“Seperti api, mengingatmu membakar imaji“
Sebuah proyek iseng lagi bersama Laras, saya yang mengutip, dia yang membuat gambarnya. Selengkapnya
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from China
seen from Japan
seen from China
seen from United States
seen from United Kingdom
seen from Yemen
seen from Türkiye
seen from United States
seen from United States

seen from Russia

seen from Australia
seen from China

seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from Türkiye
seen from United States
“Seperti api, mengingatmu membakar imaji“
Sebuah proyek iseng lagi bersama Laras, saya yang mengutip, dia yang membuat gambarnya. Selengkapnya
Kopi Mendung
Sebuah percakapan tentang kopi dan hujan bersama Laras karena kurang kerjaan
Langkah kaki kecil memanjat punden-punden berundak Demi lapis awan yang dihirup atap Menggantung di selanya cahaya merah, melipat di antara biru dan hijau, melebur tetesan hangat menuju dingin
Kudengar dingin yang hitam, seperti isi gelas yang bingung kau sebut namanya Lalu kau benturkan pada papan kayu berlubang Berdoa semoga kayu tak hilang ingatan, tentang cakap-cakap di ruasnya Sebab memorinya tak hanya berisi deru mesin kopi atau percakapan dua wanita berbisik Juga cahaya yang coba kau tangkap dengan kandang, tapi selalu lepas dari pandang Dan tentang debu terabaikan di belakang senyum riang
Mungkin hanya antena, penangkap sinyal segala rupa, segala gelombang manusia punya Terhubung kabel atau parabola, mengalir ke sendi-sendi bernama peradaban Tentang percakapan manusia berbicara pada kopinya, "Pahit sekali, ini kopi atau kehidupan?" Sepahit pucuk pohon yang diterpa angin, dibakar panas dan diguyur hujan Namun tenang seperti tetesan kopimu, perlahan menelusup pori-pori perasaan, mengendapkan pahitnya Sekuat tubuh semut mengangkat benda berkali lipat menuju sarang
"Ah, ini apa?" Sergah hujan beserta serdadu airnya Lihat, semua percakapan akan basah Mengalir di sisipan kopi terakhirku, memetik tiap detik waktuku bersama kamu. Mengecap dalam lidah, "Aku tak ingin akhir percakapan kita pahit"
Awalnya ini http://ans4175.tumblr.com/post/132021093102/memoir-senja, dari kata jadi suara