20250129_ArendR6mk2_5R8A2578 by Arend Kuester https://www.flickr.com/photos/28059443@N00/54372184126

seen from Singapore

seen from United States

seen from Singapore

seen from Poland
seen from United States

seen from United Kingdom
seen from United States

seen from Austria
seen from France

seen from China
seen from United Kingdom

seen from Philippines

seen from Türkiye
seen from United States

seen from United Kingdom

seen from United Kingdom
seen from Netherlands

seen from United States

seen from United States
seen from United Kingdom
20250129_ArendR6mk2_5R8A2578 by Arend Kuester https://www.flickr.com/photos/28059443@N00/54372184126
Trip Murah ke Raja Ampat
Siapa yang gak tahu keindahan Raja Ampat? Raja Ampat yang biasa disebut orang sebagai The Last Paradise memang terkenal akan keindahan bawah lautnya yang spektakuler. Gradasi laut biru yang agak hijau tosca dikelilingi sejumlah batu karst. Belum lagi suasana timur disambut ramah dengan kebudayaan yang khas. Wow. Wisatawan asing saja berlomba-lomba kesini apalagi kita yang tinggal disini, di Indonesia. Indonesia punya Raja Ampat. Raja Ampat terletak di Kabupaten Waisai, Papua Barat. Tak sedikit dari kita yang sebenarnya ingin mengunjungi Raja Ampat namun terkendala biaya. Ya, katanya trip ke Raja Ampat itu memakan dana yang fantastis.
Saya sendiri sebenarnya dapat dibilang dadakan saat ke Raja Ampat. No planning. Just go. hehhehe. Awalnya niatnya hanga ingin mengunjungi kakak yang tinggal di Kab. Waisai. Tapi, kemudian saya memboyong kedua orang tua saya kesana untuk liburan. Kami berangkat bersamaan dengan libur lebaran. Saat itu, saya memilih naik kapal laut untuk lebih menghemat biaya, Pelayaran dari Pelabuhan Bitung, Sulut ke Pelabuhan Sorong, Papua Barat. Harga karcis kapal KM Sinabung Rp352.500 kelas ekonomi. Resiko berdesak-desakkan karena memang musim liburan banyak penumpang. Tapi pelayaran selama kurang lebih 32 jam ke Sorong akan terasa menyenangkan jika dinikmati. Di kapal kita dapat jatah makan 3x sehari. Kemudian ada pemutaran bioskop mini setiap 3 jam. Tiket nontonnya Rp10.000-Rp15.000. Bisa juga nongkrong-nongkrong di anjungan sambil menyeruput kopi hangat. Atau mau keliling kapal atau sekedar tidur-tiduran di kasur wajar saja. Kapal ini kayaknya sampai 7 dek dan dilengkapi dengan AC dan kamar mandi.
Setibanya di Sorong disambut dengan hujan lebat. Beruntungnya kami dijemput oleh saudara ipar tente, Kami pun diajak untuk menghangatkan badan di salah satu rumah makan ikan bakar. Selanjutnya dibawa ke penginapan milik beliau untuk beristirahat. Dikarenakan kami sampainya sudah malam dan tidak sempat kapal cepat. Kapal cepat dari Sorong-Raja Ampat(Ka. Waisai) itu setiap hari Pkl.09.00 WIT dan Pkl.14.00 WIT. Keesokan harinya baru kami berangkat ke Raja Ampat. Oh ya, tiket kapal cepatnya Rp100.000/org.
Disana kami tidak langsung pesiar tapi, bersantai-santai dulu di kosan kakak karena sudah lama juga tidak pernah bertemu. Lusanya baru kami menjelajahi Raja Ampat dengan menyewa long boat/body fiber/perahu londe.
Body fiber ini disewa dengan harga Rp3.000.000 termasuk minyak. Kami sengaja memberikan sirih dan buah pinang kepada bapa yg mengantar kami karena masyarakat timur sangat suka makan pinang dan sirih. Kami naik perahu dari pasar ikan menuju ke tempat pertama yang paling jauh ikoniknya Raja Ampat, Piaynemo. Menuju Piaynemo menggunakan long boat ini memakan waktu sekitar 2 jam. Setibanya disana kami harus menaiki 320 anak tangga untuk bisa melihat keindahan Piaynemo dari atas.
Selanjutnya kami menuju Telaga Bintang. Dari Piaynemo-Telaga Bintang hanya sebentar. 5 menit sudah nyampe. Tapi, untuk bisa melihat telaganya yang berbentuk seprti bintang harus treking menaiki batu karst yang cukup curam dan sempit. Jadi harus ekstra hati-hati dan harus memakai alas kaki karena kalo tidak, pasti sakit kakinya harus menginjak ujung batu yang tajam. Kalo bapa tidak pakai sandal, su biasa katanya.
Destinasi selanjutnya adalah Kampung Wisata Arborek. Disana bagi kalian yang suka menyelam bisa langsung nyebur. Kalo gak bisa seperti saya cukup menikmati ikan-ikannya karena dari atas dermaga sebenarnya sudah jelas terlihat saking jernihnya air.
Lanjut ke Pasir Timbul lumayan jauh. Sekitar 1 jam pelayaran. Oh yaa untungnya hari itu teduh sekali arusnya.
Akhirnya, tempat tujuan terakhir yaitu Pantai Friwen. Sekitar 30 menit dari Pasri Timbul dan Pantai ini yang paling dekat dengan titik awal pelayaran kami hari itu, tempat awal naik perahu. Di Pantai Friwen jugalah kami paling lama menghabiskan waktu. Sembari yang lain beristirahat menikmati gorengan menyeruput kopi, kami sekeluarga main-main air hehehe.
Keesokan harinya kami langsung kembali ke Manado dengan menaiki kapal cepat ke Sorong. Dilanjutkan dengan menumpangi kapal yang sama, KM Sinabung. Oh yaa karena melonjaknya penumpang arus balik, kami kedapatan tiket ekonomi yang non seat. Beruntungnya ada keluarga dari Manokwari yang memperbolehkan saya dan mama tidur di ranjangnya. Mama dan papa juga mendapat teman baru keluarga dari Jayapura yang turun di Ternate. Singkat cerita, selesai sudah trip kami selama seminggu. Lebih tepatnya 2 hari di Raja Ampat. 4 hari di kapal. Melelahkan tapi benar-benar puas😊
¿Como puede ser que siempre sabes encontrar lo mejor en mi? Las memorias de caminar hacia tu puerta, nunca las vi de esta manera Entonces saca tus manos de tu corazón y abrázame fuerte Nunca te dije setenta veces Te tomo de vuelta porque pensaste que te mentí Pero sigo cayendo cuando miro a tus labios Cuando miro tus ojos Si, creo que te amo un poco más La manera en que me besaste y soy todo tuyo Te tomo de vuelta cuando abres los ojos Cuando abres los ojos Tu eres mi último paraíso #LastParadise #YellowClaw 🎶🍒😍❤ #Noches 🌙💭🍃👣
Soon...
yur a dumbuttt sometimes
Classy drunken message.
last--paradise replied to your post: last—paradise replied to...
…jerk -huffs- ((FRIDA KAHLO~*~*))
Don't be rude.
last--paradise replied to your post: last—paradise replied to...
W-well I wont hmph! -crosses her arms- ((that photo makes it look like he has a unibrow))
Fine.
last--paradise replied to your post: last—paradise replied to your post: Christmas...
Well it sounds like you basically hate Christmas when its like one of the most popular holidays!
Hmph. Just because something is popular, Sey, does not mean that it is any good. Twilight, for example.