Ramadhan menghitung hari.... bagaimana hatimu siapkah?
Maka kulihat air mata tetap menggenang di pipimu, teringat semua dosa yang menajdi luka di tahun - tahun lalu..
Maka sembap kulihat di wajahmu, menyambut haru, berharap bisa menghabiskan dosa - dosa... dosa yang terus mengikutimu.
Dirimu tak ingin menyebutnya khilaf, karena kamu dengan sadar melakukannya.. dosa katamu.. itu yang tepat.
Dosa- dosa yang terus mengikutimu tiap detik.
Dosa - dosa yang yang terus membuatmu berharap dalam cemas.. akankah taubat di terima.
Dosa - dosa yang jadi luka.. menjadi duka. Kisah duka yang kau sembunyikan di balik tawa, yang membuatmu tak habis menangis di kala sendiri.
yang membuatmu suka menangis tiba - tiba.
Ramadhan tiba katamu,..... jika bisa kamu yang mendatangi .. kamu yang ingin menghampiri ramadhan.. ucapmu berair mata.
Dirimu tak hanya rindu, tiap hari kau menghitung kedatangannya..
Katamu kamu tak ingin kehilangannya lagi, katamu jika bisa kamu ingin terus bersujud di ramadhan.. hingga segala dosa di ampuni.. hingga tak ada lagi noda.... hingga segala maksiat bisa lenyap dalam air mata...
Ramadhan tiba.. kulihat nanar matamu.. kamu malu tapi rindu.. karena sekali lagi kamu mendatanginya dengan banyak dosa... dosa yang katamu harap bisa lebur di ramdhan ini.
Ramadhan tiba, aku tersenyum melihat wajahmu... semoga semua dosamu terampuni hingga dirimu sembuh kembali.