"Takdirmu lebih mencari kamu daripada kamu mencarinya. Titik."

seen from United States

seen from United Kingdom
seen from Netherlands
seen from United States

seen from United States
seen from Türkiye

seen from United States

seen from United States

seen from Germany
seen from Switzerland

seen from Sweden
seen from United States
seen from Russia
seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from Russia
seen from United States

seen from United States

seen from Spain
"Takdirmu lebih mencari kamu daripada kamu mencarinya. Titik."
Naungan bagi seorang mukmin pada hari kiamat adalah sedekahnya.
Hr. Ahmad
"Suara-suara di dunia ini banyak sekali."
"I hope you can filter the voices you need to hear. And, mostly, I hope you listen to yours the most."
yang terhormat, pak Cuaca di tempat
ada yang sedang jatuh hati ada yang sedang patah hati
ada yang sedang senang mengekspresikan emosinya ada yang sedang sibuk mengubur perasaannya
semua proses awalnya mengelak kemudian marah kemudian menimbang kemudian menurun berakhir menerima.
tapi tidak sedikit juga yang berakhir menyesal menyayangkan kenapa semua prosesnya berawal.
yang paling beruntung adalah mereka-mereka yang berakhir menerima dan menyikapi setiap perasaannya dengan bijak. ketika senang tidak terlalu melonjak ketika sedih tidak merasa terinjak-injak.
maka, bolehkah saya memohon untuk selalu ditetapkan hatinya pada kemana saja arah angin bermusim.
hormat, Prajurit Bumi
___
Banyumas, 11 Maret 2020
Terinspirasi dari seorang Bapak berumur 73 tahun yang menemani anaknya yang menderita Skizofrenia di RSUD Banyumas.
dipertemukan dengan yang sama
Ki : "Pernah ga.."
Ka : "Ga pernah."
Ki : "Belum selesai woy. Kutu kuda nil."
Ka : "Hehe, gimana?"
Ki : "Pernah ga kamu merasa 'i'm not belong here' di keramaian lingkungan sosial atau dalam sekecil lingkaran pertemanan."
Ka : "Lumayan sering sih."
Ki : "Lalu kenapa masih bertahan?"
Ka : "Bukan yang terbaik bukan berarti tidak baik kan? Lagian boleh tercebur asal tidak hanyut kalau kata Teman Imaji."
Ki : "Terus.."
Ka : "Awas nabrak!"
Ki : "Hehe.." "Terus.. pernah ga ketemu orang baru tapi sekalinya ngobrol berasa orang yang udah dikenal lama tapi baru ketemu?"
Ka : "Pernah. Agak jarang."
Ki : "Seneng?"
Ka : "Kaya menemukan harta karun."
Ki : "Singularitas!" "Ada prameks, solo ekspres, sidomukti, joglokerto bahkan kereta api jarak jauh untuk bisa sampai ke Jogja dari Solo."
Ka : "Perdefinisi?"
Ki : "Beda perjalanan tapi satu tujuan."
"Sebelum sampai tujuan, tiap-tiap dari kita menempuh perjalanan yang berbeda. Berbeda tempat berhenti sementara, berbeda durasi perjalanan." "..dan sebelum bertemu orang yang satu tujuan, tiap-tiap dari kita akan emnghabiskan banyak waktu dengan mereka yang seperjalanan tapi tidak setujuan."
"Semua kesebaran dalam penantian. Semua usaha dalam perjuangan akan sepadan saat kita sampai di tujuan." "..dan kisah serta orang dalams eperjalanan yang kita temui itu akan menjadi bahan obrolan yang dalam dan menyenangkan saat akhirnya kita bertemua dengan orang dengan tujuan akhir yang sama. nantinya."
Ka : "Terus kalau udah ketemu orang yang sama tujuannya itu gimana? Cuma berbagi cerita aja, lalu?"
Ki : "Ya habis berbagi cerita, terus tinggal bersama-sama menulis cerita lah."
Ka : "Hehe, bener juga."
Ki : "Hehe."
—————
Bandung, 8 Mei 2019
Satu Rumah Beda Keyakinan
Ki : "Sedih ya, satu rumah tapi beda keyakinan."
Ka : "Maksutnya?"
Ki : "Satu kereta tapi yang satu suka lihat arah maju. yang satu suka lihat arah mundur."
Ka : "Lebih sayang lagi, satu perjalanan tapi beda tujuan."
Ki : "Satu kereta, sama-sama suka lihat mundur tapi yang satu turun Jogja, yang satu turun Surabaya?"
Ka : "Iya. Hanya bersinggungan tapi tak setujuan."
Ki : "eh, kalau dipikir lagi. Ndak perlu disayangkan lho. Setidaknya mereka telah menjadi sepadang mata sebagai saksi perubahan."
Ka : "Hhmmm bisa benar juga si. Harus disyukuri dan dihargai setiap waktunya. Karena setidaknya mereka adalah teman dalam perjalanan. Teman seperjalanan."
Ki : "Karena setiap pertemuan membawa makna."
Ka : "Dan setiap perpisahan memberi arti."
—————
Bandung, 7 Mei 2019
Keberuntungan paling besar di dunia ini adalah kamu menyibukkan dirimu di sepanjang waktu dengan perkara-perkara yang lebih utama dan lebih bermanfaat untukmu kelak di hari akherat.
Ibnu qayyim
Kebahagiaan yg paling bahagia ialah panjang umur dalam ketaatan kepada ALLAH SWT.
HR. Ad_Dailami