nanti kita tua dan aku mau membawamu ke pelosok negara tak ternama. mungkin aku akan mengajakmu kembali ke indonesia atau malah ke singapura. lihat kondisi ekonomi kita dulu tapi, ya. apa kita akan cukup kaya untuk menyewa apartemen menjulang tinggi di kota singa atau hanya cukup untuk sewa kontrakan sederhana di jawa?
aku mau dimana aja asal sama kamu, leo. dimana kau berada, di situ aku pun ikut serta.
kita akan tua & bergelut di dapur bersama. lapangan kemah itu tak setara dengan dapur sempit milik kita.
aku akan mengupas bawang merah dan kamu membumbui ayam dengan cita rasa. kemudian kita gila dengan tenang yang belum pernah kita rasakan sebelumnya—perasaan kemarin baru saja kamu mengalahkan gaea? perasaan baru kemarin deh, troya kalah.
kamu akan menertawaiku karena putra neraka baru saja terluka mengupas bawang merah—aku berdarah sejari dan kamu tertawa keras sekali. pandai dengan keris belum tentu pandai dengan pisau dapur, ya, ternyata. engkau bercanda soal empousa yang kalah lawan bawang merah perihal membuat aku berdarah.
gelak tawamu musik di telinga.
tapi ia mati begitu cepat ketika ayam kamu ceburkan ke dalam minyak. si jago merah berdansa ria & kamu hampir saja dipeluk ajal untuk kedua kalinya.
geluduk minyak itu tidak setara dengan bahaya yang dulu kita hadapi setiap hari.
aku masih menahan perih di jari & kamu sudah berpindah mencuci nasi. kamu mengejekku karena kau sudah memasak dua hal & akan membuat sambal terasi, sedangkan aku baru mau pindah mengupas bawang putih. tentu saja kamu membuat semuanya menjadi kompetisi.
“alah, alay banget, sih,” ejekmu sembari mengobati luka kecil di jariku agar tidak terinfeksi, “udah pernah perang di troya juga,”
tanganku bau bawang & punyamu bau terasi setelah mengulek sambal. “tapi yang ngobatin kan bukan kamu,” ucapku geli.
gelak tawamu cahaya hidupku, “ohh, berarti ini buat caper doang?”
“iya,” ujarku dengan senyuman, “dokternya ganteng soalnya,”
valdez, ternyata perang di troya sepuluh tahun tak lebih susah daripada menyetrika baju segunung ataupun menyapu rumah, tapi kalau ada kamu, ya, sepele, lah, mereka berdua. aku bisa mendorong batu atau membuat mereka menangis dengan lagu, tapi aku tidak bisa masak quesadilla tanpa kamu.



















