Kuliah ke Luar Negeri (Persiapan Kuliah ke UK)
Curhatan day 41 of 365 (2017) Terkadang aku bingung dengan jalan hidup. Ya! Jalan hidup gaes! Sok banget sih chris, udah kaya orang aja sih lo, haha. Iya, aku belom bener-bener jadi orang sih, idup juga masih banyak tergantung sama orang tua. Tapi bukan itu yang mau aku curhatin melainkan mengenai rencana aku yang sudah sangat rapi dan mendadak gagal karena peraturan menteri baru yang berubah, Jeng Jeng Jeng Jeng..........................
Jadi begini, Ayahku selalu kepengen aku lanjut S2 ke luar, mungkin karena doi memiliki banyak temen yang anaknya pada YES sehingga aku dibujuk dengan segala macam cara untuk segera lanjut S2 abis selesai S1. S2 nya harus di luar, harus! Tibalah masa disahkannya ke-pengangguran-ku pada november 2015 dan tibalah pula masa kebingunganku mau dibawa kemana hidup ini. Mencoba mencari pekerjaan kesana kemari tp kok gatau kenapa niat aku setengah2 dalam nyari kerja, ada dapet lolos sampek tahap sekian lalu dengan mudahnya aku lepas, ada yang kepengen banget ak masukin tapinya di tahap kesekian aku ngga lolos dan sebagainya. But Actually I have said I’m Not Really Job Seeker! haha, mungkin karena ya masih bingung mau kuliah atau nyari kerja yang bener. Disisi lain ortu aku bilang kalau kamu nnti udah dapet kerja pasti bakalan males buat sekolah, disisi lain aku ya pengen ngerasain dapet duit dan beli beli sesuka hati aku. Akhirnya ak memutuskan untuk magang di beiersdorf di malang produsen NIVEA untuk 3 bulan kemudian lanjut les IELTS di IALF surabaya sekaligus mengikuti tes IELTS disana. Disaat masa magangku ak sekalian mendaftar dan mencari kampus buat lanjut S2. I found Nottingham, UK. I feel good vibes with that uni because it is not a big city, the living cost are cheaper than others, but the uni is 7th rank in UK which is very good. Akhirnya aku apply untuk jurusan Manufacturing Engineering and Management disana, dan berhasil mendapat LoA Conditional karena pada saat itu nilai IELTS aku belom keluar, daaaaaaan sedihnya pada saat IELTS aku keluar nilainya cuma 6.0 which is it’s not enough for joining the course. Untungnya aku punya jurusan cadangan yaitu Human Factors and Ergonomics dengan syarat IELTS 6.0 sebenernya jurusan kedua ini lebih suitable buat aku karena related banget sama Teknik Industri, tapi aku lebih tertarik aja sama manufacture. Tapi yaudahlah, Life’s must go on. Mungkin ini takdir aku harus masuk jurusan itu, aku berfikir mungkin kalau aku masuk ke manufacturing ga bakalan lulus tepat waktu, jadi yaudah let’s turning to Human Factors.
Ayah aku berharap ak berangkat pada september 2016. Tapi gatau kenapa aku masih ragu untuk berangkat pada saat itu, aku berfikir persiapanku kurang banyak, dan juga aku berfikir kenapa sih keburu buru banget, kenapa gak nyari beasiswa dulu aja? kan ada LPDP yang dibuka 4x setahun, kan ada ASEAN scholarship juga. Kalau aku mengundur keberangkatanku jadi september 2017 kan aku bisa ikut semua itu beasiswa, ya meskipun ak gak yakin ak bakalan dapet tapi kan yang penting udah usaha. Kemudian ak mendapat tawaran kerja kontrak di GMF AeroAsia dan dimulailah pula misi menjadi scholarship hunter. Ikutlah LPDP pada akhir tahun 2016 dan sayangnya aku gagal hehe, oke gapapa deh, masih ada satu kali kesempatan lagi di tahun 2017, anggep aja yang ini cek ombak lah. Di awal tahun 2017 terdapat revisi dari pemerintah mengenai anggaran biaya untuk LPDP dan LPDP pun mundur entah kapan. Aku berharap semundur mundurnya adalah April, karena setahuku LPDP memiliki syarat keberangkatan minimal 6 bulan setelah penutupan pendaftaran. Bad News pertama buat aku! LPDP untuk keluar negeri baru dimulai seleksi pada agustus-september dimana september tanggal 25,2017 perkuliahan di Notts sudah dimulai. YaAllah, cobaan macam apa lagi ini. Tapi ak tetap positive thingking aja, barangkali bisa disistem reimbursement sehingga nanti berbagai uang yang aku keluarin bisa dibalikin sepulang selesai pendidikanku. Bad News kedua! Peraturan LPDP mengenai IELTS dirubah, baik yang telah memiliki LoA maupun tidak minimal IELTS untuk keluar negeri adalah 6.5 padahal aku kemarin bisa lolos administrasi LPDP dengan modal LoA unconditional dari nottingham. YaAllah, kenapa cobaan datang bertubi tubi, kenapa? Apakah sebegini tidak direstuinya aku dapet beasiswa?
Sekarang aku nggak tau lagi harus ngapain, semua harapanku hilang. Tapi aku sempat mendaftar ASEAN scholarship dari kampus Nottingham, dan masih akan diumumkan pada bulan Juni 2017, aku hanya berharap semoga aku bisa lolos. Karena aku sangat pengen banget meringankan beban ayahku. Dan aku percaya bahwa mungkin jika LPDP bukan rejekiku, pasti aku memliki rejeki lain, entah mungkin rejekiku masih disimpan untuk diberikan kepadaku pasca aku kuliah S2 atau malah aku bakalan dapet kerja di Inggris nanti hehe.
Can’t wait for heading to UK :)





















