Langit Kemarin Sore
Langit kemarin sore, ah aku suka warna langit hari itu. Indah, aku jatuh cinta pada pantulannya. Ada orange,biru,putih,kuning,hijau,bahkan ungu. Entahlah mungkin ini pertamakalinya aku melihat langit secantik itu. aku suka langit, aku suka senja, aku suka biru, aku suka jingga, aku suka sunset :)
Berbicara soal langit, mengingatkan aku pada beberapa penggal kata yang berjudul Langitmu Langitku itu Rindu
"surya menyapaku, bulan menemanimu Kita tak berada dalam 1 langit tapi seluruh angkasa menyambutmu mereka mengirimmu dalam ruang rindu kau.. misteriku, nafas keduaku, bulir nadiku sapa aku dalam ruang dengarku aku berdiri, aku tak berjarak dengan telepon genggam pengganti pelukmu kriiing.. nada telepon itu adalah nyanyian benda canggih terhebat dan auramu merambat menggetariku inilah waktuku, inilah waktumu kurekatkan telingaku “selamat pagi jiwaku.. karenamu, aku jadi mengingat jika aku memukulmu, Tuhan memukulku” “malam pangeranku.. akupun teringat semoga hujan di tempatmu bukan wanita karna aku bisa cemburu dia lebih dulu menyentuh tubuhmu” aku mendengar suaranya, menembus dan hadir di otakku haaahhh.. entah bagaimana beku dan hangat bisa kurasa menjadi 1 jemariku dan mataku menatap lurus puisi yang kau kirim jutaan detik lalu “puisi yang kubuat untukmu, kau pasti suka karena resepnya datang dari surga” “ya, aku suka.. surga yang berwarna oh ya.. suatu saat jika kau buta warna, aku telah siap melukis pelangi monokrom di langitmu” aku terdiam, aku tersenyum dan berusaha ku sembunyikan olehmu seakan kau bisa menembus ruang melihatku tapi aku tau, kau tau senyum itu “aku tidak tau menau tentang arsitektur tetapi ulahkukah yang membuat senyummu menjadi jembatan antara bumi dan surga pagi ini?” “Entahlah.. tapi saat ini aku yang tak tau menahu tentang ilmu bumi ini tau pasti bahwa tatapan matamu, walau dibayangku, masih membuatku lupa akan gravitasi..” “akupun tak paham strategi pasukan kurdi abad 13 yang aku tau hanyalah membentengimu dari panah lelaki brengsek” aku berbisik pada nuraniku .. “tentu, kaulah bentengku.. kaulah dinding hatiku.” aku bergeser dan menatap langit disela jendelaku “andai kita satu langit” bisikku “aku tak paham astronomi, tapi gugusan bintang setuju membentuk konstalasi rindu kala langitku dan langitmu dipisahkan oleh waktu” “hhhh.. tidak tau menahu tentang matematika, tetapi setiap aku memikirkanmu 2 x 2 hasilnya selalu 5 huruf = cinta” “ah kau menggodaku lewat angka.. kau tau aku tak suka matematika aku tak butuh hitungan, karena rasaku takkan bisa terhitung sampai kapanpun saat ini aku hanya membawa bekal setumpuk keyakinan dan kotak berisikan hati apa itu cukup untuk menjelajahi waktu bersamamu?” “kau lebih dari cukup, tenang dan menjelajahlah bersamaku meskipun aku tak paham terhadap ilmu apapun, kecuali memahamimu” “namun ingatlah selama kita menjelajahi waktu mungkin aku sering lompat, terbang.. namun tenang, ke dasar hatimulah aku selalu jatuh..” “seangkasa dan separuh apapun kau terbang tenggelam, mana bisa kau mati jika surga memiliki nadi, cinta kita adalah denyutnya” aku tersentak, bagaimana aku tidak mencinta? kata kata itu menusuk hingga relung dan batin “apa kau bilang??? surga bernadi dan cinta kita denyutnya? oh pangeranku.. cahaya kedua setelah matahari.. betapa aku telah jatuh padamu dan menolak bangun lagi” “biarlah ucap kuasa Tuhan yang membentuk senyummu jatuhlah seperti hujan memukul tanah jatuhlah sesuai kalender surga” “apalah guna kalender jika hanya mengurut hari kau, telah menjadi detik yang kulewati dan segala musim untuk kulalui” kau terdiam, hening.. dan aku merekam bunyi nafasmu sebagai pengingat, kau adalah udaraku “tidak tau menahu tentang otomotif, tetapi namaku disebut olehmu, detak jantungku bisa melesat cepat membalap apa saja.. siapa saja..” “entah terbuat apa dirimu.. ketika kudengar namamu, thalamus di otakku tak henti menggambar wajah dan nadiku yang bergemuruh” “bumi berputar, tapi aku tidak pusing karenanya kau mau berputar putar? biarlah aku pusing, asal tidak lepas pandanganku ke arahmu” Tuhan Maha Pencinta.. Dia turunkan butiran ujung kukunya melalui jemarimu dan kata kata yang luar biasa keMahaan Tuhan kulihat kadang humoris menyediakanmu dimusim galau, seperti menurunkan hujan di musim kemarau aku terhibur.. keMahaan Tuhan sang pengatur segala disediakannya kamu sebagai salju yang siap membekukanku dalam deretan kata kata syahdu aku malu.. aku ingin melihat antrian kata yang berdesakan di isi kepalamu aku ingin menyaksikan kuasa Tuhan melalui jemarimu aku tak ketik rindu waktu dan ruang seakan menghukumku andai bumi tak berputar, andai waktu terhenti kuabadikan saat ini.. “aku menyalahkanmu.. kini, paru paruku hanya sebesar 1 centi ruang nafasku disesaki oleh baris cantik huruf huruf yang tersusun semesta pikirmu” “akupun manyalahkanmu.. huruf hurufmu berbaris seperti tentara kini, telapak kakiku meleleh berdiri di atas kata katamu yang membara” “ini salahmu.. jika esok matahari memusuhiku, karena hangat sapa dan katamu membuatku cukup melewati ribuan hari tanpa pagi” “dan aku masih menyalahkanmu.. kau biang keladi, seenaknya menghentikan waktu dunia dengan kalimat ajaib yang setara dengan mantra surga” “kini mozart, bethoven bahkan coplin bisa murka, karena melodi terindah bagiku terlantun dari kata geliat tarian lidahmu dalam setiap kecap” “Tuhan maha kreatif Dia menciptakan berbagai kalimat semangat untuk hidupku dan salah satunya datang darimu..” “aku tidak pernah menanyakan apa itu cinta, hingga kau datang dengan ribuan jawaban jawaban yang akan terus ku pilih berkali kali sampai mati iya, kau jawabanku atas hal – hal yang bahkan belum kutanyakan karena aku yakin, meyakinimu..” aku akan tidur, aku tak lelah tetapi aku ingin berbaring diantara kata katamu yang berserakan dan empuk seperti bulu bulu angsa ini detik aku melepasmu, dan aku akan kembali lagi pada bayanganmu dan menggenggam hampa jemarimu yang berjarak terimakasih.. kini nadi nadiku kembali berdenyut tatkala gubahan katamu menelusup sanubari dan menari nari dalam pembuluh arteri kau diam, aku mati selamat tidur pangeranku.. kututup telepon penyuruh dalam hatiku, kini aku hidup lagi dan siap memulai hari.."
beberapa penggal kata romantis nan manis yang keluar dari bibir seorang wanita cantik Rahne Putri dan lelaki tampan Zarry Hendrik :)












