Muslimah Produktif
Menjadi sosok yang produktif tentu menjadi dambaan setiap orang, termasuk para muslimah. Setiap fase kehidupannya bisa berubah disertai dengan amanah yang diembannya. Misalnya dulu hanya sebagai mahasiswa, setelah menikah bisa ditambah peran sebagai istri dan juga ibu.
Sebelum membahas bagaimana caranya menjadi muslimah produktif, kita perlu meluruskan pengertian bahwa muslimah produktif adalah muslimah yang mendedikasikan seluruh waktunya untuk beribadah kepada Allah dan bekal untuk akhirat kelak. Ibadah tidak hanya diartikan dengan sholat, puasa saja tetapi juga bekerja, berkarya dan termasuk berusaha menjadi sosok ibu yang baik dan cerdas.
Lalu kita bisa mulai berkarya atau menjadi sosok muslimah yang baik dan cerdas dari mana ?
Mulailah dengan apapun yang kita miliki sekarang. Apapun potensi yang kita miliki jalani dan kembangkan. Sebagai seorang muslim kita harus percaya bahwa setiap yang Allah ciptakan tidak ada yang sia-sia termasuk diri kita.
“Stop finding yourself, but start to creating yourself.”
Jadikanlah kalimat itu sebagai acuan, temukan potensi kita dengan menciptakan potensi. Artinya cobalah banyak hal. Mulai ikuti kelas memasak, public speaking, menjahit dan berbagi aktivitas lainnya kemudian temukan yang paling pas dengan diri kita. Sering kali kita tidak cukup percaya diri dengan potensi yang kita miliki, maka ada rumus :
Percaya Diri = Paksa + Bisa + Biasa
Perlu untuk kita “memaksakan diri” pada awalnya, kemudian kita bisa dan menjadi biasa melakukannya. Hal sederhana seperti kita yang dulu memaksakan diri belajar berjalan, hingga bisa dan akhirnya kini berjalan menjadi aktivitas yang biasa kita lakukan. Kemudian tanamkanlah growth mindset yang menjadikan kegagalan adalah peluang untuk tumbuh, bisa belajar apapun yang diinginkan, tantangan menjadi sarana untuk tumbuh dan pola-pola pikir lainnya yang membuat diri terus tumbuh dan berkembang.
Agar menjadi muslimah yang produktif, ada beberapa langkah yang perlu diperhatikan yaitu :
1. Tentukan prioritas kegiatan yang kita pilih disertai dengan risiko yang menyertainya. Misalnya setelah menjadi ibu, aktivitas menyusui dan segala bentuk perawatan bayi menjadi prioritas dan yang lainnya bisa mengikuti kemudian. Setiap orang bisa memiliki prioritas yang berbeda tergantung kondisi masing-masing.
2. Mulai satu persatu dari target terkecil untuk membentuk kebiasaan. Kebanyakan dari kita tidak produktif karena tidak memulai apa-apa dengan alasan kegiatan tersebut tidak terlihat dan terkesan tidak ada artinya. Padahal untuk menjadi penulis hebat tentu dimulai dengan kebiasaan menulis sedikit demi sedikit, yang penting istiqomah dan terus menunjukan kemajuan.
3. Lakukan dengan suka cita dan cinta. Sebab apa-apa yang dilakukan dari hati akan sampai kehati. Kita senang melakukannya sehingga berusaha menyelesaikannya sebaik mungkin.
4. Tetapkan long-term goals dan alasannya. Seseorang yang tidak memiliki tujuan akan mudah terombang-ambing bahkan tidak menyelesaikan apa-apa karena tidak tahu apa tujuan yang ingin dicapai. Selain itu alasan juga perlu ditetapkan sebagai motivasi internal ketika kita malas atau melupakan tujuan.
5. Luruskan niat di awal, tengah dan akhir. Inilah hal mendasar yang perlu diperhatikan. Sebab segala perbuatan tergantung pada niatnya, termasuk sesuatu akan bernilai ibadah di hadapan Allah atau tidak. Terus luruskan niat karena Allah sepanjang proses sebab setan akan berusaha untuk terus menggoda kita.
6. Ceritakan rencana kita untuk produktif pada support system di sekeliling kita. Misalnya orang tua, teman dekat atau suami agar saat kita mulai kendor semangatnya maka mereka bisa berperan untuk mendorong dan mengingatkan kita akan rencana yang sudah dibuat.
“The sun’s rays do not burn until brough to a focus.” - Graham Bell
Suatu tugas besar atau cita-cita besar kita tak akan selesai bila kita tidak fokus. Ada beberapa solusi agar kita tidak mudah terdistraksi yaitu :
1. Tetapkan 3 prioritas tugas utama dalam sehari
2. Jangan multitasking
3. Lakukan deep work selama 2-3 jam tanpa handphone atau internet
4. Tidak kerja saat santai, dan tidak santai saat kerja
5. Buang pikiran negatif salah satunya dengan menulis
6. Buatlah jadwal harian
7. Gunakan teknik untuk meningkatkan produktivitas kerja, salah satunya teknik pomodoro
8. Belajarlah untuk lebih fokus dengan sholat yang lebih khusyuk
Intinya untuk menjadi muslimah produktif adalah dengan meluruskan persepsi kita soal produktif, memulai sesuatu dan terus mencari sehingga ditemukan suatu hal yang membuat kita bisa berkarya. Kemudian prioritaskan hal tersebut dan fokuslah menjalaninya. Semoga dengan upaya kita untuk menjadi muslimah produktif dapat menjadi pembuktian upaya agar kita menjadi sebaik-baik hamba yang bisa bermanfaat.
Tulisan ini dibuat hasil dari kulwap bersama teh @khairunnisasyaladin dan teras cahaya. Semoga Allah balas dengan sebaik-baik balasan.












