tahun terakhir ini, kamu bukan lagi menjadi orang pertama yang ku beri tau semua pencapaianku, atau jatuh bangunku. Bukan, bukan karena ada orang lain yang kuberi tau. Aku hanya sedikit berbeda.
Iya, beberapa tahun terakhir ini, aku terlalu sibuk menjadi manusia yang berbeda. Bukan lagi manusia yang kamu kenal lekat dulu. Aku terlalu sibuk untuk dunia baru yang kubilang akan menjadi jalanku menuju hebat.
Aku, terlalu berambisi menjajaki sisi lain diriku. Hingga kini, aku merasa akupun kehilangan aku yang kamu kenal dulu.
Aku, terlalu pengecut, untuk meceritakan dunia baru yang sedang kujajaki. Dan bagaimana aku menjadi pecundang dunia baru ini.
Aku, terlalu malu untuk menghubungimu kembali. Menceritakan bagaimana aku menjadi aku yang sekarang. Meski aku tau, kamu akan menangisi kebodohanku. Atau, kamu akan merapalkan caci maki yang tak akan habis aku dengar selama satu hari malam.
Aku tau, kamu mencariku, namun kamu takut menggangguku yang sedang bertumbuh menjadi seorang hebat yang dulu kuceritakan padamu.
Kamu, tak lagi melihat senyum lebarku di story Whatsapp, tengah memamerkan tempat yang baru ku sambangi. Kamu, resah mencoba berbagai keyword yang kamu ketikkan di peramban Google yang mungkin kujadikan nama untuk media tempatku menuangkan isi pikiranku.
Aku, tak lagi aktif di sosial media. Hanya Whatsapp yang kugunakan untuk berkomunikasi dengan keluarga dan teman dekatku. Akupun, tak lagi menulis. Yang dulu kaubilang, aku piawai didalamnya. Tapi, dunia yang baru kujajaki, tak lagi membuatku bersemangat untuk menulis. Dan hilang sudah semua kepercayaan diriku yang dulu kamu bilang nyaris tak punya urat malu.
Aku, kini menjadi orang yang berbeda.
Tapi, kamu pasti akan menerimaku kembali kan?
Depan BLK.
2 Juli 2020 ~ 16.45.
Seputar Belanja.
Belanja, bagi sebagian orang merupakan healing yang ampuh untuk mengembalikan mood yang dirusak oleh sebab sebab yang mungkin tak jelas asal mulanya.
Menyusuri lorong lorong swalayan yang dipenuhi dengan barang barang yang tengah di jajakan. Dan dari sana, tanpa sadar kita diajak untuk memanjakan indra indra kita, dari mata yang haus akan tulisan merah teb diatas kertas kuning bertuliskan "SALE" atau "PROMO BUY 1 GET 1". Atau malah membuat mata menelisik lebih jeli membandingkan harga minyak goreng. Atau mungkin, mata lebih sering menyipit untuk mecari label halal dari MUI atau tanggal kadaluarsa yang tercetak kecil di bungkus makanan.
Indra penciuman kitapum, bertamasya membau segala macam hal. Dari membau kamper yang tiba tiba membuat perut lapar diujung sebuah lorong, kemudian berganti bau wangi segar beraneka ragam yang mencuat dari sabun sabun batangan yang berjajar rapi, bau mentega dan keju di sebuah lorong yang memuat berbagai jenis dan merk dagang keju ataupun mentega. Atau, wangi teh ramai menyeruak yang seketika membuat kepala pening. Namun, yang menjadi favoritku adalah sebuah lorong yang dipenuhi kaleng kaleng roti, yang mengingatkanku pada bunyi alarm oven dirumah ketika ibuku sedang giat giatnya membuat kue. Atau termasang membuatku tersenyum geli teringat prank kaleng monde berisi rempeyek tiap kali berkunjung ke sanak saudara dikala lebaran.
Jika ku amati, ternyata aku adalah salah satu manusia yang menjadi bahagia karena belanja.
Oh, bukan. Bukan belanjanya. Tapi, tamasya indraku yang membuatku bahagia.
Oh aku lupa, telingakulah yang paling bahagia ketika aku di swalayan, meski hanya sekedar membeli tissu atau sekedar membelikan santan kemasan titipan ibuku. Swalayan selalu memutar lelaguan yang membuatku berkeliling menyusuri lorong lorongnya, meskipun tak ada satu barangpun kumasukkan kedalam ranjang belanjaku.
Tanpa sadar, aku menikmatinya, dan bahagia karenanya.
Dari lelaguan yang biasa kudengar dikantor hingga lagu lagu yang sedang happening di media sosial. Meski sering kudengarkan sehari-hari, playlist di swalayan membawa rasa yang berbeda setiap kali aku menyambanginya.
Terkadang playlist di swalayan membawa kita bernostalgia dengan masa masa silam. Memutarkan lagu lagu kenangan masa muda, yang mengingatkan ku pada mu atau dia yang dulu pernah singgah dihati. Aku bahagia, hanya dengan mengingat sekelebat senyum atau candanya, dulu.
Dan, tak jarang, lelaguan di swalayan membawa tubuh ini ikut bergetar dan berdendang. Setelah penat seharian bekerja, swalayan sanggup membuat kakiku turut terhentak sembari jemariku turut berjentik riang. Dan, kadang, tubuhkupun turut bergoyang dikala lorong yang sedang kujelajahi sepi pengunjung.
Terkadang, obrolan ibu dan anak yang tengah berdebat memilih merk shampoo yang akan dibeli juga membawa kebahagiaan tersendiri bagiku. Atau seorang nenek yang tengah menawarkan pewarna rambut untuk seorang lelaki tua yang menemaninya. Atau, polah tingkah seorang lelaki paruh baya yang tengah bercakap dengan seseorang diujung telepon, menanyakan merk minyak goreng yang harus dia beli. Hingga gelak tawa para pramuniaga swalayan yang tengah membunuh kebosanan.
Cobalah sesekali, pergilah keswalayan tanpa tergesa gesa. Nikmati waktumu di swalayan. Dan temukan bahagiamu disana. Tapi, jangan ceritakan bagaimana menangisnya dompetmu ketika di kasir.
Loc. Mitra Swalayan
2 Juli 2020 ~15.56 sepulangku kerja
Tapi kurasa benar, manusia yang sering mengeluhkan dirinya dan hidupnya, memanglah manusia yang tak tahu diri.
Selamat pagi jajaners, Bang Zali open PO buat Kue kacang dan nastar klasik. PO kami buka sampai tanggal 16 mei ini. Kue kacang, kacangnya bukan kaleng kaleng loh. Berasa banget kacangnya. Kalo nastar? Wow... Ngeprull dimulut. Nikmat.. Semua pake bahan pilihan dan ga sekedar bahan kue. Yang kepo sama kue kering kita, langsung japri by wa ya: 082330733193/085715842595 #kuekering #kuelebaran #nastar #kuekacang #lumajang #lumajangkuliner (at Soto Betawi BangZali) https://www.instagram.com/p/CAB0EUmJCOc/?igshid=by1c7468a586